Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
MASA AWAL KEMERDEKAAN (1945-1950), RIS ke NKRI, Perjanjian Roem-Royen,…
-
RIS ke NKRI
Sebab & Latar Belakang
Ketidakpuasan Rakyat: Sebagian besar rakyat Indonesia menganggap bentuk negara federasi (RIS) sebagai taktik devide et impera (adu domba) buatan Belanda untuk memecah belah persatuan.
Tuntutan Murni: Adanya gelombang demonstrasi dan gerakan politik dari negara-negara bagian RIS yang menuntut untuk membubarkan diri dan bergabung kembali dengan Republik Indonesia di Yogyakarta.
Ketidakstabilan Politik: Negara-negara bagian buatan Belanda tidak memiliki basis dukungan rakyat yang kuat dan terus mengalami krisis kepemimpinan.
Proses Pengembalian
Negara-negara bagian RIS satu per satu membubarkan diri dan menyatukan wilayahnya dengan RI (tersisa RIS, Negara Sumatra Timur, dan Negara Indonesia Timur pada awal 1950).
Dilakukan perundingan antara pemerintah RIS dengan pemerintah RI untuk merumuskan penggabungan kembali.
Disetujuinya Undang-Undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950) yang secara resmi mengubah bentuk federasi kembali menjadi negara kesatuan.
-
-
Perjanjian Roem-Royen
-
Dampak
Pengembalian Ibu Kota: Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan pimpinan RI lainnya dapat kembali ke Yogyakarta dari pengasingan pada Juli 1949.
Penghentian Agresi Militer: Agresi Militer Belanda II berakhir secara resmi dan aksi tembak-menembak di lapangan dihentikan.
Jalan Menuju KMB: Terbukanya jalur diplomasi tingkat tinggi yang mengantarkan Indonesia menuju Konferensi Meja Bundar hingga akhirnya meraih pengakuan kedaulatan penuh.
Pemulihan TNI: Pasukan TNI kembali memegang kendali atas wilayah Yogyakarta setelah menarik mundur pasukan Belanda.
-
Perjanjian Renville
Isi
Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai wilayah Republik Indonesia.
Disetujuinya garis demarkasi Van Mook yang memisahkan wilayah kekuasaan Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
Pasukan militer Indonesia (TNI) harus ditarik mundur (hijrah) dari daerah-daerah kantong gerilya di Jawa Barat dan Jawa Timur menuju wilayah Republik di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Belanda tetap memegang kedaulatan atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk.
Dampak
Pelanggaran oleh Belanda: Belanda kembali melanggar kesepakatan secara sepihak dengan melancarkan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948 dan menduduki ibu kota Yogyakarta.
Krisis politik dalam negeri: Perjanjian ini memicu kekecewaan berat dari rakyat dan pejuang, hingga jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin serta meletusnya Pemberontakan PKI Madiun 1948.
Blokade ekonomi oleh Belanda: Belanda memperketat penutupan akses perdagangan ke wilayah Republik, menyebabkan krisis ekonomi dan kekurangan pasokan pangan.
Peristiwa Hijrah Pasukan: Sekitar 35.000 prajurit TNI (termasuk Divisi Siliwangi) harus meninggalkan daerah asalnya menuju Yogyakarta, yang dikenal sebagai peristiwa long march.
Wilayah RI semakin menyempit: Pengakuan wilayah yang sangat terbatas membuat kekuatan politik dan territorial Indonesia kian terdesak.
-
Perjanjian Linggarjati
Isi
Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yang meliputi Jawa, Sumatra, dan Madura.
Belanda dan Indonesia sepakat bekerja sama membentuk negara federasi bernama Republik Indonesia Serikat (RIS).
-
RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda yang dikepalai oleh Raja atau Ratu Belanda.
Dampak
Pengakuan wilayah secara internasional: Indonesia mendapat pengakuan de facto atas wilayah Jawa, Sumatra, dan Madura dari Belanda, yang secara tidak langsung memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata dunia.
Meredakan pertempuran fisik sementara: Konflik bersenjata antara pasukan Indonesia dan Belanda sempat terhenti untuk beberapa waktu.
Penyempitan wilayah Republik Indonesia: Secara politik, wilayah Indonesia menjadi sangat terbatas karena hanya diakui di tiga pulau saja, sementara wilayah lainnya masih dikuasai Belanda.
Perpecahan internal di dalam negeri: Hasil perjanjian ini memicu pro-kontra di kalangan tokoh politik dan pejuang Indonesia, hingga menyebabkan kabinet Sutan Sjahrir jatuh.
Pelanggaran perjanjian oleh Belanda: Belanda membatalkan perjanjian ini secara sepihak dan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada Juli 1947 dengan alasan perbedaan penafsiran.
-
Konferensi Meja Bundar
Isi
Didirikannya Uni Indonesia-Belanda sebagai bentuk kerja sama dengan status antarnegera yang sederajat.
-
-
-
Belanda mengakui keberadaan Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Dampak
Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia, sehingga perang fisik atau konflik militer utama antara kedua negara resmi berakhir.
-
Bentuk negara Indonesia berubah menjadi federasi (RIS), meski bentuk ini tidak bertahan lama dan kembali menjadi NKRI pada Agustus 1950.
Beban keuangan Indonesia menjadi sangat berat karena harus menanggung akumulasi utang Hindia Belanda.
Penundaan masalah Irian Barat memicu konflik ketegangan diplomasi dan militer antara Indonesia dan Belanda di kemudian hari.
-