Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Legenda dan Gaya Bahasa Pendekar Sejati Bukit Matahari - Coggle Diagram
Legenda dan Gaya Bahasa
Pendekar Sejati Bukit Matahari
Legenda
Bukti
Cerita mengambil latar Desa Bawomataluo yang berada di Kepulauan Nias.
Terdapat tradisi Fahombo atau lompat batu yang merupakan kebudayaan khas masyarakat Nias.
Terdapat tokoh Lawaendrona atau Manusia Bulan yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat setempat.
Cerita menggambarkan adat dan kehidupan masyarakat Nias yang diwariskan secara turun-temurun.
Isi Cerita
Seorang anak laki-laki bernama Bari yang berusia 10 tahun. Ia tinggal di Desa Bawomataluo, Nias. Bari memiliki keinginan untuk menjadi pendekar lompat batu atau Fahombo seperti para pemuda di desanya. Alasan Bari ingin menjadi pendekar adalah karena ia ingin bertemu dengan Lawaendrona atau Manusia Bulan. Ia percaya bahwa Manusia Bulan bisa membawa dirinya dan keluarganya hidup abadi serta menyembuhkan ayahnya yang sedang sakit. Namun, keinginan Bari tidak mudah tercapai. Ia mendapat ejekan dan penolakan karena dianggap bukan orang Nias asli. Ayahnya berasal dari suku Minang, sedangkan ibunya berasal dari suku Nias. Hal tersebut membuat Bari merasa sedih dan kecewa. Beruntung, ada Bang Ahem yang mau membantu dan mendukungnya untuk belajar lompat batu.
Apakah Legenda Tersebut Menunjukkan Prinsip, Filosofi, dan Cara Hidup? Apa Buktinya?
Prinsip kehidupan
Pantang menyerah, terlihat dari Bari yang tetap ingin belajar lompat batu meskipun mendapat ejekan dari orang lain.
Kasih sayang keluarga, terlihat dari keinginan Bari untuk menyembuhkan ayahnya yang sedang sakit.
Tolong-menolong, terlihat dari sikap Bang Ahem yang mau membantu Bari belajar lompat batu.
Menghargai perbedaan, terlihat dari pesan cerita bahwa seseorang tidak seharusnya dibeda-bedakan hanya karena asal-usul keluarganya.
Filosofi kehidupan
Tradisi Fahombo atau lompat batu memiliki makna keberanian, kekuatan, dan ketangkasan.
Batu pendekar dapat diartikan sebagai gambaran tantangan yang harus dilewati seseorang untuk mencapai cita-citanya.
Lawaendrona atau Manusia Bulan menjadi simbol harapan Bari agar keluarganya bisa hidup bahagia dan ayahnya sembu
Cara hidup masyarakat
Masyarakat Nias memiliki tradisi lompat batu atau Fahombo.
Masyarakat Nias memiliki rumah adat yang disebut Omo Hada.
Masyarakat masih menjaga adat istiadat dan kebudayaan daerahnya.
Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh aturan adat dan keturunan.
Identifikasi Struktur Legenda Beserta Buktinya
Struktur
Isi dan bukti dalam cerita
Orientasi (pengenalan)
Memperkenalkan tokoh Bari, keluarganya, dan latar tempat di Desa Bawomataluo, Nias. Bukti: Bari tinggal di rumah adat Omo Hada dan berusia sepuluh tahun.
Komplikasi (munculnya masalah)
Bari mengalami penolakan karena dianggap bukan anak laki-laki Nias asli. Ia juga menghadapi masalah kesehatan ayahnya.
Klimaks (puncak masalah)
Bari merasa putus asa karena tidak diterima oleh masyarakat dan tidak dapat mewujudkan cita-citanya menjadi pendekar lompat batu. Ia kemudian pergi ke batu pendekar pada malam hari.
Resolusi (penyelesaian)
Bang Ahem menolong Bari, memberikan dukungan, dan membuat tempat latihan Fahombo dari kardus bekas mi instan. Bari kembali memiliki semangat untuk meraih cita-citanya.