Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ANSIETAS, Diandra Saskia N. A. - 2406398362 Modul Saraf C - Coggle Diagram
ANSIETAS
Patofisiologi
Model serotonin
Terjadi jika
Serotonin disintesis di neuron presinaptik
Dilepaskan ke celah sinaps (Sebagian mengalami reuptake via SERT)
Kadar serotonin di celah sinaps turun
Aktivasi reseptor postsinaptik turun
Ansietas
Enzim MAO meningkat
Memecah serotonin yang tidak digunakan
Model noradrenergik
Secara normal
Muncul ancaman/rasa takut
Tubuh bereaksi
SSP menerima sinyal bahaya
Diproses oleh Locus Coeruleus
LC terangsang
Norepinephrine dilepas
1 more item...
Pada kondisi ansietas
Generalized Anxiety Disorder
NE meningkat kronis
Downregulation reseptor α₂
Kecemasan menetap
Sulit rileks
Panic Disorder
Reseptor α₂ hipersensitif
LC mudah aktif
NE melonjak mendadak
Serangan panik
Social Anxiety Disorder
Stres psikologis
Mengaktivasi HPA axis
CRF meningkat
ACTH meningkat
Kortisol meningkat
Sistem hiperresponsif
Cemas sosial & takut dinilai
Obat yang berpengaruh
Obat anxiogenik
bekerja dengan cara
Menghambat reseptor α₂-adrenergik
seperti
Yohimbine
Obat anxiolytic
bekerja dengan cara
Menekan aktivitas LC
Mengurangi pelepasan NE
seperti
Benzodiazepine
Antidepresan
Model GABA
Terjadi jika
Ikatan benzodiazepin menurun
sehingga
Kadar GABA di otak menurun
Aktivitas sistem GABA menurun
Efek inhibisi berkurang
sehingga
1 more item...
Penggolongan obat
Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs)
bekerja dengan cara
Menghambat transporter SERT
Kadar serotonin meningkat di celah sinaps
Aktivasi reseptor serotonin di postsinaptik bertambah
seperti
Citalopram
Escitatopram
Fluoxetine
Fluvoxamine
Serotonin-Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs)
bekerja dengan cara
Menghambat transporter SERT dan NET
Menghambat reuptake serotonin dan norepinefrin
Kadar serotonin dan norepinefrin di celah sinaps meningkat
Transmisi sinyal serotonin dan norepinefrin meningkat
seperti
Venlafaxine
Duloxetine
Desvenlafaxine
Milnacipran
Levomilnacipran
Trcyclic Antidepressant (TCA)
bekerja dengan cara
Menghambat transporter SERT dan NET
Menghambat reuptake serotonin dan norepinefrin
Kadar serotonin dan norepinefrin di celah sinaps meningkat
Transmisi sinyal serotonin dan norepinefrin meningkat
Dapat menempel juga pada reseptor lain
seperti
Histamin
Yang tidak bermasalah
Ach
α-adrenergik
seperti
Imipiramine
Benzodiazepine
bekerja dengan cara
Berikatan pada situs alosterik reseptor GABA-A (antara subunit α dan γ)
meningkatkan aktivitas GABA
Meningkatkan frekuensi pembukaan kanal ion Cl-
Ion Cl- masuk
Neuron hiperpolarisasi
Ansietas berkurang
seperti
Clonazepam
Alprazolam
Diazepam
Lorazepam
Monoamine Oxidase Inhibitor (MAOI)
bekerja dengan cara
Menempel pada enzim MAO
Neurotransmitter utuh (menumpuk di sel)
Lebih banyak neurotransmitter yang dilepas ke sinaps
Perasaan cemas berkurang
Suasana hati membaik
seperti
Isocarboxazid
Phenelzine
Selegline
Antikonvulsan
bekerja dengan cara
Menempel pada subunit α2-δ voltage-gated channel di presinaptik
Ketika sinyal listrik ada
Channel menjadi lebih sulit terbuka
Ion Ca2+ sulit masuk ke sel saraf
Vesikel tidak dapat melepas neurotransmitter eksitatorik
seperti
3 more items...
seperti
GABApentin
Pregabalin
Buspirone
bekerja dengan cara
menempel pada reseptor serotonin 5-HT1A
Menyalakan reseptor secukupnya
Keseimbangan serotonin kembali normal
Kecemasan mereda
Tatalaksana/Algoritma Terapi
Generalized Anxiety Disorder
pada kondisi umum
Nasional
Kriteria diagnosis
Ansietas hampir setiap hari
Sifat free floating
Kecemasan
Ketegangan motorik
Gelisah
Sakit kepala
Gemetaran
Overaktivitas otonom
berdebar
berkeringat
sesak napas
pusing
Terapi psikososial
Cognitive Behavioral Therapy
Psikoedukasi
Farmakoterapi
Lini 1
SSRI
SNRI
Lini 2
Buspirone
Benzodiazepine
hanya digunakan jangka pendek
Internasional
Lini 1
Cognitive Behavioral Therapy
atau
Problem Solving therapy
Evaluasi 4-6 minggu
jika response baik
Lanjutkan >1 tahun
Farmakoterapi
SSRI
Escitaploram
Sertraline
Paroxetine
SNRI
Venlafaxine XR
Duloxetine
Lini 2
Benzodiazepine
Buspirone
Hydroxyzine
Tiagabine
Lini 3
Komorbid depresi
Kombinasi SSRI + SNRI
Mirtazapine
TCA
Komorbid bipolar
Lithium
Lamotrigin
Lurasidone
Cariprazine
PTSD
Prazosin
untuk
Mimpi buruk
Gangguan tidur
Nyeri neuropatik
Pregabalin
pada kondisi khusus
Ibu hamil
Utamakan CBT
Antidepresan (jika perlu)
Fluoxetine
Sertraline
Citalopram
Hindari
Paroxetine
risiko cacat jantung janin
Benzodiazepine
pada trimester I
jika terpaksa
Diazepam
Chlordiazepoxide
pada trimester III
Alprazolam
menyebabkan
2 more items...
