Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ARITMIA, Erena Alia Maherrani (2406500003) Modul Gangguan Kardiovaskuler C…
ARITMIA
Konsep Dasar
Definisi
merupakan
Gangguan pada irama, frekuensi, atau jalur konduksi listrik jantung, di mana satu-satunya irama jantung yang normal adalah irama sinus normal
Prevalensi
sebanyak
Diperkirakan mencapai 1,5–5% populasi, dengan Fibrilasi Atrium (AF) sebagai jenis yang paling sering dijumpai
Klasifikasi laju
terbagi menjadi
Bradiaritmia (<60 bpm)
Sinus node dysfunction (sinus pause, sinus arrest, SA exit block)
yaitu
Penurunan automatisitas nodus SA dengan penghantaran impuls yang tetap normal
Blok AV: derajat 1, derajat 2 (Mobitz I/Wenckebach dan Mobitz II), derajat 3 (blok total)
Derajat 1
yaitu
Perlambatan konduksi di nodus AV, interval PR memanjang > 0,20 detik konstan16
Derajat 2 (Mobitz 1)
yaitu
Pemanjangan interval PR secara bertahap hingga satu gelombang P tidak diikuti kompleks QRS
Derajat 3
yaitu
Disosiasi total antara aktivitas atrium dan ventrikel
Derajat 2 (Mobit 2)
yaitu
Kegagalan konduksi mendadak tanpa pemanjangan PR sebelumnya, lokasi blok biasanya di bawah nodus AV
Takiaritmia (>100 bpm)
Supraventrikular (QRS sempit): AF, atrial flutter, AVNRT, AVRT, multifocal atrial tachycardia, junctional tachycardia, PAC
Ventrikular (QRS lebar): NSVT, sustained VT, VF, torsades de pointes, PVC
Faktor Risiko
berupa
usia lanjut, kelainan bawaan/genetik, riwayat keluarga, merokok, obat terlarang (kokain, amfetamin), alkohol berlebih, obat tertentu
Etiologi
berupa
Gangguan pembentukan impuls
berupa
automatisitas abnormal, triggered activity (EAD/DAD)
Gangguan penghantaran impuls
berupa
reentry (blok searah dan konduksi lambat)
Substrat struktural
berupa
remodeling atrium kiri, jaringan parut pascainfark, hipertensi pulmonal, CKD
Manifestasi Klinis dan Komplikasi
Gejala Umum
berupa
Palpitasi (sensasi jantung berdebar kuat/cepat), sesak napas, pusing, lemas berat, nyeri dada, hingga pingsan (sinkop)
Komplikasi Utama
berupa
Pembentukan trombus mural di atrium kiri yang dapat lepas menyebabkan stroke embolik (terutama pada AF), gagal jantung, serta kematian jantung mendadak (sudden cardiac death)
Prinsip Elektrofisiologi Jantung
Jenis sel otot jantung
Sel kontraktil (99%) → potensial istirahat stabil sekitar −90 mV, berfungsi memompa, tidak menginisiasi potensial aksi
Sel otoritmik (1%) → terdapat di nodus SA, nodus AV, dan sistem konduksi; potensial istirahat tidak stabil; menginisiasi impuls (autorhythmicity)
Sistem konduksi
Nodus SA → jalur internodal/interatrial → nodus AV (penundaan ±0,1 detik, atrial kick) → berkas His → cabang berkas kanan dan kiri → serat Purkinje
Potensial aksi sel kontraktil
Fase 0: depolarisasi cepat (Na⁺ masuk)
Fase 1: repolarisasi awal (Na⁺ menutup, K⁺ keluar)
Fase 2: plateau (Ca²⁺ tipe L masuk, efluks K⁺ berkurang)
Fase 3: repolarisasi akhir (Ca²⁺ inaktif, K⁺ keluar)
Fase 4: istirahat (K⁺ inward rectifier)
Potensial aksi sel otoritmik
Pacemaker potential → kanal If (funny channel) dan Ca²⁺ tipe T menuju ambang
Action potential → Ca²⁺ tipe L, lalu efluks K⁺
EKG
Gelombang P (<0,12 detik), interval PR (0,12–0,20 detik), QRS (<0,12 detik), segmen ST, gelombang T, QTc (<±440–460 ms)
Patofisiologi
Otomatisitas Abnormal (Abnormal Automaticity)
merupakan
Pencetusan impuls spontan dari sel di luar nodus SA akibat kondisi seperti hipoksemia atau hipokalemia
Aktivitas Terpicu (Triggered Activity)
merupakan
Pembentukan impuls yang dipicu oleh depolarisasi susulan (afterdepolarization)
terbagi menjadi
Early Afterdepolarization (EAD)
yaitu dimana
Terjadi pada fase 2 atau 3 potensial aksi, dipicu oleh hipokalemia, bradikardia, atau obat yang memanjangkan durasi potensial aksi
Delayed Afterdepolarization (DAD)
yaitu dimana
Terjadi pada fase 4 potensial aksi, dipicu oleh penumpukan kalsium intraseluler seperti pada toksisitas digitalis atau stimulasi katekolamin tinggi
Re-entri (Reentry)
merupakan
Gelombang impuls listrik berputar berulang dalam suatu sirkuit akibat adanya hambatan/blok konduksi searah (unidirectional block) dan jalur konduksi yang lambat
Patofisiologi AF
yaitu
fokus ektopik (vena pulmonalis), periode rentan (vulnerable period), fibrosis atrium (fibroblas → miofibroblas → kolagen), reentry multipel
Patofisiologi VF/VT
yaitu
reentry di sekitar jaringan parut, otomatisitas pada iskemia, SCD
Farmakologi Antiaritmia (Klasifikasi Vaughan-Williams)
Kelas I
yaitu
penghambat kanal Na⁺
terbagi menjadi
Kelas IA
yaitu
Na+ Channel Blocker sedang, misal Kuinidin, Prokainamid
untuk
1 more item...
