Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Otitis Media dan Faringitis, Jalur Th1, Rafi Alfareza (2306245371) -…
Otitis Media dan Faringitis
Patofisiologi
Otitis Media
Infeksi virus saluran napas atas
Infeksi epitel nasofaring tuba eustachius
Kolonialisasi bakteri di nasofaring
S. pneumoniae
H. influenzae
M. catarrhalis
Respons imun berubah
↑ Sitokin & mediator inflamasi
↑ Adhesi bakteripada epitel
Perubahan karakteristik mukus
↓ pembersihan mukosiliar
Disfungsi tuba eusthachius
↓ Drainase sekresi
Tekanan negatif telinga tengah
Efusi telinga tengah
Patogen lebih mudah masuk ke telinga tengah
Aktivasi imun bawan melalu TLRs
4 more items...
Faringitis
Virus
Rhinovirus & Coronavirus
Masuk melalui epitel bersilia rongga hodung
Edema + hipermia membran mukosa hidung
↑ Aktivitas sekretorik kelenjar mukosua
pembengkakan mukosa hidung, tuba eusthacius , dan faring
saluran hidung menyempit
1 more item...
Adenovirus & influenza
Invasi langsung sel epitel mukosa faring/Saluran respirasi
Replikasi virus
Nekrosis jaringan epitel
Respons inflamasi lokal
Adenovirus : Faringitis/demam faringokonjungtival
Influenza: nekrosis jaringan
↑ risiko infeksi bakteri sekunder
Bakteri
Streptococcus pyogenes menginfeksi mukosa faring
Bakteri melekat pada epitel faring melalui lipoteichoic acid dan M protein → memungkinkan kolonisasi mukosa.
Kolonialisasi mukosa
GAS menghasilkan eksotoksin
Streptococcal Pyrogenic Exotoxins (SPE A, B, C, dan SSA)
Bertindak sebagai superantigen
Stimulasi sel T
IL-1, IL-6, TNF-α,IFN-γ
↑ Permeabilitas Pembuluh darah
Respons inflamasi
↑ Infiltrasi leukosit
1 more item...
Streptolysin O
Berikatan dengan kolesterol pada membran sel epitel.
Membentuk agregat toksik → Lisis sel dan inflamasi lokal
Ruam skarlatiniform
Penggolongan obat
Antibiotik
Beta laktam
penisilin
Cincin β-laktam berikatan secara ireversibel dengan PBP
Menghambat transpeptidase
Peptidoglikan tidak dapat mengalami pengikatan silang dengan baik
Dinding sel lemah dan tidak stabil
Bakteri lisis
Makrolida
Azitromisin
berikatan secara reversibel pada subunit 50S ribosom
Menghambat tahap translokasi
Pemanjangan rantai polipeptida berlangsung dengan abnormal
Sintesis protein bakteri terhambat.
Bakteriostatik
eritromisin
Klaritomisin
Floroquinolone
Cipofloxacin
levofloxcacin
maxifloxacin
Florokuinolon masuk ke dalam sel bakteri
erikatan secara reversibel dengan DNA gyrase/ topoisomerase IV
Menghambat proses penyambungan kembali DNA
DNA tetap dalam keadaan terpotong dan kompleks DNA–enzim terperangkap
Pengaturan dan penggandaan DNA bakteri terganggu
Replikasi dan transkripsi terhambat
1 more item...
