Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Perubahan Lingkungan dan Dampaknya terhadap Ekosistem - Coggle Diagram
Perubahan Lingkungan dan Dampaknya terhadap Ekosistem
Perubahan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia
A. Penggunaan Pupuk Kimia Secara Berlebihan
Dampak: Merusak kesuburan dan mikroorganisme tanah, serta memicu eutrofikasi (pencemaran air oleh alga yang menguras oksigen dan membunuh biota perairan)
B. Perusakan Habitat
Penyebab Utama: Penebangan hutan (deforestasi), pembangunan/urbanisasi, pertambangan, pencemaran limbah, dan perubahan iklim.
Dampak: Kepunahan spesies, hilangnya keanekaragaman hayati, bencana alam (banjir dan longsor), serta konflik satwa liar dengan manusia.
C. Pencemaran
1) Pencemaran Udara
Penyebab: Asap kendaraan, industri, dan pembakaran hutan.
Dampak: Gangguan pernapasan, hujan asam, dan pemanasan global.
2) Pencemaran Air
Penyebab: Limbah industri/rumah tangga dan sampah yang dibuang ke perairan.
Dampak: Kematian biota air dan krisis air bersih.
3) Pencemaran Tanah
Penyebab: Sampah plastik, limbah B3, dan pestisida kimia.
Dampak: Tanah tidak subur dan merusak organisme tanah.
Deforestasi
Penyebab: Perluasan lahan pertanian/perkebunan, pembalakan liar, dan pembangunan infrastruktur.
Dampak: Hilangnya habitat dan kepunahan spesies, peningkatan gas rumah kaca, serta bencana seperti banjir dan longsor.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Ekosistem
Inti: Suhu global naik dan cuaca ekstrem merusak alam serta mengancam flora-fauna.
Karang Mati: Laut panas bikin terumbu karang rusak.
Air Laut Naik: Es kutub mencair menenggelamkan pesisir.
Kepunahan: Hewan dan tumbuhan mati jika gagal beradaptasi.
Upaya Pelestarian Lingkungan
Pelestarian In Situ: Konservasi flora dan fauna yang dilakukan langsung di dalam habitat atau lingkungan aslinya.
Contoh In Situ: Taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dan hutan lindung agar spesies bisa hidup secara alami dan menjaga keseimbangan ekosistemnya.
Pelestarian Ex Situ: Konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat aslinya karena lingkungan aslinya sudah rusak, berbahaya, atau terancam.
Contoh Ex Situ: Kebun binatang, kebun raya, taman safari, dan tempat penangkaran khusus untuk perlindungan dan pengembangbiakan darurat.