Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pengantar Psikologi - Coggle Diagram
Pengantar Psikologi
Tokoh dan Konsepnya (Contekan cepat)
Wundt
Voluntarism, apersepsi, perhatian, lab eksperimen
Titchener
Strukturalisme, bricks of the mind, introspeksi analitik
Bain
Prinsip Spencer–Bain: akibat mengubah frekuensi perilaku
Fechner
Psychophysics, absolute dan difference threshold
Helmholtz
Sensasi, stimulus, persepsi, ilusi optik
Leibniz
Ambang antara sadar dan tidak sadar
Watson
Behavior Manifesto, Little Albert
Thorndike
Law of Effect, Connectionism
Pavlov
Classical conditioning
Skinner
Operant conditioning, reinforcement
Freud
Psikoanalisis, id-ego-superego, mekanisme pertahanan
Bruner
A Study of Thinking, cara pikiran membentuk makna
Neisser
Psikologi kognitif, pemrosesan informasi
Piaget
Tahap perkembangan kognitif
Kohlberg
Tahap perkembangan moral
Sering Tertukar (Bagian yang gampang salah)
Sensations vs Affections
sensasi = pengalaman dari indra; afeksi = rasa senang atau tidak senang
Absolute vs Difference threshold
absolute = apakah stimulus terdeteksi; difference = apakah dua stimulus terasa beda
Stimulus vs Persepsi
stimulus = rangsangan fisik; persepsi = apa yang kita alami di pikiran
Law of Effect vs Connectionism
Law of Effect = akibat memengaruhi pengulangan; Connectionism = situasi terhubung dengan respons
UCS vs CS
UCS memicu respons secara alami; CS baru memicu respons setelah dipasangkan
Classical vs Operant
classical = hubungan antar-stimulus (Pavlov); operant = hubungan perilaku dan akibatnya (Skinner)
Negative reinforcement vs Hukuman
negative reinforcement MENAIKKAN perilaku dengan menghilangkan hal tak enak; hukuman bukan itu
Fiksasi vs Regresi
fiksasi = terpaku di satu tahap; regresi = balik ke perilaku tahap sebelumnya
Displacement vs Sublimasi
displacement = melampiaskan ke sasaran lain; sublimasi = menyalurkan ke hal positif
Proyeksi vs Reaction formation
proyeksi = perasaan sendiri dianggap milik orang lain; reaction formation = bersikap berlawanan dengan perasaan asli
Psikologi kognitif vs Neurosains kognitif
kognitif = fokus pada proses mental dan pemrosesan informasi; neurosains kognitif = fokus pada kaitan fungsi mental dengan otak dan proses saraf
Piaget vs Kohlberg
Piaget = tahap perkembangan berpikir; Kohlberg = tahap perkembangan moral
Kognitif
Fokus utama
Belajar, proses mental, dan cara kerja pikiran. Beda dari behaviorisme yang hanya mempelajari perilaku yang teramati
Tokoh awal
Jerome Bruner (1950-an)
Buku A Study of Thinking: proses dinamis antara pikiran, informasi, dan cara pikiran membentuk makna
Ulric Neisser
Menekankan proses mental, proses berpikir, dan pemrosesan informasi
Bidang kajian
sensasi, persepsi, imaging, memori, pemecahan masalah, proses berpikir
Gagasan
setiap fenomena psikologis adalah fenomena kognitif
Kenapa muncul?
Masa perang dunia
komputer dibuat untuk menghitung tembakan meriam secara akurat
Analogi komputer
hardware = perilaku; software = pikiran (fokus kognisi); program = serangkaian instruksi atau simbol yang diproses
Pengaruh Gestalt
prinsip: figure-ground, proximity, similarity, closure, continuity, past experience, symmetry
Kritik pada behaviorisme
Manusia bukan hanya perilaku (hardware), tapi juga pikiran (software). Pikiran berisi instruksi dan simbol. Tugas psikolog: memahami kognisi manusia
Apa itu kognisi?
