Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
OTITIS MEDIA & FARINGITIS, SHAFIYAH MAZAYA KHALISHA (2406413432) …
OTITIS MEDIA & FARINGITIS
Farmakologis
Definisi
mencakup
Otitis Media
yaitu
radang telinga tengah karena virus/ bakteri
ditandai dengan
rasa tidak nyaman di telinga, tekanan, demam, nyeri
penyebab
Streptococcus pneumoniae
Faringitis
yaitu
infeksi di orofaring/nasofaring karena virus/ bakteri
ditandai dengan
sakit tenggorokan, nyeri, gatal sakit menelan
penyebab
Streptococcus pyogenes
Patofisiologis
mencakup
Otitis media
dibagi menjadi
Fase inisiasi
mekanisme
infeksi virus micu inflamasi dan tuba eustachius membengkak
Fase akut
mekanisme
cairan tertahan di telinga --> baketri masuk --> lepas sitokin proinflamasi --> demam & nyeri
Fase kronis
mekanisme
bakteri melekat di mukosa & bentuk biofilm --> infeksi kronis
Faringitis
Akibat
Streptococcus pyogene
mekanisme
bakteri melekat di epitel faring → lepas sitokin pro inflamasi
Rhinovirus/ Corona virus
mekanisme
edema & hiperemia mukosa hidung → pembengkakan mukosa dan sumbatan & Membentuk bradikinin & lysyl-bradikinin → Nyeri tenggorokan.
Jamur
mekanisme
overgrowth jamur oportunistik pada mukosa, memicu plak putih seperti dadih, eritema, dan angular cheilitis
Penggolongan obat & Mekanisme kerja
mencakup
Antibiotik
yaitu
Beta laktam
mekanisme
hambat crosslinking peptidoglikan dinding sel bakteri
Amoxicillin, Sefaleksin, Cefuroxime, Cefixime
kombinasi
Amoksisilin + Asam Klavulanat
mekanisme
1 more item...
Makrolida
mekanisme
berikatan dengan subunit 50S ribososm
Azitromisin, eritromisin
Linkosamid
mekanisme
berikatan dengan subunit 50S ribososm
Klindamisin
Sulfonamida
mekanisme
hambat enzim dihydropteroate synthase & memblokir sintesis asam folat
Sulfamethoxazole + Trimethoprim
Florokuinolon
mekanisme
hambat enzim DNA gyrase (topoisomerase II) dan topoisomerase IV
Levofloxacin
Antiviral
yaitu
Inosine pranobex
mekanisme
Berikatan dengan ribosom sel & meningkatkan respin sel T, produksi antibodi
Analgesik & Antihistamin
yaitu
NSAID
mekanisme
hambat enzim COX-1 dan COX-2 secara non-selektif
Ibuprofen
Kortikosteroid
mekanisme
Berikatan dengan reseptor glukokortikoid
deksametason
PCT
mekanisme
hambat COX
Dekongestan
mekanisme
aktivasi reseptor a1-adrenergik
Pseudoefedrin, Fenilefrin
Antiseptik
mekanisme
Melepaskan iodium bebas (I2) yang mengoksidasi gugus tiol/protein di area faring
Povidone Iodine 1% / Betadine Gargle
Obat cuci telinga
mekanisme
Bereaksi dengan enzim katalase pada serumen telinga untuk melepaskan gelembung gas O2 → melunakkan dan memecah kotoran/serumen.
Hidrogen Peroksida 3%
Farmasi Klinis
Parameter Monitoring
Parameter Subjektif / Gejala Klinis
Nyeri Telinga (Otalgia): Keluhan nyeri telinga berkurang hingga hilang sepenuhnya.
Suhu Tubuh: Suhu tubuh kembali ke rentang normal dan demam hilang.
Rasa Penuh pada Telinga: Sensasi telinga tersumbat atau terasa penuh berkurang/hilang.
Gejala Pendengaran: Keluhan penurunan pendengaran membaik.
Sekret / Otore: Cairan yang keluar dari liang telinga berkurang, mengering, atau berhenti.
Kondisi dan Perilaku Anak: Anak menjadi lebih tenang, tidak rewel/gelisah, tidak lagi sering memegang telinganya, serta nafsu makan kembali membaik.
Parameter Pemeriksaan Fisik (Otoskopi)
Otoskopi Membran Timpani: Peradangan membaik, kemerahan (hiperemia) dan pembengkakan (bulging) berkurang, sekret mengering, serta membran timpani menuju kondisi utuh/resolusi.
Evaluasi Tipe OMSK (Jika Ada Perforasi):
Tipe Aman (Tubotimpani): Sekret bersifat mukoid/tidak terlalu berbau, perforasi berada di sentral/pars tensa.
Tipe Bahaya (Atikoantral): Perlu diwaspadai jika sekret sangat berbau, purulen, atau ditemukan kolesteatoma.
Parameter Pemeriksaan Penunjang (Objektif)
Tes Pendengaran (Garputala - Rinne, Weber, Schwabach): Menunjukkan perbaikan fungsi pendengaran (koreksi tuli konduktif).
Audiometri Nada Murni: Ambang batas pendengaran membaik menuju nilai normal.
Foto Mastoid (Bila Tersedia): Digunakan untuk memantau ada/tidaknya komplikasi pada tulang mastoid.
Tatakaksana
mencakup
Otitis media
dibagi
Umum
yaitu
Lini pertama: Amoksisilin PO
jika ada resistensi
1 more item...
Jika Alergi Penisilin / Amoksisilin Gagal:
Alergi Tipe 2 (Ringan - gatal/ruam) / Non-Tipe 1: Alternatif Sefalosporin Oral (contoh: Cefadroxil, Cefuroxime).
Alergi Tipe 1 (Berat - risiko syok anafilaksis): Alternatif golongan Makrolida
OME tidak memerlukan antibiotik karena tanpa infeksi bakteri
Kondisi Berat (Demam tinggi, sakit berat): Rawat inap dan berikan Ceftriaxone IV
Kondisi perforasi
yaitu
3 more items...
Khusus
mencakup
Pediatri
yaitu
3 more items...
Ibu hamil
Algoritma Terapi Antibiotik:
3 more items...
Terapi Simptomatik:
4 more items...
Geriatri
Lini Pertama (First-Line):
3 more items...
Durasi Pengobatan: Wajib diberikan selama 10–14 hari.
Faringitis
Terapi Antibiotik Faringitis Bakteri (GABHS)
Lini Pertama (First-Line)
Amoksisilin-klavulanat:
Penicillin VK:
Penicillin G (Parenteral):
Lini Kedua (Second-Line) / Alergi Penisilin
Eritromisin (Bila alergi penisilin):
Azitromisin:
Klaritromisin:
Sefalosporin Generasi 1 atau 2: Dosis bervariasi sesuai generasi (selama 10 hari).
Levofloksasin
Hindari penggunaan pada anak-anak maupun wanita hamil
Terapi Supportif / Simptomatik
NSAID (Aspirin): Pereda nyeri akibat peradangan.
Catatan Penting: Hindari penggunaan Aspirin pada anak karena berisiko memicu Reye's syndrome.
Antipiretik & Analgesik: Asetaminofen (Parasetamol) dan Ibuprofen untuk pereda demam dan nyeri.
Kumur Salin / Gargarisma Khan: Membantu membersihkan lendir, bakteri, dan kotoran dari faring.
Lozenges: Pereda nyeri tenggorokan.
SHAFIYAH MAZAYA KHALISHA (2406413432)
NAPAS-C