Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
OBAT HEWAN - Coggle Diagram
OBAT HEWAN
Regulasi obat hewan
Definisi Resep
Permintaan tertulis dari dokter/ dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan berlaku.
Definisi obat hewan
sediaan yang dapat digunakan untuk mengobati hewan, membebaskan gejala, atau memodifikasi proses kimia dalam tubuh
meningkatkan kekebalan, pencegahan/penyembuhan penyakit, peningkatan kesehatan, pemulihan kesehatan, tindakan pemberian obat dalam pakan, air minum, tetes, topikal, parenteral
Klaifikasi Obat hewan
Biologik
dihasilkan melalui proses biologik pada hewan/ jaringan hewan sehingga menumbulkan kekebalan, menyembuhkan penyakut melalui proses imunologik
Vaksin
Vaksin virus, Aktif, Inaktif, bakteri
Kit pengujian
Sera
diambil dari proses bioteknologi, diambil protein hasil rekayasa genetika
Obat alami
bahan/ ramuan bahan alam berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik, campuran dari bahan2 tersebut dibuat sebagai obat hewan
Herbal
Ekstrak
Jamu
Farmasetik
dihasilkan melalui proses nonbiologik yang dipakai berdasarkan daya kerja farmakologi
vitamin, hormon, enzim, antibiotik, kemoterapi, antihistamin, antipiretik, anestetik, antikoksi, antelmintik.
Premiks
mengangdung bahan obay hewan yang diolah menjadi imbuhan pakan atau pelengkap pakan yang pemberiannya dicampurkan ke dalam pakan atau air minum yang dalam dosis sesuai.
Feed supplement (pelengkap)
senyawa yg udaha da di makanan tapi diperkaya lagi
vittamin jumlahh kecil
Feed additive (imbuhan)
intinya dia senyawa yg gaada dimakan trus di tambahin kem makanan
kurkumin
diatur dalam KEMENPER NO 14 TAHUN 2017
Obat keras
membahayakan jika pemberiannya tidak sesuai ketentuan
Obat bebas terbatas
obat bebas untuk jenis hewan tertentu dengan ketentuan disediakan dalam jumlah, dosis, bentuk, cara pemberian tertentu, dengan tanda peringatan khusus
Obat bebas
dipakai secara bebas segala jenis hewan
Obat tertentu
mengakibatkan terjadinya residu pada hewan & gangguan kesahatan pada orang yg mengonsumsi hewan tersebut
hormon, antibiotik
Pelarangan Obat hewan pada hewan ternak yang produknya dikonsumsi manusia
adanya residu, menyebabkan gangguan kesehatan manusia, sulit didegradasi oleh tubuh hewan, menyebabkan efek hipersensitif, karsinogenik, mutagenik, teratogenik, mencegah pengobatan alternatif manusiam cegah resistensi ikroba, tidak rama lingkungan
Resistensi Antibiotik
Keseringan pake antibiotik, antibiotik tanpa resep, diberikan tanpa supervisi emdis, digunakan untuk profilaksis, digunakan untuk infeksi virus, digunakan untuk Growth promotion, indikasi dan dosisi tidak tepat.
Tujuan pemakaian
Bentuk Sediaan
Individual, Populatif, Sistemik, Non-sistemik
Serbuk (mostly): dilarutkan/ dicampur ke pakan
Cairan oral: tetes, minum, injeksi
Granul: serbuk ukuran besar
Bolus
Piil: ukuran tablet lenih besar
Pellete: kayak makanan ikan
Blocks/ briquets: kayak batu bata trs nnti dijilat hewan
Spray
Produk OTC beracun
Kucing
Parasetamol
glukuronidasi X --> terbentuk NAPQI metabolit beracun
Bengay, IcyHot
susah nelan, oksidatif Hb
NSAID & salisilat
ibuprofen, naproxe, aspirin
akumulasi
Pseudoefedrin & fenilefedrin
pelepasan NE --> overstimulasi
Penazopiridin
anemia badan heinz & hemolisis
Hidrogen Peroksida
radang lambung & esofagitis
Permetrin
tremor, kejang, kedutan
Vitamin D
hypercalcemia
Anjing
NSAID, Aspirin, Parasetamol, Pseudoefedrin, Vitamin D
Unit Pelaksaan Teknis
BBPMSOH: mengawasi
Tupoksi
mejamin mutu obat hewan yg beredar
Laboratorium
uji khusus farmaset & premik, virus, bakteriologi
Jenis pengujian
Uji umum, Uji khusus, Uji vaksin
Metode uji
Farmakope Obat Hewan Indonesia
Kegiatan Utama
Samplinh, pengkajian, pemantauan obat di lapangan
PUSVETMA: produsen
Tupoksi
produksi vaksin, antisera, alat diagnostika, bahan biologis
Produk OTC aman
Antihistamin: Diphenhydramine, Chlorpheniramine, Cetirizine.
Antasida: Calcium carbonate, Aluminum hydroxide.
H2-Receptor Antagonists: Famotidine.
Proton Pump Inhibitors: Omeprazole.
Antidiare: Loperamide dan Bismuth subsalicylate (Catatan: Umumnya aman, tetapi tidak direkomendasikan untuk kucing).
