Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Analisis Legenda Dewi Sekardadu - Coggle Diagram
Analisis Legenda Dewi Sekardadu
A. Apakah cerita yang dipilih merupakan legenda? Apa buktinya?
Ya, cerita Dewi Sekardadu termasuk legenda karena merupakan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun dan berkaitan dengan asal-usul tokoh serta sejarah suatu daerah. Cerita ini berasal dari Jawa Timur, khususnya berkaitan dengan Blambangan dan Sidoarjo.
bukti:
Dewi Sekardadu dikenal sebagai putri Raja Blambangan dan ibu dari Raden Paku atau Sunan Giri.
Cerita ini berkaitan dengan tokoh-tokoh yang dikenal dalam sejarah penyebaran agama Islam di Jawa.
Terdapat tradisi masyarakat yang menghubungkan Dewi Sekardadu dengan makamnya di Sidoarjo.
Apakah legenda ini menunjukkan prinsip, filosofi, dan cara hidup? Apa buktinya?
Pengorbanan: Maulana Ishak rela meninggalkan keluarganya demi melindungi rakyat yang tidak bersalah.
Kejujuran dan keadilan: Cerita ini menunjukkan bahwa tindakan licik Patih Bajul Sengara membawa penderitaan bagi orang lain.
Kepedulian sosial: Maulana Ishak menyarankan Raja untuk memberikan sebagian hasil panen kepada rakyat miskin.
Kasih sayang keluarga: Dewi Sekardadu sangat menyayangi anaknya dan berusaha mencari anaknya yang hilang.
Nilai religius: Maulana Ishak selalu berdoa kepada Tuhan sebelum melakukan sesuatu. Hal ini menunjukkan pentingnya keimanan dan berserah diri kepada Tuhan.
Ya, legenda Dewi Sekardadu mengandung beberapa prinsip dan nilai kehidupan, yaitu:
Identifikasi struktur legenda beserta buktinya
Bukti
Orientasi: Memperkenalkan Kerajaan Blambangan, Raja Menak Sembuyu, dan putrinya, Dewi Sekardadu. Bukti: cerita diawali dengan pengenalan Kerajaan Blambangan dan keluarga kerajaan.
Komplikasi:Dewi Sekardadu jatuh sakit, kemudian sembuh setelah diobati Maulana Ishak. Setelah menikah, muncul konflik karena Patih Bajul Sengara menghasut raja agar memisahkan Maulana Ishak dari Dewi Sekardadu.
Klimaks: Konflik mencapai puncaknya ketika bayi Dewi Sekardadu diculik dan dihanyutkan ke laut. Dewi Sekardadu kemudian berusaha mencari anaknya.
Resolusi:Bayi tersebut ditemukan oleh awak kapal dan diasuh oleh Nyi Ageng Pinatih. Bayi itu kemudian dikenal sebagai Joko Samodra dan Raden Paku. Sementara itu, Dewi Sekardadu akhirnya menetap di Kepetingan, Sidoarjo.
Identifikasi teknik imaji atau citraan yang digunakan
bukti:
Citraan penglihatan (visual): Bayi Dewi Sekardadu digambarkan memiliki wajah yang memancarkan cahaya terang.
Citraan pendengaran (auditif) Terdapat suara derap kaki kuda ketika seorang prajurit datang ke rumah Maulana Ishak.
Citraan gerak (kinestetik) Dewi Sekardadu berjalan menuju pantai untuk mencari keberadaan anaknya.
Citraan perasaan (taktil/emosional) Dewi Sekardadu merasa sangat sedih ketika mengetahui bayinya hilang.
Citraan alam Kapal yang ditumpangi Dewi Sekardadu dihantam ombak besar hingga tenggelam.