Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Literasi Artikel Yadnya Menyucikan Jiwatman - Coggle Diagram
Literasi Artikel Yadnya Menyucikan Jiwatman
Arti Yadnya
Yadnya berasal dari kata Sansekerta "yaj" yang berarti memuja
Kata tersebut berubah menjadi "Yadnya" yang berarti pengorbanan suci
Panca Yadnya
Pengertian
Panca Yadnya adalah lima pengorbanan suci
Bagian
Dewa Yadnya:
Pengorbanan suci yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan segala manifestasi Beliau.
Rsi Yadnya:
Pengorbanan suci yang ditujukan kepada orang suci dan guru
Pitra Yadnya:
Pengorbanan suci yang ditujukan kepada leluhur
Manusa Yadnya:
Pengorbanan suci yang ditujukan kepada manusia.
Bhuta Yadnya:
Pengorbanan suci yang ditujukan kepada Bhuta Kala dan makhluk bawah
Yadnya Menyucikan Jiwatman (Setelah Meninggal)
Ngaben
Jenis
Sawa Wedana:
Membakar jenazah
Asti Wedana:
Membakar jenazah yang sudah dibkubur dan hanya berupa tulang belulang
Swasta:
Upacara tanpa jenazah dan hanya membakar lukisan atau foto jenazah dengan kayu cendana replika jenazah
Ngelungah:
Ngaben untuk anak-anak yang belum tanggal gigi (5-6 tahun)
Warak Kruron:
Ngaben untuk bayi (3-12 bulan)
Tahap
Ngeseng
Pakiriman
Papegatan
Mameras
Ngaskara
Ngajum Kajang
Nyiramin/Ngemandusin
Ngulapin
Ngayud
Atma Wedana
Tahap
Mendak Siwa Lingga/Sekah
Nyekah
Ngelinggihang
Nyegara Gunung
Sumber
https://gerokgak.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/59-pengertian-panca-yadnya-bagian-bagiannya-beserta-contohnya#:~:text=BHUTA%20YADNYA%20*%20Upacara%20Mecaru%20(Membersihkan%20area,tahun%20sekali)%20dilaksanakan%20di%20pura%20agung%20besakih
.
Kesimpulan
Salah satu yadnya yang dilakukan oleh umat Hindu adalah yadnya untuk menyucikan roh setelah meninggal. Dalam Panca Yadnya, hal tersebut termasuk Pitra Yadnya. Kita perlu untuk melakukan yadnya tersebut untuk membayar hutang kita kepada yang sudah meninggal, menyucikan roh orang yang sudah meninggal dan memungkinkan roh tersebut untuk mendapatkan tempat yang baik.