Semua proses ketika masukan dari indra diubah, dikurangi, diolah, disimpan, dipanggil kembali, dan dipakai
Topik kajian
sensasi, persepsi, perhatian, kognisi visual dan auditori, imagery, retensi, recall, berpikir, pengenalan objek, bahasa, memori, pemecahan masalah
Konsep penting
Mnemonic
strategi untuk mengingat (contoh: buku-buku jari untuk mengingat jumlah hari tiap bulan)
Flashbulb memory
ingatan sangat kuat karena terjadi peristiwa penting
Icon
representasi stimulus yang tetap ada meski stimulusnya sudah tidak ada
Pattern recognition
stimulus berbeda sering ditafsirkan sama (contoh: biskuit Roma Malkist ≈ Khong Guan; huruf A tulisan tangan yang bentuknya beda-beda)
Alat tes kognitif
Perkembangan psikologi kognitif melahirkan alat tes seperti tes inteligensi yang masih dipakai sampai sekarang
Contoh
Raven (Standard Progressive Matrices), WISC-V
Jean Piaget
4 tahap perkembangan kognitif
Sensorimotor (bayi–2 th)
memahami object permanence
Preoperasional (2–7 th)
memahami sistem, simbol, bahasa
Operasional konkret (7–11 th)
pemecahan masalah sederhana
Operasional formal (11 th–dewasa)
berpikir abstrak
Lawrence Kohlberg
Tahap perkembangan moral
Prakonvensional
patuh dan takut hukuman; 2. individualisme dan tukar-menukar
Konvensional
menjaga hubungan baik; 4. menjaga ketertiban sosial
Pascakonvensional
kontrak sosial dan hak individu; 6. prinsip universal
Neuropsikologi / neurosains kognitif
Meneliti semua fungsi mental yang terkait dengan otak dan proses saraf
Teknologi
MRI dan pemindaian otak merekam proses kognitif
Terkait dengan
neurolog, psikolog kognitif, psikolog klinis
Psikoanalisis (Minggu 3)
Sigmund Freud (1856–1939)
Belajar kedokteran, fisiologi otak, dan filsafat. Berpendapat perilaku sangat dipengaruhi hal yang tidak disadari
Belajar dari Charcot
ahli hipnosis
Studi kasus
fobia dan gejala histeria dikaitkan dengan trauma lama yang terlupakan
Masa kecil
pengalaman masa kanak-kanak memengaruhi kepribadian dewasa
Teori gunung es
Sadar
puncak kecil yang terlihat
Prasadar
lapisan tengah: ingatan dan pengetahuan tersimpan
Tidak sadar
bagian besar di bawah air: dorongan, konflik, pengalaman terlupakan
Id, Ego, Superego
Tiga bagian kepribadian
Id
ingin senang sekarang juga (pleasure principle)
Ego
cari cara realistis lewat berpikir dan merencanakan (reality principle, secondary process)
Superego
suara moral: mana benar dan salah
Contoh tas mahal
Id: “beli sekarang!” Superego: “jangan boros.” Ego: “menabung dulu.”
