Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Gangguan Koagulasi (Felicia Theodora/2406358415) - Coggle Diagram
Gangguan Koagulasi
(Felicia Theodora/2406358415)
Etiologi & Manifestasi Klinis
Definisi
ketidakmampuan tubuh mengendalikan pembekuan darah
akibat
defisiensi faktor koagulasi
kelainan trombosit
peningkatan aktivitas fibrinolitik
Disebabkan oleh
Congenital (Bawaan)
Hemofilia
A
defisiensi faktor VIlI
B
defisiensi faktor IX
Von Willebrand Disease (VWD)
Tipe 1
penurunan kadar WF ringan-sedang
Tipe 2
gangguan fungsi VWF
Tipe 3
defisiensi vWF berat / hampir tidak ada
Acquired
Acquired von Willebrand Syndrome (AVWS)
Defisiensi Vitamin K
Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
Penyakit Hati
Manifestasi Klinis
Hemofilia
Khas
memar
hemartrosis
pendarahan otot
pendarahan berlebih
Keparahan
berat
pendarrahan spontan
sedang
pendaran berlebih setelah cedera ringan
jarang spontan
ringan
asimptomatik
hanya pendarahan berlebih setelah trauma berat
DIC
Gejala
pendarahan dan trombosis
petekie & purpura
Von Willebrand Disease (vWD)
Perdarahan mukokutan
mimisan (epistaksis)
perdarahan gusi ringan
menstruasi berlebih (menorrhagia)
Patofisiologi
Normal
Homeostatis
tujuan
mempertahankan fluiditas darah
memperbaiki cedera vaskular
membatasi kehilangan darah
encegah terbentuknya trombus berlebihan
Normal
Fase Vaskular
Pembuluh darah mengalami kerusakan
Otot polos dinding pembuluh darah berkontraksi kuat
Vasokonstriksi
mengurangi aliran darah ke area cedera
1 more item...
kerusakan endotel
Terjadi perubahan endotel (gangguan lapisan dalam)
Normal
1 more item...
Cedera
1 more item...
Fase Platelet
fase hemostasis ketika trombosit menempel, aktif, dan berkumpul di area pembuluh darah
Platelet Adhesion / Adhesi Trombosit
Endotel rusak mengekspos kolagen subendotel
1 more item...
Platelet activation / aktivasi trombosit
trombosit bertransformasi dari cakram menjadi lebih berduri
1 more item...
Platelet aggregation / agregasi trombosit
reseptor GPIIb/IIIa permukaan trombosit mengalami perubahan bentuk
1 more item...
Platelet plug
menutup luka kecil pada pembuluh darah
1 more item...
Fase Koagulasi
aktivasi faktor-faktor koagulasi berantai
fibrinogen diubah menjadi fibrin
1 more item...
3 jalur utama
EXTRINSIC PATHWAY
1 more item...
COMMON PATHWAY
1 more item...
INTRINSIC PATHWAY
1 more item...
Fibrinolisis
Aktivasi plasminogen -> plasmin
pemecahan plasmin ->
benang-benang fibrin
clot perlahan larut
aliran darah kembali normal
Gangguan Koagulasi Darah
Hemofilia
A
kekurangan faktor VIII
kaskade koagulasi tidak berjalan dengan efektif
pembekuan darah terganggu
pendarahan lebih lama
B
kekurangan faktor IX
Von Willebrand Disease
Homeostasis Primer
(Fungsi Trombosit)
Adhesi dan agregasi trombosit terganggu
Pembentukan sumbat trombosit tidak optimal
Proses pembekuan darah terganggu sehingga pendarahan berlangsung lebih lama
Homeostasis Sekunder
(Stabilitas Faktor VIII)
Faktor VIII mudah terdegradasi
Kaskade koagulasi terganggu
Klasifikasi
1
Penurunan ringan-sedang kadar vWF dan faktor VIII (sebanding)
2
A
Penurunan multimer vWF berat molekul tinggi, interaksi vWF–platelet berkurang
B
Peningkatan afinitas terhadap reseptor glikoprotein Ib trombosit yang berlebihan
M
Gangguan ikatan vWF dengan platelet tanpa penurunan multimer berat molekul tinggi
N
Afinitas sangat rendah terhadap faktor VIII sehingga terjadi penurunan faktor VIII
3
vWF hampir tidak terdeteksi, faktor VIII sangat rendah (<20 IU/dL [0.2 IU/mL])
Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC)
Aktivasi jalur koagulasi intrinsik dan ekstrinsik
Pembentukan dan fibrin clot trombin
Regulasi negatif atau penghambatan oleh
AT, APC, dan TFPI
Aktivasi fibrinolisis (FDPs, dan degradasi
faktor koagulasi)
Lisis trombolisit faktor koagulasi
Degradasi faktor koagulasi menyebabkan
perdarahan
1 more item...
