Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
GANGGUAN KOAGULASI, Erena Alia Maherrani 2406500003 Modul Gangguan Imun C …
GANGGUAN KOAGULASI
Diagnosis
Anamnesis
yaitu
Riwayat memar sejak bayi, bengkak sendi, perdarahan sulit berhenti pasca trauma/operasi, dan riwayat keluarga
Pemeriksaan Fisik
-
Kondisi Darurat
berupa
Pucat, syok, penurunan kesadaran (perdarahan intrakranial)
Pemeriksaan Laboratorium
Skrining
berupa
PT, aPTT, jumlah trombosit, dan Bleeding Time
Spesifik
berupa
Pemeriksaan aktivitas Faktor VIII, Faktor IX, atau vWF Assay
-
Pemeriksaan Radiologi
berupa
-
USG, MRI, atau CT Scan untuk deteksi perdarahan organ dalam/otot
Kondisi Khusus
-
Rencana Operasi
dilakukan
Konsultasi wajib dengan ahli hematologi; pemberian faktor dosis pre-operasi (target kadar mendekati normal) dan pemantauan pasca-operasi
Geriatri (Lansia)
dilakukan
Fokus pada komorbiditas (hipertensi, penyakit jantung) dan risiko jatuh; penggunaan DDAVP harus dipantau ketat karena risiko hiponatremia
-
Pengenalan & Etiologi
Definisi
Ketidakmampuan tubuh mengendalikan pembekuan darah akibat defisiensi faktor koagulasi atau kelainan trombosit
-
Penyebab
-
Didapat (Acquired)
seperti
Penyakit lain, obat-obatan, atau defisiensi Vitamin K
Terapi Farmakologi
-
-
Terapi Adjuvan
Desmopressin (DDAVP): Merangsang pelepasan vWF dan FVIII endogen; efektif untuk Hemofilia A ringan dan vWD Tipe 1
Antifibrinolitik: Asam Traneksamat atau Asam Aminokaproat untuk mengontrol perdarahan mukosa (mulut, hidung, menstruasi)
Rejimen Terapi
-
Profilaksis
yaitu
Pemberian rutin dosis rendah (misal: 10 IU/kg, 2x seminggu) untuk mencegah perdarahan sendi
-
-
-
Terapi Non-Farmakologi
berupa
RICE
yaitu
Rest, Ice, Compression, Elevation sebagai pertolongan pertama perdarahan otot/sendi
-
-
Manajemen Inhibitor
Jika tubuh membentuk antibodi terhadap faktor pembekuan, gunakan Bypassing Agents seperti Faktor VIIa Rekombinan atau aPCC
-