Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sexually Transmitted Diseases, image, image, image, image, Naira Danish…
Sexually Transmitted Diseases
SIFILIS
Jenis Sifilis
Sifilis Sekunder
Ruam makulopapular
(termasuk pada telapak tangan dan kaki)
Sifilis Laten
Pasien
asimtomatik (tanpa gejala)
tetapi hasil tes serologi tetap positif
Sifilis Tersier
Tahap lanjut yang muncul bertahun-tahun kemudian, melibatkan kerusakan organ seperti sistem saraf pusat
(neurosifilis)
Sifilis Kongenital
Penularan dari ibu hamil ke janin melalui plasenta yang dapat menyebabkan kematian janin atau cacat lahir
Sifilis Primer
Munculnya lesi tunggal yang tidak nyeri (chancre) secara
regional
Patofisiologi
Infeksi & Primer Inokulasi
T. pallidum
Penetrasi mukosa/mikroabrasi
Chancre & Limfadenopati regional
Diseminasi & Sekunder Spiroketemia
Memicu respon imun sistemik
Ruam (khususnya telapak tangan/kaki)
Memasuki tahap laten jika:
1 more item...
Memasuki tahap tersier jika:
1 more item...
Penggolongan dan Mekanisme Kerja Obat
Beta-Laktam (Penisilin)
Hambat sintesis dinding sel (mengikat PBP)
Contoh:
Penicillin G Benzathine, Procaine Penicillin G, Aqueous Crystalline Penicillin G
Tetrasiklin
Menghambat subunit ribosom 30S
Contoh:
Doksisiklin
Makrolida
Menghambat subunit ribosom 50S
Contoh:
Eritromisin
Algoritma terapi umum
Sifilis Dini
(Primer, Sekunder, Laten Dini)
Lini Pertama:
Benzatin Benzil Penisilin G 2,4 juta unit IM
sekali seminggu selama 3 minggu berturut-turut
Lini Kedua:
Prokain Benzil Penisilin G 1,2 juta unit IM
per hari selama 10–14 hari
Alternatif (Alergi Penisilin):
Doksisiklin 100 mg (oral) 2x sehari selama 14–30 hari, atau Eritromisin 500 mg (oral) 4x sehari selama 14–30 hari
Sifilis Lanjut
Lini Pertama:
Benzatin Benzil Penisilin G 2,4 juta unit IM
sekali seminggu selama 3 minggu berturut-turut
Lini Kedua:
Prokain Benzil Penisilin G 1,2 juta unit IM
sekali sehari selama 20 hari
Neurosifilis
Aqueous Crystalline Penicillin G 18–24 juta unit/hari secara IV
diberikan setiap 4 jam atau infus kontinu selama 10–14 hari
Algoritma pada Populasi Khusus
Ibu Hamil
Penisilin G,
bila alergi
lakukan desensitisasi
Doksisiklin
kontraindikasi
pada kehamilan
Sifilis Kongenital
Aqueous Benzyl Penicillin 100.000–150.000 unit/kgBB/hari secara IV
selama 10–15 hari
atau Prokain Penisilin 50.000 unit/kgBB/hari secara IM
selama 10–15 hari
Pasien dengan
HIV
Regimen terapi sama dengan pasien tanpa HIV
monitoring yang lebih ketat
Parameter Monitoring Terapi
Perbaikan Klinis
Pengamatan pada penyembuhan lesi (chancre) atau ruam
biasanya dievaluasi 1 minggu setelah terapi
Monitoring Laboratorium (Titer RPR)
Indikator Keberhasilan
penurunan titer RPR minimal 4 kali lipat
dalam kurun waktu 6–12 bulan
Jadwal Evaluasi
Sifilis Dini:
Bulan ke-6 dan ke-12
Sifilis Laten Lanjut/Tersier
: Bulan ke-6, 12, dan 24
Pasien HIV:
Lebih sering (Bulan ke-3, 6, 9, 12, dan 24)
Monitoring Khusus
Neurosifilis:
Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF) setiap 6 bulan hingga jumlah sel leukosit normal
Sifilis Kongenital:
Titer RPR setiap 2 bulan sampai hasil nonreaktif
GONORE
Patofisiologi
