Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Orde baru - Coggle Diagram
Orde baru
-
-
Kapan?
-
Awal mula: Orde Baru dimulai setelah keluarnya Supersemar pada 11 Maret 1966 yang menjadi awal pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto.
Peristiwa penting: Masa ini ditandai dengan pengangkatan Soeharto sebagai presiden, pelaksanaan program Repelita, penyelenggaraan Pemilu, serta munculnya krisis ekonomi pada 1997–1998.
Berakhirnya Orde Baru: Soeharto mengakhiri masa kepemimpinannya pada 21 Mei 1998 setelah Indonesia mengalami krisis ekonomi dan berbagai aksi demonstrasi besar.
Kondisi Politik
Sistem pemerintahan: Indonesia menerapkan sistem presidensial dengan kekuasaan yang sangat terpusat pada presiden.
Peran masyarakat: Masyarakat tetap mengikuti pemilu, tetapi ruang untuk menyampaikan kritik dan berpartisipasi dalam politik cukup dibatasi.
Partisipasi politik: Golkar menjadi kekuatan politik yang sangat dominan dalam pemilu selama Orde Baru.
Kebebasan berpendapat: Kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat dibatasi, sementara media massa berada dalam pengawasan pemerintah.
Konflik politik: Menjelang berakhirnya Orde Baru, muncul berbagai aksi mahasiswa dan demonstrasi yang menuntut perubahan pemerintahan.
Kondisi Ekonomi
Perkembangan ekonomi: Pada masa awal Orde Baru, pemerintah berhasil menciptakan pertumbuhan serta kestabilan ekonomi.
Harga kebutuhan: Harga barang kebutuhan masyarakat relatif lebih terkendali dibandingkan masa sebelumnya.
Kesempatan kerja: Lapangan pekerjaan semakin bertambah karena berkembangnya pembangunan dan sektor industri.
Pembangunan: Pemerintah meningkatkan pembangunan berbagai fasilitas seperti jalan, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur lainnya.
Permasalahan: Di balik perkembangan ekonomi, terdapat kesenjangan sosial serta praktik KKN yang meliputi korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Krisis akhir Orde Baru: Krisis moneter Asia pada 1997 menyebabkan nilai rupiah merosot, harga kebutuhan meningkat, dan banyak perusahaan mengalami masalah ekonomi.
Kehidupan Masyarakat
Sebagian masyarakat bekerja sebagai petani, buruh, pedagang, dan pegawai.
-
-
-
-
Masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam menyampaikan pendapat, khususnya mengenai persoalan politik.
Menjelang 1998, masyarakat menghadapi masalah berupa kesenjangan sosial dan dampak krisis ekonomi.
-