Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
BIOCLIMATIC BUILDING DESAIN THEORI AND APPLICATION, 14 PATTERNS OF…
BIOCLIMATIC BUILDING DESAIN
THEORI AND APPLICATION
Pendekatan Keberlanjutan ekologis melalui hubungan dan pertukaran pengetahuan antar lokalitas
Pengetahuan Arsitektur dari berbagai daerah
Bentuk Arsitektur Lokal
Bentuk massa yang responsif iklim
Atap lebar
Bentuk massa adaptif
Teknik Konstruksi Lokal
Terciptanya bangunan kontemporer yang memanfaatkan potensi material
Kontektual
Efisien
Pola Ruang
Ruang Transisi
Ruang Komunal
Orientasi Bangunan
Menghindari panas matahari
Massa diarahkan berdasarkan
matahari dan arah angin
Menangkap angin
Sinergi antara Desain
berkelanjutan & warisan budaya
Desain yang ramah lingkungan tidak berdiri sendiri tapi dikembangkan dengan mempertimbangkan nilai, karakter budaya setempat
Cultural Heritage
Nilai sosial&budaya
Ruang Komunal
Pola Ruang
Cara ruang-ruang dalam bangunan/kawasan disusun dan dihubungkan
Zoning
Sustainable Design
Efisiensi Energi
Pengguna energi/listrik lebih rendah
Ventilasi alami
Pengurangan kebutuhan AC
Kenyamanan termal
Pencahayaan alami
Mengurangi lampu pada siang hari
Belajar dari elemen arsitektur tradisional yang telah teruji dan mengoptimalkan ke dalam desainmodern melalui kisi-kisi
Tradisional knowledge
Prinsip desain lokal yang di adaptasi
ke bangunan modern
Latticed Screens
Secondary Skin
Fasad berkisi
Natural Ventilation
Peergerakan uadara alami untuk mengalirkan udara dalam bangunan
Mengkaji kembali proyek-proyek arsitektur terdahulu yang menerapkan sistem alami/pasif
Mempelajari solusi bangunan terlebih dahulu
Prinsip/strategi desain yang bisa di adaptasi ke bangunan baru
Natural/passive systems
Sunlight
Memasukan cahaya alami
Udara
Mengalirkan udara alami
Vegetasi
Menurunkan panas
Memberi keteduhan
Rain water
Mengelola dan memanfaatkan air hujan
Penelitian lanjutan yang masih dalalm proses pengembangan dan terus disempurnakan
Energy performance
Konsumsi energi
Bangunan hemat energi
Thermal Comfort
Suhu dan kenyamanan pengguna
Ruang lebih nyaman
Natural Ventilation
Aliran dan kecepatan udara
Penghawaan alami lebih efektif
Enviromental
Respon desain terhadap iklim
Bangunan lebih adaptif terhadap lingkungan
14 PATTERNS OF BIOPHILIC DESIGN
Nature in the space
Visual Connection with Nature
Hubungan manusia dengan alam melalui penglihatan
Jendela menghadap taman
View ke vegetasi
Pengguna dapat melihat alam dari dalam bangunan
Non-visual connection with nature
Suasana air
Suasana lebih tenang
Rileks
Tanaman Aromatik
Pengalaman penciuman yang alami
Material kayu dan batu
Sensasi tekstur
Karakter material alami
Udara Alami
Sensasi segar
Kenyamanan Termal
Connection with Natural System
Rainwater Harvestinig
Hemat air
Greenroof
Mengurangi panas
Vegetasi musiman
Mengikuti perubahan alam
Rain Garden
Menyerap air hujan
Drainase alami
Mengurangi limpasan air
Non Rhytmic Sensory Stimuli
Rangsangan alam yang berubah secara tidak teratur
Cahaya+bayangan+suara+gerakan udara
Pengalaman ruang yang dinamis & tidak monoton
Thermal & Airflow Variability
Passive design strategies
Cross ventilation
Natural Openings
Courtyard
Void
Shading
Vegetation
Variasi suhu & pergerakan udara
Menciptakan konidisi termal yang berubah secara alami
Building elements
Jendela
