Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Prinsip dan Penerapan Asesmen dalam Konseling (Principles :and…
Prinsip dan Penerapan Asesmen dalam Konseling (Principles :and Applications of Assessment in Counseling) - Susan C. Whiston
-
-
-
- Masalah terkait penyajian informasi
Adanya instrumen online yang dikembangkan oleh pihak yang tidak memiliki latar belakang dalam konseling atau penilaian psikologis (masalah utama). Instrumen tersebut dapat terlihat meyakinkan, sehingga individu mungkin mempercayai hasilnya dan menggunakannya untuk mengambil keputusan penting
Berlaku prinsip “garbage in, garbage out”, artinya jika instrumen tidak memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, maka hasil yang dihasilkan juga tidak bermakna, meskipun diproses secara akurat oleh komputer
-
Orang awam dapat mengembangkan situs web yang menampilkan instrumen yang belum diteliti dan hasil interpretatif yang mungkin tampak sah bagi sebagian besar pembaca. Tetapi pada kenyataannya, situs tersebut diprogram untuk menghasilkan hasil yang tidak didasarkan pada bukti validasi instrumen tersebut
- Masalah terkait penginputan informasi
Melibatkan perangkat seperti komputer untuk mengadministrasikan tes dan menerima hasilnya. Banyak instrumen berbasis teknologi merupakan adaptasi dari bentuk kertas dan pensil, sehingga perlu diperhatikan kesetaraan antara kedua bentuk tersebut
Perilaku klien selama proses assessment umumnya tidak dapat diamati, padahal dalam assessment tradisional, observasi ini digunakan dalam interpretasi hasil, misalnya terkait motivasi atau kecemasan klien
Terdapat perbedaan individu dalam tingkat kenyamanan terhadap komputer, pengalaman menggunakan teknologi, sikap terhadap assessment berbasis komputer. Hal ini dapat memengaruhi hasil assessment
Kualitas psikometrik alat assessment berbasis komputer/daring. Tidak semua alat tersebut memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai
Kejujuran dalam menjawab, terdapat kemungkinan bahwa individu lebih terbuka saat menggunakan komputer karena merasa lebih anonim. Namun, ada juga kemungkinan sebaliknya, yaitu individu lebih terbuka kepada konselor.
Pertimbangan etis
Konselor memberitahu klien mengenai manfaat dan keterbatasan penggunaan aplikasi teknologi informasi dalam proses konseling serta dalam prosedur administrasi/penagihan
Kerahasiaan menjadi isu penting. Dimana hasil assessment aman dan tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga
Memastikan bahwa situs web yang digunakan klien aman dengan mempertimbangkan masalah kerahasiaan terkait cara klien mengikuti penilaian dan bagaimana informasi tersebut mungkin disimpan di hard drive atau server di dalam kantor konselor
Memastikan bahwa jenis penilaian ini diawasi dan hanya konselor serta klien yang memiliki akses ke hasil penilaian dan informasi sensitif tersebut
-
-