Adherensi
(menempel pada epitel urogenital via pili tipe IV & protein Opa)
Kompetisi
dengan mikrobiota normal & kolonisasi sel epitel
Invasi
ke dalam sel & pelepasan faktor virulensi (Peptidoglikan, LOS, OMV)
Aktivasi imun awal
(pengenalan oleh reseptor TLR & NOD)
Pelepasan sitokin & kemokin (jalur TIFA-dependent)
Rekrutmen
neutrofil secara masif ke lokasi infeksi
Pembentukan eksudat purulen (nanah) & transmisi ke orang lain
Penggolongan &
Mekanisme Obat
Sefalosporin (Beta-Laktam)
Hambat sintesis dinding sel (ikat PBP) → sel lisis
Contoh:
Ceftriaxone (Lini pertama), Cefixime
Makrolida
Hambat subunit ribosom 50S → hambat sintesis protein
Contoh:
Azithromycin
Aminoglikosida
Hambat subunit ribosom 30S → misreading mRNA
Contoh:
Gentamicin
Tetrasiklin
Hambat subunit ribosom 30S
Contoh:
Doksisiklin
Jenis Gonore
Uncomplicated
Infeksi terbatas pada area masuknya bakteri
urogenital (uretra/serviks), anorektal (rektum), dan faring (tenggorokan)
Disseminated
menyebar melalui darah ke organ jauh
lesi kulit nekrotik, radang sendi (artritis)
Complicated
Infeksi naik ke organ reproduksi atas
Pelvic Inflammatory Disease (PID), epididimitis
Infeksi Okular
Algoritma Terapi Umum
BASHH 2025/WHO
Lini Pertama
: Seftriakson 1 gram (IM, dosis tunggal)
Jika Seftriakson tidak tersedia/pasien menolak
: Sefiksim 800 mg oral (wajib melakukan Test of Cure)
Alergi Sefalosporin:
Spektinomisin 2 g (IM) + Azitromisin 2 g (oral) ATAU Gentamisin 240 mg (IM) + Azitromisin 2 g (oral)
Komplikasi
Epididimitis
: Seftriakson 1 g (IM) + Doksisiklin 100 mg (2x sehari selama 10–14 hari)
PID
: Seftriakson 1 g (IM) + Doksisiklin 100 mg (2x sehari) + Metronidazol 400 mg (2x sehari) selama 14 hari
DGI:
Seftriakson 1 g (IV/IM) setiap 24 jam hingga klinis membaik, lalu lanjut terapi oral hingga total minimal 7 hari
Algoritma Populasi Khusus
Ibu Hamil
Pilihan Utama:
Injeksi Seftriakson 1 gram (IM, dosis tunggal)
Koinfeksi Klamidia:
Gunakan Azitromisin 1 gram (oral, dosis tunggal). Doksisiklin kontraindikasi karena risiko pada janin
Peringatan
: Penggunaan Gentamisin harus diwaspadai karena risiko ototoksisitas dan nefrotoksisitas pada janin
Anak &
Neonatus
Anak (<45 kg):
Seftriakson 25–50 mg/kg (maksimal 125 mg) secara IV atau IM dosis tunggal
Ophthalmia Neonatorum:
Seftriakson 50–100 mg/kg secara IV atau IM dosis tunggal
Profilaksis Mata
: Salep mata Eritromisin 0,5% diberikan pada bayi baru lahir
Parameter Monitoring Terapi
Perbaikan Klinis
Gejala seperti nyeri saat BAK atau keluarnya nanah biasanya membaik dalam 3–5 hari setelah terapi
Kepatuhan Pasien
Memastikan obat diminum sesuai durasi, pasangan seksual ikut diobati, dan abstinesia (tidak berhubungan seks) sampai pengobatan tuntas
Test of Cure (TOC):
Tidak rutin dilakukan jika gejala membaik
Wajib dilakukan pada:
Kasus gonore faring (tenggorokan), ibu hamil, gejala yang menetap, atau jika menggunakan regimen selain Seftriakson (seperti Sefiksim)
7–14 hari setelah terapi awa
Screening
Ulang
Pasien disarankan melakukan tes ulang 3 bulan setelah pengobatan untuk mendeteksi reinfeksi
Naira Danish Ara Jasmine (2306222292)
Modul Endokrin A