Naluri
Dorongan bawaan
Life instincts
seks, makan, minum
Death instinct
dorongan agresif
Mekanisme pertahanan
Cara tidak sadar untuk meredakan cemas, bisa membelokkan persepsi terhadap kenyataan
Represi
mendorong pengalaman tak enak keluar dari kesadaran (contoh: takut tongkat karena dulu dihukum dengan tongkat)
Proyeksi
“Aku benci dia” jadi “Dia benci aku”
Reaction formation
bersikap berlawanan dengan perasaan asli (benci tapi baik berlebihan)
Fiksasi
terpaku di satu tahap karena tahap berikutnya bikin cemas (contoh: usia 20 tahun takut pergi tanpa orang tua)
Regresi
kembali ke perilaku lama (cemas → mengisap jempol)
Identifikasi
meniru orang lain
Displacement
melampiaskan ke sasaran lain (dimarahi bos, marah ke keluarga)
Sublimasi
menyalurkan dorongan ke hal positif (olahraga, seni)
Rasionalisasi
membuat alasan masuk akal untuk motif sebenarnya
5 tahap psikoseksual
Sumber kepuasan berpindah seiring usia
Oral (0–1 th)
mulut: mengisap, menelan. Jika tidak tuntas: argumentatif, sarkastik, merokok, mengunyah
Anal (0–3 th)
buang air / toilet training. Jika tidak tuntas: tertutup, sangat teratur, pelit, pasif-agresif
Falik (3–5 th)
alat kelamin; muncul Oedipus Complex
Laten (5–12 th)
dorongan ada tapi tidak tampak
Genital (13–20 th)
hubungan dengan orang lain. Jika tidak tuntas: narsistik (kaitan sifat ini hanya menurut teori, bukan ramalan sifat seseorang)
Oedipus Complex
Dibahas di tahap falik (3–5 tahun). Ini teori Freud, bukan fakta untuk semua anak
Anak laki-laki
dekat dengan ibu, ayah dianggap saingan, takut kastrasi, lalu meniru ayah
Anak perempuan
penis envy dan kasih sayang bergeser ke ayah
Gangguan mental menurut Freud
Gejala dikaitkan dengan trauma, konflik, atau dorongan tak sadar. Contoh: fobia dari kejadian lama yang terlupakan
Talk therapy
Bicara bebas tentang pengalaman dan konflik agar yang tersembunyi jadi disadari
Behaviorisme (Minggu 2)
Ide utama
Pelajari perilaku yang bisa diamati dan diukur. Stimulus (pemicu) → Respons (reaksi). Contoh: alarm bunyi → bangun.
John B. Watson
Behavior Manifesto (1913)
Psikologi = ilmu eksperimen
Tujuan: memprediksi dan mengendalikan perilaku
Fokus pada stimulus dan respons, bukan kesadaran
Manusia dan hewan diteliti dengan cara objektif dan seragam
Menolak penjelasan yang hanya berdasar tujuan pribadi atau pengalaman subjektif
Little Albert
Contoh pengkondisian rasa takut. Takut bisa dipelajari.
Langkah 1
Albert awalnya tidak takut tikus putih
Langkah 2
tikus dipasangkan dengan suara keras yang mengagetkan
Langkah 3
Albert mulai takut saat melihat tikus
Langkah 4
tikus saja sudah memicu rasa takut
Edward Thorndike (1874–1949)
Belajar pada hewan
Law of Effect
hasil baik → diulang, hasil buruk → dikurangi (belajar rutin lalu nilai bagus → kebiasaan dipertahankan)
Connectionism
situasi tertentu terhubung dengan respons tertentu (dosen umumkan kuis → mulai belajar lebih awal)
Ivan Pavlov (1849–1936)
Classical conditioning, diteliti lewat air liur anjing
Sebelum
makanan → air liur
Selama
bel + makanan → air liur (dipasangkan berulang)
Sesudah
bel saja → air liur
UCS
makanan (pemicu alami)
UCR
air liur karena makanan (respons alami)
CS
bel setelah dipasangkan dengan makanan
CR
air liur karena bel (respons hasil belajar)
Extinction
bel terus dibunyikan tanpa makanan → respons berkurang (tidak langsung hilang dalam sekali coba)
Refleks
tak terkondisi = bawaan (liur saat makan); terkondisi = hasil belajar (liur saat bel)
Kekuatan respons
stimulus lemah → respons lemah, stimulus kuat → respons kuat
B. F. Skinner (1904–1990)
Operant conditioning: perilaku dipengaruhi akibatnya. Contoh: tikus menekan tuas lalu dapat makanan, jadi makin sering menekan
Positive reinforcement
menambah hal menyenangkan → perilaku diulang (contoh: nilai tambahan setelah tugas bagus)
Negative reinforcement
menghilangkan hal tidak enak → perilaku diulang (contoh: alarm berhenti setelah bangun). Bukan hukuman!
