Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
NYERI, Yasyfa Ailsa Rafila
(2406402896)
Modul Gangguan Terapi Saraf A -…
NYERI
Algoritma Terapi Umum
Algoritma umum
asesmen dan diagnosis
anamnesis ⟶ identifikasi sumber nyeri, intensitas, onset, lokasi, durasi, faktor yang memperberat atau meringankan nyeri
penilaian intensitas ⟶ menggunakan skala objektif seperti NRS, VAS, atau FLACC (bayi dan anak)
-
-
WHO analgesic ladder
-
Nyeri sedang (moderate)
-
berikan
opioid lemah
-
kodein, tramadol, hidrokodon
Nyeri berat (severe)
-
berikan
opioid kuat
-
morfin, fentanyl, oksikodon, hidromorfon
-
-
-
monitoring
apabila intensitas nyeri tidak berkurang atau meningkat, dapat naik ke tahap nyeri selanjutnya pada ladder
Nyeri Akut
-
Nyeri sedang (moderate)
-
berikan
opioid lemah
-
kodein, tramadol, hidrokodon
Nyeri berat (severe)
-
berikan
opioid kuat
-
morfin, fentanyl, oksikodon, hidromorfon
Nyeri Kronis
nyeri neuropatik
-
antidepresan
Amitriptyline (TCA), Duloxetine (SNRI), Fluoxetine (SSRI)
-
Nyeri Kanker
-
-
Jika nyeri tetap atau meningkat setelah evaluasi, dosis dapat ditingkatkan sebesar 50–100%
Algoritma Terapi Khusus
Pediatri
-
Klasifikasi nyeri
Nyeri ringan (0-3)
berikan
-
Ibuprofen (untuk usia >3 bulan, 5-10 mg/kg tiap 6-8 jam)
-
-
-
-
Geriatri
terjadi perubahan fisiologis seperti penurunan fungsi ginjal dan hati serta peningkatan lemak tubuh yang membuat obat bertahan lebih lama
-
Klasifikasi nyeri
Nyeri ringan (0-3)
berikan
Parasetamol (325–1000 mg tiap 6-8 jam, maksimal 3 gram/hari
Nyeri berat (7-10)
berikan
Opioid kuat seperti morfin (mulai 2,5–5 mg), hidromorfon, atau oksikodon
Nyeri Sedang (4-6)
berikan
Parasetamol atau aspirin dikombinasikan dengan opioid rendah seperti kodein atau tramadol (dosis awal rendah 25-50 mg)
-
-
-
-
-
-
-