Kelas IB
yaitu
Na+ Channel Blocker cepat, misal Lidokain, Meksiletin
untuk
1 more item...
Kelas IC
yaitu
Na+ Channel Blocker kuat, misal Flekainid, Propafenon
untuk
1 more item...
Kelas II
yaitu
Beta-Blocker, misal Bisoprolol, Metoprolol
untuk
Menekan stimulasi simpatis pada nodus SA dan AV
Kelas III
yaitu
K+ Channel Blocker, misal Amiodaron, Sotalol
untuk
Memanjangkan durasi potensial aksi dan periode refrakter
Kelas IV
yaitu
Ca2+ Channel Blocker Non-DHP, misal Verapamil, Diltiazem
untuk
Memperlambat konduksi nodus AV
Tatalaksana Kondisi Khusus
Ibu hamil
yaitu
kendali laju lini 1 β-bloker selektif (hindari atenolol); antikoagulan HBMR/HTT; warfarin dihindari pada trimester 1
Ibu menyusui
yaitu
metoprolol, propranolol, labetalol, dan digoksin relatif aman; atenolol dihindari
Geriatri
yaitu
AVK sebagai lini pertama pada usia >75 tahun di Asia-Pasifik, target INR 1,6–2,6
Gangguan organ
yaitu
gagal jantung (hindari CCB non-DHP), kelainan katup (umumnya kendali laju), SKA (hindari digoksin), penyakit paru (hindari β-bloker non-selektif)
Monitoring, Keamanan Obat, dan Terapi Penunjang
Monitoring keberhasilan terapi
berupa
Gejala klinis
seperti
palpitasi, toleransi aktivitas, pusing/sinkop, frekuensi dan durasi episode
Objektif
seperti
EKG, denyut jantung 60–100 x/menit, tekanan darah, laju napas
Laboratorium
seperti
darah lengkap, elektrolit, ureum dan kreatinin, CK-MB/troponin, BNP/NT-proBNP
Keamanan obat (efek samping dan interaksi)
seperti
Lidokain: toksisitas SSP
Flekainid: proaritmia
β-bloker: bradikardia
Amiodaron: toksisitas paru, hati, dan tiroid
Verapamil: konstipasi, bradikardia
Digoksin: toksisitas digitalis
Adenosin: flushing, asistol singkat
Warfarin: perdarahan, banyak interaksi (NSAID, antibiotik, vitamin K)
Non-farmakologi
seperti
penurunan berat badan (>10%), aktivitas fisik teratur, ablasi kateter/PVI, kardioversi elektrik (DCCV)
keamanan
dilakukan
Pemantauan kadar elektrolit darah (kalium, magnesium), fungsi ginjal (ureum, kreatinin), serta pemantauan efek samping spesifik obat (seperti fungsi tiroid dan hati pada amiodaron)
Tatalaksana Fibrilasi Atrium
Pencegahan Tromboemboli / Stroke
dengan
Skor CHA₂DS₂-VASc (risiko stroke), HAS-BLED (risiko perdarahan), SAMe-TT₂R₂ (pemilihan AVK vs AKD)
AVK (warfarin, target INR 2,0–3,0, TTR >70%) menjadi pilihan pada FA valvular
AKD (dabigatran, rivaroksaban, apiksaban, edoksaban) diutamakan pada FA nonvalvular
Antiplatelet tidak direkomendasikan untuk pencegahan stroke pada AF
untuk
Stroke iskemik akut, pencegahan sekunder, dan perdarahan aktif
Kendali Laju (Rate Control)
dengan
Memperlambat konduksi AV menggunakan Beta-blocker, Non-DHP CCB, atau Digoksin (target awal denyut jantung < 110 bpm)
Kendali Irama (Rhythm Control)
dengan
Mengembalikan irama sinus normal melalui kardioversi (elektrik/farmakologis dengan Amiodaron/Propafenon), obat antiaritmia pemeliharaan, atau ablasi kateter
Tatalaksana AF Internasional (ESC 2024)
Konsep AF-CARE
yaitu
C (komorbiditas dan faktor risiko), A (hindari stroke), R (kendali laju dan irama), E (evaluasi ulang)
Berdasarkan tipe AF
First-diagnosed: stabilitas hemodinamik, lalu evaluasi LVEF
Paroxysmal: AF-CARE, kendali laju, lalu kendali irama dengan shared decision-making
Persistent: AF-CARE, kendali laju, kendali irama, lalu penanganan kekambuhan (ablasi)
Permanent: kendali laju; ablasi nodus AV + pacemaker bila gagal
Pemilihan obat berdasarkan LVEF
HFrEF (≤40%): amiodaron
HFmrEF/CAD/penyakit katup: amiodaron, dronedaron, atau sotalol
Tanpa/minimal penyakit jantung: dronedaron, flekainid, propafenon, atau sotalol
Erena Alia Maherrani (2406500003) Modul Gangguan Kardiovaskuler C