Classical vs Operant
Classical
belajar dari hubungan dua stimulus; refleks otomatis (anjing dan bel)
Operant
belajar dari akibat perilaku (tikus menekan tuas dapat makanan)
3 metode
Observasi
Conditioned-reflex
Testing
Pengantar Psikologi
Dasar Psikologi (Minggu 1)
Apa itu psikologi?
Ilmu tentang cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak, yang ikut dipengaruhi budaya.
3 sistem ABC
Ketiganya saling memengaruhi
Affective
perasaan dan emosi
Behavioral
tindakan yang bisa dilihat
Cognitive
berpikir dan aktivitas mental
6 aliran psikologi
Cara pandang berbeda untuk memahami manusia
Strukturalisme
Behaviorisme
Psikoanalisis
Gestalt
Kognitif
Konstruksionisme sosial
Psikologi di Indonesia
Slamet Iman Santoso
Bapak Psikologi Indonesia, psikiater, perintis Fakultas Psikologi
Balai Psikoteknik
fokus pada tes (asesmen), sampai psikologi dijuluki “tukang tes”
Fuad Hasan
Psikologi Kita: pahami orang Indonesia lewat budayanya
Johana Prawitasari
tokoh psikologi Indonesia
Pendidikan psikologi zaman dulu
Sekitar 8 tahun, termasuk tahap praktik (stage)
Wawancara klien
Melakukan tes psikologi
Menulis laporan hasil pemeriksaan
Psikologi Kita (We-Psychology)
Untuk memahami perilaku orang Indonesia, kita perlu memahami budayanya, karena budaya ikut menentukan tindakan (Takwin, 2019)
Fakultas Psikologi Universitas Ciputra
Tahun berdiri dan keunikannya tidak ada jawabannya di PPT, jadi cari tahu sendiri kalau diujikan
Strukturalisme (Minggu 1)
Ide utama
Pengalaman yang rumit dipahami dengan memecahnya jadi bagian terkecil. Contoh: melihat bunga = warna + bentuk + terang + rasa senang.
Wilhelm Wundt
Orang Jerman, pendiri lab psikologi eksperimen
Voluntarism
pikiran menyusun elemen-elemen kesadaran
Apersepsi
pikiran mengatur pengalaman supaya masuk akal
Perhatian
fokus pada hal yang penting
Psikologi budaya
bahasa, mitos, adat, nilai (10 jilid)
Edward Titchener
Membawa psikologi eksperimen ke Amerika
Bricks of the mind
pikiran seperti rumah dari batu bata: pahami bata dasarnya
Introspeksi analitik
mengamati pengalaman sadar: warna, bentuk, intensitas
Sensations
pengalaman dari indra, punya 4 sifat
Quality
jenis, misal merah atau biru
Intensity
kuat atau lemah
Duration
berapa lama
Clearness
jelas atau samar
Affections
perasaan
Pleasant
menyenangkan
Unpleasant
tidak menyenangkan
Alexander Bain
Proses asosiasi dan prinsip Spencer–Bain
Asosiasi
pikiran punya dasar di otak lewat hubungan antar-elemen mental
Perilaku diikuti hal menyenangkan
makin sering dilakukan
Perilaku diikuti hal menyakitkan
makin jarang dilakukan
Gustav Fechner (1801–1887)
Fisikawan dan filsuf. Psychophysics: hubungan rangsangan fisik dan pengalaman. Bukunya: Elements of Psychophysics
Yang dipelajari
persepsi warna dan afterimage (bayangan yang tertinggal setelah melihat objek)
Mengukur sensasi
tidak bisa langsung, tapi dibandingkan antar-stimulus
Absolute threshold
batas stimulus paling lemah yang masih terdeteksi
Difference threshold
batas perbedaan dua stimulus yang masih terasa
Hermann Helmholtz (1821–1894)
Meneliti fisiologi penglihatan dan pendengaran
Stimulus
rangsangan fisik
Persepsi
pengalaman mental, bisa beda dari aslinya
Ilusi optik
dua garis sama panjang terlihat beda karena arah panah di ujungnya
Leibniz (1646–1716)
Ada batas antara sensasi yang disadari dan tidak. Contoh: suara latar yang sangat pelan tidak terasa, suara yang jelas langsung menarik perhatian
Behaviorisme (Minggu 2)
Ide utama
Pelajari perilaku yang bisa diamati dan diukur. Stimulus (pemicu) → Respons (reaksi). Contoh: alarm bunyi → bangun.
