Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Legenda dan Gaya Bahasa Pendekar Sejati Bukit Matahari - Oleh Herlando -…
Legenda dan Gaya Bahasa
Pendekar Sejati Bukit Matahari - Oleh Herlando
Identitas cerita dan daerah asal
Provinsi: Sumatera Utara
Daerah budaya: Nias Selatan
Judul buku: Pendekar Sejati Bukit Matahari
Penulis: Salsa Putri Sadzwana
Tokoh utama: Bari: Umur 10 tahun.
Unsur kebahasaan
Kata sandang:
Sang: “sang surya” menyebut matahari dengan gaya sastra.
Si: “si Manusia Bulan” sebutan bagi Lawaendrona.
Kata keterangan waktu
Pagi: “Fajar baru saja tiba.”
Siang: “Suasana siang itu kian memanas.”
Malam: “Malam sudah tiba.”
Sejak pagi tadi: menunjukkan waktu yang dimulai pada pagi hari.
Beberapa hari ini: menunjukkan rentang waktu beberapa hari.
Kata seru
“Hap! Hap!” saat para pemuda melompati batu.
“Ohhh...” menunjukkan respons atau pemahaman.
“Ayo!” mengajak atau menyuruh seseorang melakukan sesuatu.
“Hahaha...” menggambarkan tawa tokoh.
Kata depan
di: di rumah, di desa, di atas batu.
ke: ke luar rumah, ke rumah Ina.
dari: dari Padang, dari kejauhan.
Kalimat langsung
“Keren, Bang! Keren!” ujar Bari.
“Siapa Kau?” tanya salah satu anak laki-laki.
“Aku Bari, Bang. Mungkin abang baru pertama kali melihatku karena memang aku baru pindah ke desa ini.”
Antonym
Siang = malam
Keluar = masuk
Tinggi = rendah
Kata kerja tempat
Di depan jendela
Di atas batu pendekar
Di dalam rumah
Di Desa Bawomataluo
Sinonim:
Marah/kesal: sama-sama menunjukkan emosi negatif.
Impian/harapan: berkaitan dengan sesuatu yang ingin diwujudkan.
Sedih/kecewa: berkaitan dengan perasaan negatif, meskipun maknanya tidak persis sama.
Kalimat tidaka langsung
Contoh dari teks: Bari berharap semua yang diceritakan Ina sejak dulu dapat terwujud secepatnya.
Contoh lain: Bang Ahem mengetahui penyebab Ina Lo’i menangis.
Gaya bahasa san ucapan
Gaya bahasa
Personifikasi: “Matahari mulai menepi.” Matahari digambarkan seolah-olah dapat melakukan tindakan seperti manusia.
Metafora: “Baginya, senja adalah kepingan surga.” Senja dibandingkan dengan sesuatu yang indah dan menenangkan.
Peribahasa/ungkapan: “Anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Menggambarkan sikap tetap melanjutkan tujuan meskipun mendapat ejekan.
Penggambaran suasana: “langit menjelma menjadi jubah malam bertabur jutaan bintang.” Membuat suasana malam terasa lebih indah dan imajinatif.
Cabang: Komentar dampak pilihan penulis
Penggunaan sinonim: memperkaya kosakata dan memperjelas emosi Bari.
Penggunaan antonim: menonjolkan perbedaan suasana dan keadaan.
Kata depan dan keterangan tempat: membantu pembaca memahami latar Nias dan pergerakan tokoh.
Keterangan waktu: membuat urutan kejadian lebih mudah diikuti.
Kata seru dan kalimat langsung: membuat percakapan terasa alami serta menunjukkan emosi tokoh.
Kalimat tidak langsung: membantu narator menjelaskan pikiran dan informasi tanpa harus selalu menampilkan dialog.
Kata sandang dan gaya bahasa: membuat cerita lebih ekspresif, menarik, dan kaya imajinasi.