Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sistem Terpimpin, Dampak, Positif, Negatif, Apa yang beda? - Coggle Diagram
Sistem Terpimpin
Sistem Terpimpin adalah pemerintahan yang proses pengambilan keputusan dan kebijakannya berpusat pada satu orang, yakni pemimpin negara. Sistem ini juga memimpin kekuasaan politik dan mengarah kebijakan nasional.
Saat periode ini, Soekarno berupaya memulihkan stabilitas dan memperkuat persatuan nasional dengan menjadi pemimpin sebagai pusat koordinasi, politik, ekonomi, dan sosial.
-
-
Ajaran Nasakom (Nasionalis - Agama - Komunis) diciptakan oleh President Soekarno menguntungkan dengan PKI dan membuat kedudukannya di Indonesia lebih kuat
Ajaran ini untuk agar seluruh masyarakat termasuk bidang sosial, pendidikan, dan seni budaya berada di bawah dominasi politiknya
Kampus menjadi sarana politik, mahasiswa yang tidak ikut dengan rapat umum ata demonstrasi akan dianggap lawan.
Supaya siswa Indonesia melanjutkan pendidikan, pemerintah mendirikan universitas dan fakultas baru di setiap ibu kota provinsi.
-
Lembaga seni dan budaya juga dibangun oleh partai politik, seperti:
-Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) milik PKI
-Lembaga Kesenian Nasional milik Partai Nasional Indonesia
-Lembaga seni-Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) milik Nahdhatul
-Ulama Himpunan Budayawan Islam milik Masyumi
-
-
Perbedaan saat periode Sistem Terpimpin dibanding Sistem Liberal adalah politik dan partai lebih dibatasi oleh pemerintah dan UUD 1945 kembali karena UUD 1950 tidak laku. Kekuasaan presiden semakin kuat, termasuk pengangkatan presiden seumur hidup.
Kebebasan politik rakyat mulai dibatasi untuk menjaga stabilitas nasional. Contohnya seperti pembubaran DPR hasil pemilu 1955 yang digantikan oleh DPR-GR dengan anggota yang dipilih langsung oleh presiden.
Negara mulai berhubung dengan beberapa negara-negara Nefo pada tahun 1963 yang menimbulkan ketegangan dengan negara-negara barat dan konflik diplomatik, terutama dengan Malaysia.
Indonesia lalu berkonfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara barat, ini salah satu sebab ekonominya buruk saat periode itu.
Ekonomi saat periode Sistem Terpimpin memburuk karena ekspor dan invesasi merosot, hiperinflasi sejak , dan harga kebutuhan mahal.
-
Setelah masa Demokrasi Liberal, Indonesia kembali mengubah sistem politik yang di pimpin oleh Presiden Soekarno. Sistem ini dilakukan sejak dikeluarkannya Dekrit President 5 Juli, 1959, dan bertahan sampai tahun 1966.
Demokrasi Terpimpin disampaikan oleh Presiden Soekarno dalam sidang pembukaan Konstituante pada November 10 1956.
Ide ini pun diresmikan secara konstitusional setelah keluarnya Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959. Ini berisi:
-Pembubaran Konstituante
-UUD 1945 di kembali dan tidak berlakunya UUD 1950
-Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS).
-
-
-
-
-