Penggolongan dan Monitoring Obat
Vitamin K
Mekanisme
Vitamin K teroksidasi
Bereaksi dengan enzim VKORC1 yang akan
mengubahnya kembali ke bentuk aktif (KH₂)
Membentuk vit K tereduksi
γ-Glutamyl carboxylase
glutamat (Menambahkan gugus karboksil (-COO⁻) pada asam amino glutamat --> γ-carboxyglutamate (Gla).)
mengubah nonfungtional prozymogens menjadi functional zymogens
Monitoring
dosis
Oral
Dewasa: 2,5–25 mg
Geriatri: dari dosis kecil terlebih dahulu
Parenteral
dewasa
Untuk pasien dengan INR antara 5–9: 0,5–1,0 mg IV, pasien dengan INR >9 : 1,0 mg IV.
Dosis maksimum: 40 mg/hari
anak
Untuk pembalikan sebagian: berat >13 kg → 0,03 mg/kg IV.
Untuk pembalikan total: berat >1,6 kg → 0,25–0,30 mg/kg IV
efek samping
kontraindikasi
hipersensitivitas
desmopressin acetate
Mekanisme
DDAVP berikatan dengan reseptor V2pada endotel.
Endotel kemudian melepaskan vWF dan faktor VIII dari penyimpanan.
vWF membantu trombosit menempel ke area cedera dengan berikatan ke Gp1b/IX.
Hasil akhirnya adalah adhesi trombosit meningkat dan hemostasis membaik.
Monitoring
dosis
Hemorrhage intrakranial: 0,4 mcg/kg IV; Hemofilia A & Von willebrand disease: 0,3
mcg/kg dilarutkan ke 50 ml saline, infus selama 15-30 menit
efek samping
Umum: hipertensi, xerostomia, pusing, nyeri punggung, mimisan, bronkitis, kongesti nasal, nasofaringitis
Serius: fibrilasi atrial, infark miokard, retensi cairan, hyponatremia, water intoxication
syndrome, seizure
interaksi obat
Contraindicated: Golongan kortikosteroid
Major: Golongan NSAID, SSRIs, opioid, diuretik
Plasma fraction
cotnoh
Cryoprecipitate
Dosis
1 cryoprecipitate/5 kgBB ⟶ meningkatkan kadar fibrinogen 100 mg/dL.
Jumlah kantong cryo dapat dihitung dengan rumus: 0,2 × BB (kg) ⟶ peningkatan fibrinogen sekitar 100 mg/dL
Fresh Frozen Plasma
Mekanisme
FFP adalah plasma donor yang mengandung hampir semua faktor koagulasi, tanpa trombosit.
Transfusi FFP menambah protein plasma dan faktor koagulasi yang kurang
Kadar faktor koagulasi meningkat di dalam sirkulasi.
Jalur koagulasi yang terganggu dapat berjalan kembali dengan lebih efektif.
Pembentukan trombin, fibrin, dan bekuan menjadi lebih adekuat.
Hemostasis tercapai dan perdarahan terkendali.
Monitoring
Efek samping
Penularan agen infeksi
Overload sirkulasi terkait transfusi (TACO)
Gangguan metabolik
Reaksi hemolitik akibat ketidakcocokan antigen
Reaksi anafilaksis
Cedera paru akut terkait transfusi (TRALI)
FAKTOR REKOMBINAN VIIa
Mekanisme
TF akan berikatan dengan faktor VIIa, membentuk
kompleks TF–VIIa.