John B. Watson
Behavior Manifesto (1913)
Psikologi = ilmu eksperimen
Tujuan: memprediksi dan mengendalikan perilaku
Fokus pada stimulus dan respons, bukan kesadaran
Manusia dan hewan diteliti dengan cara objektif dan seragam
Menolak penjelasan yang hanya berdasar tujuan pribadi atau pengalaman subjektif
Little Albert
Contoh pengkondisian rasa takut. Takut bisa dipelajari.
Langkah 1
Albert awalnya tidak takut tikus putih
Langkah 2
tikus dipasangkan dengan suara keras yang mengagetkan
Langkah 3
Albert mulai takut saat melihat tikus
Langkah 4
tikus saja sudah memicu rasa takut
Edward Thorndike (1874–1949)
Belajar pada hewan
Law of Effect
hasil baik → diulang, hasil buruk → dikurangi (belajar rutin lalu nilai bagus → kebiasaan dipertahankan)
Connectionism
situasi tertentu terhubung dengan respons tertentu (dosen umumkan kuis → mulai belajar lebih awal)
Ivan Pavlov (1849–1936)
Classical conditioning, diteliti lewat air liur anjing
Sebelum
makanan → air liur
Selama
bel + makanan → air liur (dipasangkan berulang)
Sesudah
bel saja → air liur
UCS
makanan (pemicu alami)
UCR
air liur karena makanan (respons alami)
CS
bel setelah dipasangkan dengan makanan
CR
air liur karena bel (respons hasil belajar)
Extinction
bel terus dibunyikan tanpa makanan → respons berkurang (tidak langsung hilang dalam sekali coba)
Refleks
tak terkondisi = bawaan (liur saat makan); terkondisi = hasil belajar (liur saat bel)
Kekuatan respons
stimulus lemah → respons lemah, stimulus kuat → respons kuat
B. F. Skinner (1904–1990)
Operant conditioning: perilaku dipengaruhi akibatnya. Contoh: tikus menekan tuas lalu dapat makanan, jadi makin sering menekan
Positive reinforcement
menambah hal menyenangkan → perilaku diulang (contoh: nilai tambahan setelah tugas bagus)
Negative reinforcement
menghilangkan hal tidak enak → perilaku diulang (contoh: alarm berhenti setelah bangun). Bukan hukuman!
Classical vs Operant
Classical
belajar dari hubungan dua stimulus; refleks otomatis (anjing dan bel)
Operant
belajar dari akibat perilaku (tikus menekan tuas dapat makanan)
3 metode
Observasi
Conditioned-reflex
Testing
Psikoanalisis (Minggu 3)
Sigmund Freud (1856–1939)
Belajar kedokteran, fisiologi otak, dan filsafat. Berpendapat perilaku sangat dipengaruhi hal yang tidak disadari
Belajar dari Charcot
ahli hipnosis
Studi kasus
fobia dan gejala histeria dikaitkan dengan trauma lama yang terlupakan
Masa kecil
pengalaman masa kanak-kanak memengaruhi kepribadian dewasa
Teori gunung es
Sadar
puncak kecil yang terlihat
Prasadar
lapisan tengah: ingatan dan pengetahuan tersimpan
Tidak sadar
bagian besar di bawah air: dorongan, konflik, pengalaman terlupakan
Id, Ego, Superego
Tiga bagian kepribadian
Id
ingin senang sekarang juga (pleasure principle)
Ego
cari cara realistis lewat berpikir dan merencanakan (reality principle, secondary process)
Superego
suara moral: mana benar dan salah
Contoh tas mahal
Id: “beli sekarang!” Superego: “jangan boros.” Ego: “menabung dulu.”
