Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau hiperplasia prostat jinak merupakan kondisi pembesaran prostat yang bersifat non-kanker, akibat peningkatan jumlah sel stroma dan epitel kelenjar prostat, terutama pada zona transisional. Pembesaran tersebut dapat menyebabkan penyempitan uretra prostatika dan menghambat aliran urine sehingga menimbulkan lower urinary tract symptoms (LUTS), seperti pancaran urine melemah, sulit memulai berkemih, frekuensi berkemih meningkat, urgensi, dan nokturia.BPH terutama terjadi pada laki-laki usia lanjut dan prevalensi gejalanya meningkat seiring bertambahnya usia. NIDDK menyebutkan bahwa BPH merupakan masalah prostat yang paling umum pada laki-laki berusia lebih dari 50 tahun.