mengaktifkan faktor X ⟶ Xa
dan faktor IX ⟶ IXa
Faktor Xa bersama Va membentuk kompleks
protrombinase
mengubah protrombin (faktor II)
menjadi trombin (faktor IIa)
Mengkonversi fibrinogen → fibrin
Membentuk clotting fibrin
Monitoring
Dosis
Dosis awal 90 mcg/kg melalui infus yang diberikan selama 2 – 5 menit setiap 2 – 3 jam
efek samping
Umum: hipertensi, demam, mual muntah, membengkak, nyeri sendi, sakit kepala, gatal dan kemerahan
Serius: anafilaksis, infark miokard, tromboemboli, tromboli vena dalam (DVT)
Interaksi obat
Dengan anti-inhibitor coagulant complex
meningkatkan risiko pembekuan darah
(emboli paru, trombosis vena, infark miokard, dan stroke)
Inhibitor Fibranolytic
Mekanisme
Plasminogen dan plasmin punya domain khusus (kringles) yang menempel pada fibrin
Asam aminokrapoat merupakan analog lisisn, berikatan dengan situs pengikatan lisisn pada plasminogen
Plasminogen tidak bisa menempel ke fibrin
Menghambat aktivasi plasminogen
Konversi plasminogen → plasmin terhambat
Degradasi fibrin terhambat
Monitoring (Tranexamic Acid)
Dosis
Oral
Dewasa: perdarahan lokal 15–25 mg/kg berat badan) sebanyak 2–3 kali sehar
IV
fibrinolisis lokal: 500–1000 mg, 2–3 kali sehari
kontraindikasi
Hipersensitivitas, emboli paru, DVT, trombosis otak, tromboemboli
Tata Laksana
UMUM
Hemofilia
Nasional
Rekomendasi target kadar faktor VIII/IX plasma dan lama pemberian
Rumus kebutuhan faktor VIII
FVIII (unit) = BB (kg) x % (target kadar plasma - kadar F VIII pasien) x 0,5 diberikan per jam
rumus kebutuhan faktor IX
FI IX (Unit) = BB (kg) x %target kadar plasma - kadar FIX pasien) diberikan per 24 jam
profilaksis
primer
kontinu setiap minggu tanpa bukti penyakit
sekunder
kontinu dimulai setelah 2/lebih pendarahan sendi besar
tersier
kontinu setelah timbul penyakit sendi dari hasil pemeriksaan fisis dan radiografis
intermiten
mencegah pendarahan < 45 minggu dalam setahun
tatalaksana
anamnesis
pendarahan sendi berulang
Ya
Terapi profilaksis faktor VIII 10 IU/kgBB
1 more item...
Tidak
terapi ondemand
Lini ketiga
Hemofilia A
FVIII dosis rendah 10 IU/kg, 2 kali per minggu
Hemofilia B
FIX dosis rendah 10-15 IU/kg, 2 kali per minggu
Lini pertama
Konsentrat Faktor Pembekuan
Lini kedua
Terapi adjuvan
Asam Traneksamat
10 mg/kgBB/kali, secara oral atau
IV, 2–3 kali per hari
Lini keempat (home treatment)
dianjurkan untuk pendarahan ringan-sedang
Terapi farmakologis lain
Desmopressin, asam amikokaproat epsilon (EACA). Namun di Indonesia belum tersedia
Internasional
12 prinsip dasar perawatan WFH 2020
Koordinasi nasional dan penyampaian (delivery) terapi hemofilia.
Akses yang aman untuk produk Clotting Factor Concentrates (CFC), terapi hemostasis lain, dan terapi kuratif.
Layanan laboratorium dan diagnosis genetik.
Pendidikan dan pelatihan perawatan hemofilia.
Penelitian klinis dan epidemiologi.
Perawatan perdarahan akut dan darurat.
Perawatan multidisipliner.
Terapi pengganti (replacement therapy) rutin.
Manajemen pasien dengan inhibitor.
Manajemen komplikasi muskuloskeletal (sendi dan otot).
Manajemen kondisi khusus dan komorbiditas.
Outcome assessment (Penilaian hasil terapi).
Tatalaksana
Anamnesis
Apakah pasien sedang mengalami pendarahan aktif dan berapa titer inhibitornya
Ya
titer rendah <5 BU
1 more item...
titer tinggi >5 BU
3 more items...
Tidak
Riwayat Titer >5 BU
1 more item...
Jenis terapi
Hemofilia A
2 more items...
Hemofilia B
1 more item...
vWD
Penilaian awal
Bleeding Assessment
(-)
Riwayat perdarahan tidak signifikan
(+)
Memiliki masalah perdarahan
pemeriksaan laboratorium
vWF:Ag
1 more item...
FVIII:C
1 more item...
vWF:GPIbM / vWF:GPIbR
1 more item...
interpretasi hasil
4 more items...
KHUSUS
PEDIATRI
dimulai umumnya sebelum usia 3 tahun
Tahapan
Terapi profilaksis
Hemofilia A: Faktor VIII dosis rendah 10 IU/kgBB, 2 kali per minggu.
Hemofilia B: Faktor IX dosis rendah 10–15 IU/kgBB, 2 kali per minggu.