Naluri
Dorongan bawaan
Life instincts
seks, makan, minum
Death instinct
dorongan agresif
Mekanisme pertahanan
Cara tidak sadar untuk meredakan cemas, bisa membelokkan persepsi terhadap kenyataan
Represi
mendorong pengalaman tak enak keluar dari kesadaran (contoh: takut tongkat karena dulu dihukum dengan tongkat)
Proyeksi
“Aku benci dia” jadi “Dia benci aku”
Reaction formation
bersikap berlawanan dengan perasaan asli (benci tapi baik berlebihan)
Fiksasi
terpaku di satu tahap karena tahap berikutnya bikin cemas (contoh: usia 20 tahun takut pergi tanpa orang tua)
Regresi
kembali ke perilaku lama (cemas → mengisap jempol)
Identifikasi
meniru orang lain
Displacement
melampiaskan ke sasaran lain (dimarahi bos, marah ke keluarga)
Sublimasi
menyalurkan dorongan ke hal positif (olahraga, seni)
Rasionalisasi
membuat alasan masuk akal untuk motif sebenarnya
5 tahap psikoseksual
Sumber kepuasan berpindah seiring usia
Oral (0–1 th)
mulut: mengisap, menelan. Jika tidak tuntas: argumentatif, sarkastik, merokok, mengunyah
Anal (0–3 th)
buang air / toilet training. Jika tidak tuntas: tertutup, sangat teratur, pelit, pasif-agresif
Falik (3–5 th)
alat kelamin; muncul Oedipus Complex
Laten (5–12 th)
dorongan ada tapi tidak tampak
Genital (13–20 th)
hubungan dengan orang lain. Jika tidak tuntas: narsistik (kaitan sifat ini hanya menurut teori, bukan ramalan sifat seseorang)
Oedipus Complex
Dibahas di tahap falik (3–5 tahun). Ini teori Freud, bukan fakta untuk semua anak
Anak laki-laki
dekat dengan ibu, ayah dianggap saingan, takut kastrasi, lalu meniru ayah
Anak perempuan
penis envy dan kasih sayang bergeser ke ayah
Gangguan mental menurut Freud
Gejala dikaitkan dengan trauma, konflik, atau dorongan tak sadar. Contoh: fobia dari kejadian lama yang terlupakan
Talk therapy
Bicara bebas tentang pengalaman dan konflik agar yang tersembunyi jadi disadari
Kognitif
Fokus utama
Belajar, proses mental, dan cara kerja pikiran. Beda dari behaviorisme yang hanya mempelajari perilaku yang teramati
Tokoh awal
Jerome Bruner (1950-an)
Buku A Study of Thinking: proses dinamis antara pikiran, informasi, dan cara pikiran membentuk makna
Ulric Neisser
Menekankan proses mental, proses berpikir, dan pemrosesan informasi
Bidang kajian
sensasi, persepsi, imaging, memori, pemecahan masalah, proses berpikir
Gagasan
setiap fenomena psikologis adalah fenomena kognitif
Kenapa muncul?
Masa perang dunia
komputer dibuat untuk menghitung tembakan meriam secara akurat
Analogi komputer
hardware = perilaku; software = pikiran (fokus kognisi); program = serangkaian instruksi atau simbol yang diproses
Pengaruh Gestalt
prinsip: figure-ground, proximity, similarity, closure, continuity, past experience, symmetry
Kritik pada behaviorisme
Manusia bukan hanya perilaku (hardware), tapi juga pikiran (software). Pikiran berisi instruksi dan simbol. Tugas psikolog: memahami kognisi manusia
Apa itu kognisi?