Sulfonamida
kotrimoksazol
Memiliki struktur mirip PABA
Terjadi persaingan dengan PABA untuk menginhibisi DHS
Pembentukan dihidropteroat dan asam folat terhambat
THF berkurang, Pembentukan DNA dan RNA bakteri terganggu
Kortikosteroid
kompleks kortikosteroid–GR membentuk homodimer
berikatan dengan GRE pada DNA
↑ transkripsi gen antiinflamasi
menghasilkan MKP-1, IκB-α, GILZ, SLPI, aneksin 1, IL-10
respons inflamasi ↓
Dexamethasone
Isoprinosine
Inosine Pranobex
Peningkatan IFN-γ menekan produksi IL-10
Respons imun tubuh menjadi lebih kuat
Jumlah dan aktivitas sel NK (Natural Killer) ikut meningkat
Sel-sel fagosit menjadi lebih aktif dalam melawan patogen
Replikasi virus terhambat
Merangsang respons imun sel Th1, ditandai peningkatan IL-2 dan IFN-γ
Merangsang perkembangan dan aktivasi sel T, meningkatkan respon limfoproliferatif
Antihistamin
Histamin dilepaskan
Antagonis H1 → Berikatan dengan reseptor H1
Menghambat aktivitas NF-κB → Menonaktifkan kanal ion Ca²⁺
Menurunkan vasodilatasi
Menurunkan inflamasi akibat alergi
Cetirizine
NSAID
Ibuprofen
NSAID menghambat COX
Menghambat sintesis prostaglandin
Meningkatkan ambang nyeri dan menurunkan set point suhu
Algoritma terapi
Nasional
Otitis Media
Stadium oklusi tuba eustachius
Dekongestan tetes hidung
<12 tahun
HCl efedrin 0,5%
12 tahun
HCl efedrin 1%
Oksimetazolin
Analgetik/ antipiretik
Parasetamol (10-15 mg/kgBB/kali)
Ibuprofen (5-10 mg/kgBB/kali)
Antibiotik
hanya bila dicurigai adanya infeksi bakteri
stadium hiperemis
Antibiotik Sistemik (utama)
Dewasa
Amoksisilin (3 x 500 mg/hari selama 7-10 hari)
anak
Amoksisilin (25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis selama 7-10 hari)
Analgetik/ antipiretik
Parasetamol atau Ibuprofen
Dekongestan
Tetes hidung HCl Efedrin
Stadium Supurasi
Miringotomi
Antibiotik sistemik
Amoksisilin dosis adekuat 10 hari
Analgetik/antipiretik
Stadium perforasi
Cuci telinga
H2O2 3% (3 kali sehari 4 tetes di telinga yang sakit, didiamkan selama 2-5 menit)
Asam asetat 2% (3 kali sehari 4 tetes di telinga yang sakit)
Ofloxacin (2 kali sehari, 5-10 tetes di telinga yang sakit selama maksimal 2 minggu)
Antibiotik sistemik
7-10 hari
Stadium resolusi
Antibiotik sistemik
7-10 hari
Faringitis
Terapi simptomatik
Terapi Antibiotik (khusus infeksi bakteri / skor tinggi)
First line
Amoksilin-klavulanat
Penicillin VK
Penicillin G
Second line
Eritromisin (bila pasien alergi penislin)
Azitromisin
Klaritromisin
Cefalosporin gen satu atau dua
Levofloksasin
Populasi khusus
Otitis Media
Pediatri
Penanganan Nyeri dan terapi simptomatik
Analgesik / antipiretik
Menentukan kapan harus oberservasi atau pemberian antibiotik segera?
Antibiotik segera
Anak usia < 6 bulan
Anak usia 6 bulan–2 tahun dengan OMA bilateral atau diagnosis pasti
Anak usia ≥ 6 bulan dengan gejala berat
Pemberian antibiotik
Ibu hamil
antibiotik
beta laktam
Makrolida
Terapi simptomatik
Faringitis
Pediatri
feverPIAN score 0 atau 1, centor score 0,1,atau2
jangan berikan antibiotik
feverPAIN score 2 atau 3
resepkan antibiotik cadangan
feverPAIN scroe 4 atau 5. atau centor score 3 atau 4
pertimbangkan penggunaan antibiotik
Ibu hamil
First line
Penicillin G → 1,2 juta U intramuskular → 1 dosis
Penicillin VK → 2–3 x 500 mg → 10 hari
Amoksisilin → 3x 500 mg → 10 hari
terapi suportif
Geriatri
antibiotik
First line
Benzathine penicillin 1,2 juta unit
secara intramuskular (IM)
Penisilin VK 500 mg, 2 kali sehari selama 10 hari
Alternatif
antibiotik berbasis eritromisin
Parameter monitoring
Otitis media
Pemeriksaan Fisik
OMSK tipe aman (tubotimpani)
OMSK tipe bahaya
Pemeriksaan Penunjang
Tes garputala Rinne, Weber, Schwabach menunjukkan jenis ketulian yang dialami pasien
Audiometri nada murni
Foto mastoid (bila tersedia)
Faringitis
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan mikroskopik dengan pewarnaan Gram
Bila dicurigai infeksi jamur ⟶ pemeriksaan mikroskopik swab mukosa faring dengan pewarnaan KOH
Jalur Th1
Rafi Alfareza (2306245371)