Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Orde Baru (1966-1998) - Coggle Diagram
Orde Baru (1966-1998)
kondisi politik
-
Yang memegang kekuasaan: Presiden Soeharto dan pemerintahannya, dengan peran besar ABRI.
Peran rakyat: Rakyat mengikuti pemilu, tetapi partisipasi politik dan kritik terhadap pemerintah cukup dibatasi.
-
-
Konflik politik: Terjadi berbagai gerakan dan demonstrasi yang menentang pemerintah, terutama menjelang 1998.
Kondisi sosial
Pendidikan: Berkembang pesat, termasuk melalui program wajib belajar.
-
-
-
-
Konflik/kerusuhan: Menjelang berakhirnya Orde Baru terjadi demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial pada 1998.
-
kehidupan masyarakat
• Banyak masyarakat bekerja sebagai petani, buruh, pedagang, dan pegawai• Pendidikan semakin mudah diakses• Kondisi kesehatan membaik dengan bertambahnya fasilitas kesehatan• Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama• Kehidupan di kota semakin berkembang akibat urbanisasi• Kebebasan masyarakat cukup terbatas, terutama dalam politik• Kesulitan yang dirasakan: kesenjangan sosial dan krisis ekonomi menjelang 1998
Kapan?
-
Awal: Dimulai setelah keluarnya Supersemar pada 11 Maret 1966 dan Soeharto mulai mengambil alih kekuasaan.
Peristiwa penting: Pelantikan Soeharto sebagai presiden, pembangunan melalui Repelita, Pemilu, dan krisis ekonomi 1997–1998.
Akhir: Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah terjadi krisis ekonomi dan demonstrasi besar-besaran.
kondisi ekonomi
-
-
-
Pembangunan: Banyak dilakukan pembangunan jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur lainnya.
Masalah ekonomi: Terjadi kesenjangan sosial dan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).
Akhir periode: Krisis moneter Asia 1997 menyebabkan nilai rupiah jatuh, harga-harga meningkat, dan banyak perusahaan mengalami kesulitan.
Dampak positif:
• Pembangunan infrastruktur meningkat
• Pendidikan dan ekonomi berkembang
Dampak negatif:
• Kebebasan berpendapat dan pers dibatasi
• KKN dan kesenjangan sosial meningkat
Perubahan dari periode sebelumnya:
Orde Baru membawa stabilitas politik dan pembangunan ekonomi yang lebih terarah, tetapi kebebasan politik masyarakat menjadi lebih terbatas.