Semua proses ketika masukan dari indra diubah, dikurangi, diolah, disimpan, dipanggil kembali, dan dipakai
Topik kajian
sensasi, persepsi, perhatian, kognisi visual dan auditori, imagery, retensi, recall, berpikir, pengenalan objek, bahasa, memori, pemecahan masalah
Konsep penting
Mnemonic
strategi untuk mengingat (contoh: buku-buku jari untuk mengingat jumlah hari tiap bulan)
Flashbulb memory
ingatan sangat kuat karena terjadi peristiwa penting
Icon
representasi stimulus yang tetap ada meski stimulusnya sudah tidak ada
Pattern recognition
stimulus berbeda sering ditafsirkan sama (contoh: biskuit Roma Malkist ≈ Khong Guan; huruf A tulisan tangan yang bentuknya beda-beda)
Alat tes kognitif
Perkembangan psikologi kognitif melahirkan alat tes seperti tes inteligensi yang masih dipakai sampai sekarang
Contoh
Raven (Standard Progressive Matrices), WISC-V
Jean Piaget
4 tahap perkembangan kognitif
Sensorimotor (bayi–2 th)
memahami object permanence
Preoperasional (2–7 th)
memahami sistem, simbol, bahasa
Operasional konkret (7–11 th)
pemecahan masalah sederhana
Operasional formal (11 th–dewasa)
berpikir abstrak
Lawrence Kohlberg
Tahap perkembangan moral
Prakonvensional
patuh dan takut hukuman; 2. individualisme dan tukar-menukar
Konvensional
menjaga hubungan baik; 4. menjaga ketertiban sosial
Pascakonvensional
kontrak sosial dan hak individu; 6. prinsip universal
Neuropsikologi / neurosains kognitif
Meneliti semua fungsi mental yang terkait dengan otak dan proses saraf
Teknologi
MRI dan pemindaian otak merekam proses kognitif
Terkait dengan
neurolog, psikolog kognitif, psikolog klinis
Sering Tertukar (Bagian yang gampang salah)
Sensations vs Affections
sensasi = pengalaman dari indra; afeksi = rasa senang atau tidak senang
Absolute vs Difference threshold
absolute = apakah stimulus terdeteksi; difference = apakah dua stimulus terasa beda
Stimulus vs Persepsi
stimulus = rangsangan fisik; persepsi = apa yang kita alami di pikiran
Law of Effect vs Connectionism
Law of Effect = akibat memengaruhi pengulangan; Connectionism = situasi terhubung dengan respons
UCS vs CS
UCS memicu respons secara alami; CS baru memicu respons setelah dipasangkan
Classical vs Operant
classical = hubungan antar-stimulus (Pavlov); operant = hubungan perilaku dan akibatnya (Skinner)
Negative reinforcement vs Hukuman
negative reinforcement MENAIKKAN perilaku dengan menghilangkan hal tak enak; hukuman bukan itu
Fiksasi vs Regresi
fiksasi = terpaku di satu tahap; regresi = balik ke perilaku tahap sebelumnya
Displacement vs Sublimasi
displacement = melampiaskan ke sasaran lain; sublimasi = menyalurkan ke hal positif
Proyeksi vs Reaction formation
proyeksi = perasaan sendiri dianggap milik orang lain; reaction formation = bersikap berlawanan dengan perasaan asli
Psikologi kognitif vs Neurosains kognitif
kognitif = fokus pada proses mental dan pemrosesan informasi; neurosains kognitif = fokus pada kaitan fungsi mental dengan otak dan proses saraf
Piaget vs Kohlberg
Piaget = tahap perkembangan berpikir; Kohlberg = tahap perkembangan moral
Tokoh dan Konsepnya (Contekan cepat)
Wundt
Voluntarism, apersepsi, perhatian, lab eksperimen
Titchener
Strukturalisme, bricks of the mind, introspeksi analitik
Bain
Prinsip Spencer–Bain: akibat mengubah frekuensi perilaku
Fechner
Psychophysics, absolute dan difference threshold
Helmholtz
Sensasi, stimulus, persepsi, ilusi optik
Leibniz
Ambang antara sadar dan tidak sadar
Watson
Behavior Manifesto, Little Albert
Thorndike
Law of Effect, Connectionism
Pavlov
Classical conditioning
Skinner
Operant conditioning, reinforcement
Freud
Psikoanalisis, id-ego-superego, mekanisme pertahanan
Bruner
A Study of Thinking, cara pikiran membentuk makna
Neisser
Psikologi kognitif, pemrosesan informasi
Piaget
Tahap perkembangan kognitif
Kohlberg
Tahap perkembangan moral
Dasar Psikologi (Minggu 1)
Apa itu psikologi?
