Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Masa Awal Kemerdekaan Indonesia (1945-1950) - Coggle Diagram
Masa Awal Kemerdekaan Indonesia
(1945-1950)
Militer vs Diplomasi
Strategi Militer
Tujuan: Mempertahankan wilayah secara fisik & membuktikan RI masih ada
Bentuk: Pertempuran (Surabaya, Ambarawa, Gerilya)
Dampak: Memaksa Belanda sadar bahwa Indonesia tidak bisa ditaklukkan dengan kekuatan militer saja
Strategi Diplomasi
Tujuan: Meraih pengakuan kedaulatan secara hukum internasional
Bentuk: Perundingan (Linggadjati, Renville, Roem-Royen, KMB)
Dampak: Menggalang dukungan PBB & mengunci pengakuan kedaulatan resmi dari Belanda (1949)
Perang Selama Awal Kemerdekaan
Pertempuran Surabaya
Pada tanggal 27 Oktober – 20 November 1945 (Puncak: 10 November 1945)
Penyebab : pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato & tewasnya Brigjen A.W.S. Mallaby.
Dampak : Ribuan pejuang gugur, Surabaya hancur, namun membakar semangat perlawanan nasional & ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.
Pertempuran Ambarawa
Tanggal: 20 Oktober – 15 Desember 1945
Penyebab: Pasukan Sekutu/NICA melanggar kesepakatan dan mempersenjatai bekas tawanan perang Jepang di Magelang/Ambarawa.
Dampak: Pasukan Kolonel Soedirman berhasil mengusir Sekutu dari Ambarawa
Bandung Lautan Api
Tanggal: 23 Maret 1946
Penyebab: Karena Sekutu menyuruh pasukan TRI (TNI) dan rakyat mengosongkan serta menyerahkan Bandung Selatan.
Dampak: Rakyat dan tentara membakar Bandung Selatan agar tidak dijadikan markas militer Sekutu atau NICA.
Medan Area
Tanggal: 13 Oktober 1945 – April 1946
Penyebab: Penghuni hotel NICA menginjak lencana Merah Putih & penetapan batas wilayah secara sepihak oleh Sekutu
Dampak: Membentuk Komando TKR Medan Area untuk melakukan perlawanan terhadap NICA di Sumatra Utara.
Puputan Margarana
Tanggal: 20 November 1946
Penyebab: Penolakan I Gusti Ngurah Rai terhadap ajakan Belanda mendirikan Negara Indonesia Timur (NIT).
Dampak: Pasukan Ciung Wanara gugur hingga titik darah penghabisan karena prinsip puputan, Bali pun jatuh ke tangan Belanda.
Lima Hari di Semarang
Tanggal: 15 – 19 Oktober 1945
Penyebab: Kaburnya tawanan Jepang (tentara Kidobutai) dan isu peracunan cadangan air minum Siranda yang menyebabkan gugurnya dr. Kariadi.
Dampak: Ratusan pejuang dan warga gugur, tewasnya dr. Kariadi diabadikan menjadi nama RSUP dr. Kariadi di Semarang
Lima Hari di Palembang
Tanggal: 1 – 5 Januari 1947
Penyebab: Pelanggaran batas wilayah oleh pasukan Belanda (NICA) serta tuntutan agar pejuang Indonesia menyerahkan senjata dan mengosongkan kota Palembang.
Dampak: Pusat Kota Palembang hancur dan terbakar lalu pejuang Indonesia terpaksa mundur ke luar radius 20 km dari pusat kota, tetapi berhasil menahan perluasan penuh Belanda ke pedalaman Sumatra Selatan.
Diplomasi yang Terjadi
Perjanjian Linggarjati (15 Nov 1946)
Tempat: Kuningan, Jawa Barat
Isi Utama: Belanda mengakui de facto wilayah RI: Jawa, Madura, & Sumatra,
dibentuk negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS),
dibentuk Uni Indonesia-Belanda
Hasil: Wilayah RI menyempit diputuskan oleh Agresi Militer Belanda I (1947)
Perjanjian Renville (8 Des 1947 – 17 Jan 1948)
Tempat: Kapal USS Renville (AS)
Isi Utama:
Penghentian tembak-menembak pasca-Agresi I Belanda, pengakuan Garis Van Mook (batas wilayah baru), TNI harus ditarik mundur dari kantong gerilya ke wilayah RI (TNI melakukan long march)
Hasil: Wilayah RI semakin menyempit (hanya Yogyakarta & sebagian Sumatra) dilanggar Belanda lewat Agresi Militer Belanda II (1948)
Perjanjian Roem-Royen (14 Apr – 7 Mei 1949)
Tempat: Jakarta
Penyebab: Penawanan Soekarno-Hatta & jatuhnya Jogja pada Agresi II
Isi Utama:
Penghentian perang gerilya (RI) & pembebasan pemimipin RI yang ditawan (Belanda)
Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta
Persiapan menuju Konferensi Meja Bundar (KMB)
Hasil: Pemimpin RI bebas, Yogyakarta kembali, jalan menuju KMB terbuka
Konferensi Meja Bundar / KMB (23 Ags – 2 Nov 1949)
Tempat: Den Haag, Belanda
Isi Utama:
Belanda menyerahkan kedaulatan penuh kepada RIS (tanpa syarat) pada 27 Desember 1949
Masalah Irian Barat ditunda & dibahas 1 tahun kemudian
RIS harus menanggung utang Hindia Belanda
Hasil: Pengakuan kedaulatan Indonesia secara resmi & internasional
Faktor yang Memengaruhi Kemerdekaan Indonesia
Piagam Atlantik
Naskah deklarasi antara Presiden AS dan Perdana Menteri Inggris pada 14 Agustus 1941, tetapi yang paling berdampak pada Indonesia yaitu mengenai hak menentukan nasib sendiri
Perang Dunia 2
Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II akibat bom pada Hiroshima dan Nagasaki pada 6 & 9 Agustus 1945, dan ketika Jepang menyerah pada sekutu (14 Agustus 1945), menjadi titik balik yang melemahkan Jepang sebagai penjajah sehingga mempercepat kemerdekaan Indonesia
Konvensi Montevideo
Konvensi pada 26 Desember 1933, yang menentukan syarat-syarat suatu negara diakui sebagai negara, yaitu :
Memiliki rakyat/masyarakat
Batas-batas wilayah
Memiliki pemerintah
Hubungan internasional
Piagam PBB
Piagam ditandatangani pada 26 Juni 1945, yang menegaskan mengenai hak menentukan nasib sendiri dan persamaan derajat antar-bangsa.