Ibu menyusui
Hindari
Diazepam
Meresap ke ASI
menyebabkan
Sedasi
BB bayi turun
Clonazepam
Pakai
SSRI yang lebih aman
Pediatri
CBT + antidepresan
dengan obat jangka pendek
seperti
Fluvoxamine
Fluoxetine
Sertraline
Duloxetine
Hindari
Clonazepam
karena
Menimbulkan iritabilitas
harus memantau ketat
Perubahan perilaku
Risiko bunuh diri
Geriatri
menggunakan
Buspirone
Escitalopram
Sertraline
Duloxetine
Hindari
Benzodiazepine
Berisiko tinggi sedasi
Risiko tinggi penekanan napas
dengan gangguan hati
hindari
Duloxetine
Riwayat penyalahgunaan zat
hindari
Benzodiazepine
Pregabalin
Panic disorder
pada kondisi umum
Nasional
Psikososial
Psikoedukasi
Terapi relaksasi
Cognitive Behavioral Therapy
Lini 1
SSRI
SNRI
Lini 2
Benzodiazepines
Imipramine
Internasional
Lini 1
Mendesak/tidak ada riwayat penyalahgunaan
Benzodiazepines (2-4 minggu) +SSRI/Venlafaxine XR
Jika response baik
Lanjutkan 12-24 bulan
Tidak mendesak/ada riwayat penyalahgunaan
SSRI
atau
Venlafaxine XR
1 more item...
Lini 2
ganti ke SSRI berbeda/Venlafaxine
ganti ke kelas lain
SSRI (jika belum dicoba)
Imipiramine
Lini 3
Tambahkan
Benzodiazepines
Jika response baik
Lanjutkan 12-24 bulan
Gabapentin
Antipsikotik topikal
pada kondisi khusus
Geriatri & pediatri
CBT
Lini 1
SSRI
Lini 2
Benzodiazepine
Berisiko disinhibisi
Ibu hamil & menyusui
CBT
Terapi wicara
Konseling
Obat hanya jika sangat diindikasikan
Social anxiety disorder
pada kondisi umum
Nasional
Psikosial
CBT
Exposure therapy
Cognitive restructuring
Relaxation training
Social skills training
Lini 1
SSRI
SNRI
Lini 2
Benzodiazepines
MAOI
internasional
Lini 1 (12 minggu)
SSRI
seperti
Paroxetine CR
Sertraline
Escitalopram
SNRI
seperti
Venlafaxine XR
Lini 2
Augmentasi
Clonazepam
Buspirone
Jika tidak ada respons
Ganti SSRI/Venlafaxine XR berbeda
Lini 3
Alihkan Phenelzine (MAOI)
Jika tidak ada response
Augmentasi lanjutan dengan
Gabapentin
Pregabalin
pada kondisi khusus
Pediatri (6-17 tahun)
kombinasi CBT + pelatihan keterampilan sosial
Lini 1
SSRI
SNRI
Pantau risiko bunuh diri
Benzodiazepine pilihan terakhir dengan durasi sesingkat mungkin
Gangguan penggunaan alkohol
Paroxetine
Hindari
MAOI
Benzodiazepine
Monitoring terapi
Social anxiety disorder
Monitoring obat
Benzodiazepine
Sedasi
Dependensi
SSRI/SNRI
Respon bertaham
Evaluasi klinis
Kemampuan interaksi sosial
Performa public speakinh
Tingkat avoidance
Monitoring dilakukan tiap
Awal
2-4 minggu
Lanjutan
1-3 bulan
Panic disorder
Lakukan follow up tiap
Jika sudah stabil
Bulanan
Fase akut
1- minggu
Evaluasi klinis
Pantau
Frekuensi panic attack
Avoidance behavior
Durasi & intensitas
Monitoring obat
Benzodiazepine
Pantau
Sedasi
Risiko jatuh
Toleransi
Ketergantungan
Jika stop mendadak
Dapat menimbulkan rebound anxiety
SSRI
Pantau di awal terapi
Dapat meningkatkan kecemasan
General anxiety disorder
Evaluasi klinis
Pantau penurunan
Kecemasan berlebihan
Gangguan tidur
Gelisah
Menggunakan skala
GAD-7
Monitoring obat
Pantau risiko bunuh diri
Di awal terapi
SSRI/SNRI
Pantau efek samping
Insomnia
Disfungsi seksual
Mual
Benzodiazepine
Pantau efek samping
Tanda ketergantungan
Sedasi
Lakukan follow-up tiap
Maintenance
3 bulan
Awal
2-4 minggu
Diandra Saskia N. A. - 2406398362 Modul Saraf C