Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Ansietas, Erena Alia Maherrani - 2406500003 Modul Saraf C - Coggle Diagram
Ansietas
Patofisiologi
ada
Sistem Limbik
yaitu
Melibatkan amigdala (pusat emosi/takut) dan hipokampus (memori)
ada
Model Noradrenergik
yaitu
Sistem saraf autonom yang hipersensitif; pelepasan Norepinefrin (NE) berlebihan menyebabkan kondisi kewaspadaan tinggi
ada
Model Reseptor GABA
yaitu
Penurunan aktivitas GABA (neurotransmitter penghambat) menyebabkan eksitasi neuron meningkat yang memicu ansietas
ada
Model Serotonin
yaitu
Gangguan pada transmisi serotonin (5-HT) yang mengatur suasana hati dan perilaku
Tata Laksana Terapi
Farmakoterapi
Lini Pertama
yaitu
SSRI (Escitalopram, Sertraline) dan SNRI (Venlafaxine XR, Duloxetine)
Lini Kedua
yaitu
Benzodiazepine (Alprazolam, Diazepam), Buspirone, TCA (Imipramine), dan Antikonvulsan (Pregabalin, Gabapentin)
Non-Farmakoterapi
CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
yaitu
Mengubah pola pikir negatif dan latihan relaksasi
Psikoedukasi
yaitu
Menghindari pemicu seperti kafein, nikotin, dan alkohol
Latihan Aerobik
yaitu
Olahraga rutin membantu meredakan gejala fisik
Definisi
merupakan
Kecemasan atau ketakutan pada keadaan yang dianggap mengancam sehingga menyebabkan gangguan suasana hati, emosional, pikiran, perilaku, serta aktivitas fisiologis yang berlebihan dan tidak tepat
Faktor Risiko
dapat berupa
Genetik (kerabat dengan gangguan kecemasan)
Trauma berat (kematian keluarga, pelecehan, kecelakaan)
Stres (penyakit serius, masalah finansial, tuntutan pekerjaan)
Gender (perempuan memiliki tingkat ansietas lebih tinggi karena pengaruh hormon dan aktivitas amigdala)
Etiologi
dapat berupa
Kondisi Medis
yaitu
Kardiovaskular (angina, aritmia), Endokrin (diabetes, hipertiroidisme), Gastrointestinal (IBS), Neurologis (migrain, kejang), dan Respiratori (asma, PPOK)
Penyakit Kejiwaan
yaitu
Gangguan suasana hati (mood), skizofrenia, dan demensia
Induksi Obat
yaitu
Stimulan (kafein, amfetamin, kokain), antidepresan (SSRI/SNRI pada awal penggunaan), kortikosteroid, dan penyalahgunaan zat (ecstasy, mariyuana)
Klasifikasi Klinis
ada
Generalized Anxiety Disorder (GAD)
yaitu
Kekhawatiran berlebihan yang sulit dikontrol selama minimal 6 bulan
Panic Disorder
yaitu
Serangan rasa takut mendadak yang mencapai puncak dalam 10 menit, sering disertai gejala fisik seperti jantung berdebar dan sesak napas
Social Anxiety Disorder (SAD)
yaitu
Ketakutan kuat akan penilaian negatif atau diawasi orang lain dalam situasi sosial
Fobia Spesifik
yaitu
Rasa takut kuat terhadap objek atau situasi tertentu (misalnya ketinggian atau serangga)
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
yaitu
Gangguan setelah mengalami peristiwa traumatis; gejala meliputi ingatan mengganggu (flashback), penghindaran, dan kewaspadaan berlebih (hyperarousal)
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
yaitu
Terjebak dalam pikiran obsesif dan perilaku kompulsif berulang (seperti mencuci tangan atau mengecek pintu)
Tingkat Ansietas
ada
Ringan
yaitu
Waspada, lahan persepsi luas, mampu menerima rangsangan kompleks
Sedang
yaitu
Perhatian selektif pada hal penting, napas pendek, nadi dan tekanan darah meningkat
Berat
yaitu
Lahan persepsi sangat sempit, tidak mampu menyelesaikan masalah, merasa terancam
Panik
yaitu
Kehilangan pikiran rasional, ketakutan luar biasa, persepsi menyimpang, tidak mampu melakukan apapun
Kondisi Khusus
pada
Anak & Remaja
yaitu
Terapi utama adalah CBT; jika obat diperlukan, SSRI seperti Fluoxetine dapat digunakan dengan pemantauan ketat terhadap risiko ide bunuh diri
Ibu Hamil
yaitu
Lini pertama adalah CBT. Jika obat sangat diperlukan, Sertraline lebih disukai karena transfer plasenta rendah, sementara Paroxetine harus dihindari karena risiko malformasi jantung janin
Geriatri (Lansia)
yaitu
Disarankan menggunakan Buspirone atau SSRI; penggunaan Benzodiazepine harus hati-hati karena risiko jatuh dan fraktur
Erena Alia Maherrani - 2406500003 Modul Saraf C