Void
Secondary skin
Vegetasi peneduh
Presense of Water
Elemen air dalam ruang
Menghadirkan air sebagai bagian dari pengalaman ruang
Kolam + water feature train garden
Menciptakan suasana ruang yang lebih sejuk
Menenangakan
Memiliki hubungan langsung dengan elemen alam melalui kehadian air
Dynamic & Diffuse Light
Perubahan & penyebaran
cahaya alami
Light Intensity
Tingkat kuat/lemahnya cahaya
alami yang masuk
Shadow Pattern
Pola bayangan
yang tetrbentuk dari kisi-kisi
Natural Analogues
Biomorphic Forms & Patterns
Organic Form
Bentuk lengkung
Tidak kaku
Natural Pattern
Pola daun
Ranting
Gelombang
Repetition & Rhytm
Pengulangan pola secara alami
Curvature
Garis dan permukaan melengkung
Fractal Pattern
Pola yang berulang dari skala kecil - besar
Material Connection with Nature
Natural Material
Kayu pada interior/fasad
Batu alam pada dinding/lantai
Bambu sebagai elemen interior/fasad
Natural Texture
Kasar/berserat
Natural Pattern
Pola & serat alami
Natural Colour
Warna tanah
kayu
batu
Complexity & Order
Repetition
Pengulangan elemen
Rhythm
Ritme atau pola berulang
Hierarchy
Tingkatan elemen dari utama sampai pendukung
Nature of The Space
Prospect
Kualitas pemandangan yang dapat
dilihat pengguna
Vegetasi
Courtyard
Openness
Tingkat keterbukaan pandangan
tanpa banyak penghalang visual
Ruang terasa luas & terbuka
Visibility
Kemampuan pengguna untuk
melihat lingkungan sekitar dengan
jelas & tidak terhalang
Koneksi visual dengan lingkungan menjadi kuat
Orientation
Penentuan arah & bukaan
SOUND ENGINEERING FOR CONCERT HALLS
Foundations of Concert Hall Acoustic Design
Reverberation Time
Mengatur lama suara bertahan didalam ruang setelah sumber suara bunyi
Gema terkontrol
Sound Clarity
Mengatur agar detail musik, vokal, dan instrumen dapat terdengar dengan jelas
Suara lebih jelas & detail musik terdengar baik
Sound Distribution
Mengatur penyebaran suara agar dapat diterima secara merata oleh seluruh penonton
Suara merata dari area
Sound Isolation
Memisahkan ruang dari sumber suara dari luar maupun antar ruang
Gangguan suara dari luar berkurang
Shape Geometry and Layout in Relation
to Concert Hall Acoustic Design
Orchestra and stage placement
Stage orientation
Menentukan arah & posisi panggung terhadap area penonton
Arah suara lebih optimal menuju penonton
Stage size
Menentukan ukuran panggung sesuai jumlah pemain dan kebutuhan pertunjukkan
Orchestra dapat bergerak dan
tampil dengan nyaman
Orchestra Arrangement
Mengatur posisi & susunan
instrumen berdasarkan kelompoknya
Koordinasi antar pemain lebih baik & suara lebih seimbang
Conductor Position
Menentukan posisi konduktor
agar dapat terlihat seluruh pemain
Koordinasi performance lebih efektif
Acoustic Canopies and On-Stage Hearing
Canopy Position
Menentukan posisi & ketinggian canopy terhadap panggung dan pemain
Pantulan suara lebih terarah ke area panggung
Canopy Shape
Bentuk canopy dirancang untuk
mengarahkan & menyebarkan
pantulan suara
Distribusi suara lebih merata diantara pemain
Sound Reflection
Memanfaatkan pantulan
suara dari canopy & permukaan panggung
Dapat mendengar suara instrumen
Audience Seating
Seating Layout
Pola susunan kursi terhadap panggung
Hubungan visual dan auditori
panggung lebih optimal
Viewing Angle
Sudut pandang penonton terhadap panggung & performance