Ilmu tentang cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak, yang ikut dipengaruhi budaya.
3 sistem ABC
Ketiganya saling memengaruhi
Affective
perasaan dan emosi
Behavioral
tindakan yang bisa dilihat
Cognitive
berpikir dan aktivitas mental
6 aliran psikologi
Cara pandang berbeda untuk memahami manusia
Strukturalisme
Behaviorisme
Psikoanalisis
Gestalt
Kognitif
Konstruksionisme sosial
Psikologi di Indonesia
Slamet Iman Santoso
Bapak Psikologi Indonesia, psikiater, perintis Fakultas Psikologi
Balai Psikoteknik
fokus pada tes (asesmen), sampai psikologi dijuluki “tukang tes”
Fuad Hasan
Psikologi Kita: pahami orang Indonesia lewat budayanya
Johana Prawitasari
tokoh psikologi Indonesia
Pendidikan psikologi zaman dulu
Sekitar 8 tahun, termasuk tahap praktik (stage)
Wawancara klien
Melakukan tes psikologi
Menulis laporan hasil pemeriksaan
Psikologi Kita (We-Psychology)
Untuk memahami perilaku orang Indonesia, kita perlu memahami budayanya, karena budaya ikut menentukan tindakan (Takwin, 2019)
Fakultas Psikologi Universitas Ciputra
Tahun berdiri dan keunikannya tidak ada jawabannya di PPT, jadi cari tahu sendiri kalau diujikan
Strukturalisme (Minggu 1)
Ide utama
Pengalaman yang rumit dipahami dengan memecahnya jadi bagian terkecil. Contoh: melihat bunga = warna + bentuk + terang + rasa senang.
Wilhelm Wundt
Orang Jerman, pendiri lab psikologi eksperimen
Voluntarism
pikiran menyusun elemen-elemen kesadaran
Apersepsi
pikiran mengatur pengalaman supaya masuk akal
Perhatian
fokus pada hal yang penting
Psikologi budaya
bahasa, mitos, adat, nilai (10 jilid)
Edward Titchener
Membawa psikologi eksperimen ke Amerika
Bricks of the mind
pikiran seperti rumah dari batu bata: pahami bata dasarnya
Introspeksi analitik
mengamati pengalaman sadar: warna, bentuk, intensitas
Sensations
pengalaman dari indra, punya 4 sifat
Quality
jenis, misal merah atau biru
Intensity
kuat atau lemah
Duration
berapa lama
Clearness
jelas atau samar
Affections
perasaan
Pleasant
menyenangkan
Unpleasant
tidak menyenangkan
Alexander Bain
Proses asosiasi dan prinsip Spencer–Bain
Asosiasi
pikiran punya dasar di otak lewat hubungan antar-elemen mental
Perilaku diikuti hal menyenangkan
makin sering dilakukan
Perilaku diikuti hal menyakitkan
makin jarang dilakukan
Gustav Fechner (1801–1887)
Fisikawan dan filsuf. Psychophysics: hubungan rangsangan fisik dan pengalaman. Bukunya: Elements of Psychophysics
Yang dipelajari
persepsi warna dan afterimage (bayangan yang tertinggal setelah melihat objek)
Mengukur sensasi
tidak bisa langsung, tapi dibandingkan antar-stimulus
Absolute threshold
batas stimulus paling lemah yang masih terdeteksi
Difference threshold
batas perbedaan dua stimulus yang masih terasa
Hermann Helmholtz (1821–1894)
Meneliti fisiologi penglihatan dan pendengaran
Stimulus
rangsangan fisik
Persepsi
pengalaman mental, bisa beda dari aslinya
Ilusi optik
dua garis sama panjang terlihat beda karena arah panah di ujungnya
Leibniz (1646–1716)
Ada batas antara sensasi yang disadari dan tidak. Contoh: suara latar yang sangat pelan tidak terasa, suara yang jelas langsung menarik perhatian