Laksatif: Psyllium husk powder, Polyethylene glycol 3350.
Topikal (Obat Luar): Clotrimazole, Miconazole cream, salep triple antibiotik, dan krim Hydrocortisone (0.5%)
CPOHB
Pembuatan Obat Hewan
harus memenuhi persyaratan
Bahan baku, lokasi, bangunan, pengaturan ruangan, peralatan, tenaga ahli, proses pembuatan
Penyediaan obat hewan
meliputi bahan baku, bahan setengan jadi, peoduk jadi dengan/ tanpa alat, peratalan kesehatan hewan.
ada sertifikat
nama produsen, alamat, ruang lingkup
Farmasetik steril (injeksi)
Farmasetik non steril (oral: bolus, tablee, kaplet, serbuk, cairan,semsol, topikal)
Disinfektan cair
Premiks serbuk oral
Kajian Lapang & Pengawasan
kajian lapang adalah kegiatan audit/ inspeksi dari jaminan mutu produksi obat yg dilakukam terhadap produsen obat negara asal
Kajian lapang dilakukan berdasarkan permohonan Pelaku usaha obat (produsen)
Yang harus dikaji lapang
Obat masuk pertama kali
Obat jenis baru masuk
Unit usaha pembuatan obat adalah baru/ baru aja dimunculkan
ada dugaan penyimpangan keamanan, khasiat, mutu obat
Data uji Lapang
Farmakokinetik, Farmakodinamik, Efek utama, Resistensi, Interaksi zat lain, Data keamanan, Waktu henti obat, Residu, Toksisitas, Efek samping, Indikasi, Kontraindikasi, Dosis & cara pakai, Komposisi, Data penetapan dosis.
Lampiran
Lampiran A
Komposisi lengkap, nama generik, rumus bangun yg blm diketahui, Konsentrasi satuan terkecil (ml, mg, tab).
Lampiran B
Formula per batch, Bahan baku extra, Cara sterilisasi --> Pakai flowchart dan IPC.
Lampiran C
Pemerian obat, Metode identifikasi-pemisahan-PK ZA beserta metode rujukan, Uji khusus, CoA yg masih valid, Gambar kromatogram klo pake HPLC --> yang diuji 3 bets terkahir
Lampiran D
Pemerian bahan baku/ CoA masing2 bahan baku, Asal bahan baku, Batas kadar kemurnian & metodenya, Memenuhi persyaratan bahan baku (USP, FI).
Lampiran E
Uji stabilitas (dipercepat/ real-time), Kriteria keberhasilan, Laporan ahsil uji min 5 tahun terakhir di ttd, Stabilitas pasca buka.
Lampiran F
Farmakokinetik & Farmakodinamik hewan, Indikasi & Kontraindikasi, Dosis & Waktu henti Obat
Lampiran G
Jurnal/Publikasi ilmia di lapangan yang telah di terjemahkan (jika asing).
Lampiran H
Detail kemasan primer & sekunder, Ukuran kemasan.
Lampiran I
Jenus tutup wadah (segel/tidak), Bahan tutup.
Lampiran J
Etikel, Label, Brosur dengan versi bahasa indonesia. WAJIB: Obat hanya untuk hewan. GOL KERAS: Harus dengan resep dokter.
Lampiran K
Dokumentasi Wadah, Dus luar, Produk jadi dari segala angle
Lampiran L
Dokumen pendukung: sertif CPOHB, ISO, GMP, CoR, CoO, Free sale certificate
Resep
memformulasikan premiks & bahan pembawa
Konsentrasi akhir obat dlm pakan
: jika target kadar obat dalam pakan kecil <150 ppm --> butuh pembawa untuk pengenceran --> agar terdistribusi homogen.
Antibiotik/AB yang dilarutkan ke air minum, konsentrasinya harus di atas 40 ppm.
Kadar obat dan bahan pembawa
: jika obat rentan terhidrolisis --> kadar air dalam pembawa harus rendah/ lakukan pengeringan dulu.
Perhitungan dosis akhir
per waktu, per hari, per individu, maupun per kandang
Tantangan
Pemberian obat lewat Air minum
singkirkan sumber air murni
perubahan suhu/ pH memicu obat mengendap
Pelarutan
ZA hidrofobik harus pakai co-solvent/ pembawa berminyak agar larut
Pembawa
Pembawa gula memunculkan residu yang memicu pertumbuhan bakteri/jamur
bisa gunakan pembawa padatan CaCO3/kaolin
Pengobatan Kelompok
Pro: nama kandang, Kategori ternak, Diagnosis, Jumlah populasi, Umur rata2 dan BB populasi.
Perhitungan
Dalam pakan
total kebutuhan pakan populasi
pakan per ekor x jumlah populasi x 7 hari (kg)
total kebutuhan obat
total butuh pakan x rasio dosis
Dalam Air minum
Dosis per satu kali
dosis terapi x BB indiv x total populasi
Konversi ke cair
dosis per satu kali / konsentrasi
Kebutuhan berdasarkan durasi terapi
hasil konversi cari x frekuensi minum per hari x durasi total terapi