Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Dharmasastra dan Catur Yuga Oleh: Kiana 10A - Coggle Diagram
Dharmasastra dan Catur Yuga Oleh: Kiana 10A
DHARMASASTRA
Pemahaman
Dharmaśāstra adalah kitab hukum Hindu yang tergolong dalam kelompok Veda Smṛti, berkembang dari bagian Kalpa (Dharmasūtra) dalam Vedāngga. Kata dharma berarti kebenaran, kewajiban, atau sesuatu yang menopang kehidupan, sedangkan śāstra berarti ilmu atau ajaran. Jadi Dharmaśāstra adalah ilmu yang menguraikan tentang kebenaran dan kewajiban hidup manusia.
Hukum menurut Dharmaśāstra bukan sekadar aturan larangan dan sanksi, melainkan pedoman hidup agar manusia berjalan di jalan kebenaran. Hukum dan agama tidak dipisahkan: melanggar hukum berarti juga melanggar dharma. Karena itu pengawasnya bukan hanya negara, tetapi juga hati nurani dan hukum karma.
Sumber Hukum
Śruti
— wahyu Tuhan (Veda), sumber tertinggi
Smṛti
— Veda yang diingat dan dibukukan
Śīla
— tingkah laku orang-orang suci dan bijaksana
Ācāra/Sadācāra
— tradisi dan kebiasaan baik masyarakat setempat (deśa, kāla, patra)
Ātmanastuṣṭi
— kepuasan dan rasa damai dalam diri sendiri
Hukum Dharmasastra
Hukum Hindu bersifat luwes dan menyesuaikan zaman. Karena itu setiap yuga memiliki penyusun Dharmaśāstra yang berbeda: Manu untuk Kṛtayuga, Gautama untuk Tretāyuga, Śaṅkha-Likhita untuk Dvāparayuga, dan Parāśara untuk Kaliyuga. Ini menunjukkan hukum harus disesuaikan dengan kondisi tempat, waktu, dan keadaan masyarakat.
Tujuan hukum ini adalah untuk mengantar manusia mencapai Catur Puruṣārtha (dharma, artha, kāma, mokṣa) dan mewujudkan Mokṣārtham jagadhitā ya ca iti dharma, kesejahteraan hidup di dunia sekaligus kebahagiaan rohani.
Kehidupan Manusia Zaman Kṛtayuga
Ciri - Ciri
Dharma berdiri dengan empat kaki - kebenaran tegak sempurna, tidak berkurang sedikit pun.
Satya (kejujuran) menjadi ciri utama - tidak ada kebohongan, penipuan, maupun kecurangan.
Tidak ada keuntungan yang diperoleh dari perbuatan adharma - semua rezeki datang dari jalan yang benar.
Tapa (pengendalian diri) adalah dharma utama pada zaman ini - pada Tretāyuga jñāna, Dvāparayuga yajña, dan Kaliyuga dāna.
Manusia berumur panjang, sehat, dan kuat - penyakit, kelaparan, dan penderitaan hampir tidak dikenal.
Contoh sikap mental positif Kṛtayuga yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah
Satya (Jujur) - Tidak menyontek saat ulangan, mengakui kesalahan, mengembalikan barang temuan
Tapa (pengendalian diri) - Disiplin datang tepat waktu, menahan emosi saat diejek, mengurangi main HP saat jam belajar
Ahiṁsā (tanpa kekerasan) - Tidak melakukan perundungan (bullying), tidak berkelahi, tidak berkata kasar