Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Hakikat Manusia, Ilmu, dan Paradigma (Barat vs. Islam) - Coggle Diagram
Hakikat Manusia, Ilmu, dan Paradigma (Barat vs. Islam)
- Hakikat Manusia dalam Konteks Ilmu
(a) Definisi Penerima & Pengembang: Manusia adalah subjek sekaligus objek yang dibekali akal/potensi untuk menerima pengetahuan serta mengembangkannya demi peradaban.
(b) Pentingnya Pemahaman: Menjadi landasan arah tujuan pendidikan, metode belajar, dan pembentukan karakter manusia yang utuh.
- Paradigma Barat tentang Hakikat Manusia
- Paradigma Barat tentang Hakikat Manusia
-
c. Implikasi Pendidikan: Pendidikan berpusat pada rasio, penguasaan sains-teknologi empiris, dan kebebasan berpikir individual.
- Paradigma Timur (Islam) tentang Hakikat Manusia
a. Pandangan Islam:
Konsep Ruh & Jasad: Manusia terdiri dari elemen material (tanah/jasad) dan immaterial (ruh/ciptaan Ilahi).
-
b. Tradisi Ilmu Islam:
Epistemologi Islam: Sumber ilmu bersumber dari panca indra, akal rasional, intuisi (qalb), dan wahyu mutlak.
Peran Akal & Wahyu: Akal berfungsi memahami tanda-tanda semesta, sementara wahyu menjadi penuntun kebenaran mutlak.
c. Implikasi Pendidikan: Membentuk insan kamil (manusia paripurna) yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, moral, dan spiritual.
- Perbandingan Paradigma Barat dan Timur
c. Sintesis Pemikiran: Memadukan ketajaman metode ilmiah-teknologis Barat dengan landasan etika-spiritual Islam dalam sistem pendidikan modern.
a. Kesamaan & Perbedaan: Sama-sama memaksimalkan potensi akal; perbedaannya terletak pada pengakuan dimensi spiritual/wahyu (Timur/Islam) vs. orientasi sekuler/empiris murni (Barat).
b. Pengaruh Budaya: Latar belakang nilai sekuler-liberal (Barat) membentuk pandangan antrosentris, sedangkan nilai teosentris (Timur/Islam) berpusat pada hubungan manusia dengan Tuhan.