Jika perdarahan sendi masih terjadi ≥2 kali/bulan, dosis profilaksis perlu disesuaikan.
Monitoring
Evaluasi frekuensi perdarahan dan kondisi sendi dilakukan tiap 6–12 bulan.
Penilaian meliputi:
Skor HJHS
USG sendi
Aktivitas fisik anak
Rencana Tindakan
Persiapan Pra Operasi
Pastikan kadar faktor pembekuan (FVIII/FIX) adekuat sebelum tindakan operasi.
Lakukan pemeriksaan:
4 more items...
Konsultasi dengan dokter hematologi sebelum prosedur.
Terapi Faktor Pembekuan
Hemofilia A: pemberian konsentrat faktor VIII.
Hemofilia B: pemberian konsentrat faktor IX.
Target kadar faktor disesuaikan dengan jenis operasi:
2 more items...
Perawatan Saat Operasi
Hindari tindakan intramuskular dan trauma jaringan berlebihan.
Pastikan hemostasis optimal selama prosedur.
Siapkan terapi faktor tambahan bila terjadi perdarahan.
Pemantauan Pasca Operasi
Monitor tanda perdarahan:
3 more items...
Lanjutkan terapi faktor beberapa hari sesuai jenis operasi.
Evaluasi kadar faktor dan kondisi klinis secara berkala.
Hal yang perlu diperhatikan:
Hindari injeksi intramuskular bila memungkinkan.
Parasetamol lebih dianjurkan dibanding ibuprofen untuk mengurangi risiko perdarahan.
Edukasi orang tua penting terkait tanda perdarahan, terapi, dan aktivitas aman anak.
GERIATRI
sama seperti orang dewasa
Komorbid yang perlu diperhatikan
Artropati hemofilik kronik: menyebabkan nyeri kronik dan gangguan mobilitas.
Tata laksana:
Analgesik & antiinflamasi
Fisioterapi
Obat yang Dapat Diberikan
Parasetamol → 500–1000 mg (3–4 kali/hari)
Celecoxib → 100–200 mg/hari
Tramadol → 25–50 mg (3–4 kali/hari)
Osteopenia & Osteoporosis
Tata laksana:
Latihan weight-bearing
Menjaga aktivitas fisik
Penurunan berat badan bila obesitas
Suplementasi kalsium dan vitamin D
GANGGUAN ORGAN
ginjal
bed rest dan hidrasi adekuat (3 liter/m² luas permukaan tubuh) selama 48 jam.
Von Willebrand Disease
Terapi yang digunakan:
Desmopressin (DDAVP)
Asam Traneksamat (terapi tambahan)
Oral: 10 mg/kgBB (3–4 kali sehari).
Intravena: 10 mg/kgBB (2–3 kali sehari). Diberikan secara bolus perlahan.
Pasien pediatri: hindari injeksi intramuskular.
Pasien geriatri: DDAVP harus dipantau ketat
Gangguan ginjal: selain desmopressin dapat juga menggunakan konsentrat VWF. Asam traneksamat dikontraindikasikan untuk pasien hematuria.
PARAMETER MONITORING
Laboratorium
APTT
Hemofilia
memanjang
Gangguan jalur intrinsik akibat defisiensi faktor VIII/IX
Normal
25–35 detik
vWD
normal/sedikit memanjang
PT
Normal
11–13,5 detik
Hemofilia
Normal
jalur ekstrinsik normal
vWD
Nomal
F. VIII
Normal
50–150%
Hemofilia
Menurun pada Hemofilia A
VWD
menurun
F. IX
Normal
50–150%
Hemofilia
Menurun pada Hemofilia B
vWD
bisa menurun
Trombosit
Normal
150.000–450.000/µL
Hemofilia
Normal
vWD
normal/menurun
Hb
Pria: 13–17 g/dL
Wanita: 12–15 g/dL
Hemofilia menurun
vWD normal/menurun
FVIII/FIX
Normal
<0,6 BU
Hemofilia
Meningkat
Lain-lain
Gangguan ginjal
Bleeding time, trombosit, fungsi ginjal
Rencana tindakan operasi/prosedur invasif
Kadar faktor VIII/IX, Hb, APTT, skrining inhibitor, perdarahan pasca operasi
Pediatri
Frekuensi perdarahan, pertumbuhan dan perkembangan, fungsi sendi (HJHS/PedHAL), aktivitas fisik
Geriatri
Fungsi sendi, mobilitas, risiko jatuh, fungsi ginjal & hati, penyakit kardiovaskular