Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
SAKIT KEPALA Felicia Theodora/2406358415 - Coggle Diagram
SAKIT KEPALA
Felicia Theodora/2406358415
DEFINISI
Gangguan sistem saraf paling umum
Ditandai dengan sakit kepala berulang
dapat menimbulkan
nyeri
ketidaknyamanan daerah manapun di kepala
dibagi menjadi 2 kategori, yaitu
Primer
paling umum
tidak disebabkan oleh kondisi mendasar
diklasifikasikan menjadi
Migraine
ciri-ciri
5-60 menit
Nyeri di satu sisi kepala
berdenyut/serasa ditusuk
diperburuk oleh aktivitas fisik
+mual, muntah, fotofobia, fonofobia
terbagi menjadi 2 subtipe
tanpa aura
setidaknya 5 serangan
4 hingga 72 jam/serangan
unilateral & berdenyut
intensitas: sedang-berat
bertambah dengan aktivitas fisik rutin
disertai mual, muntah, fotofobia, fonofobia
tidak disebabkan oleh gangguan lain
dengan aura
setidaknya 2x serangan
Aura tipikal
memiliki gejala, seperti
3 more items...
Tension Type Headache
ciri-ciri
paling sering
bilateral
hatband pattern
tidak memburuk dengan aktivitas fisik
tidak ada mual & muntah
peningkatan sensitivitas penglihatan & pendengaran
terbagi menjadi
Infrequent Episodic Tension Type Headache
min. 10x selama <1 hari/bulan (<12 hari/tahun)
30 menit - 7 hari/episode
Frequent Episodic Tension Type Headache
min. 10x selama 1-14 hari/bulan dalam >3 bulan (≥ 12 <180 hari/tahun)
Chronic Tension Type Headache
Lanjutan frequent episodic tension-type
sangat sering
15 hari/bulan selama >3 bulan (180 hari/tahun)
Trigeminal autonomic cephalalgias (TACs)
Cluster Headache
ciri-ciri
paling hebat & jarang
setiap hari berminggu-berbulan
unilateral
orbital
supraorbital
temporal
kombinasi
15-180 menit
frekuensi 1x/2 hari - 8x/1 hari
mata merah & berair
hidung tersumbat/meler
kelopak mata membengkak
dahi/wajah berkeringat
terbagi menjadi 2
Episodic cluster headache
gejala muncul selama
1 more item...
Chronic cluster headache
gejala muncul selama
1 more item...
Sekunder
disebabkan oleh kondisi mendasar
seperti
penggunaan obat berlebihan
penyakit lain
PATOFISIOLOGI
dipengaruhi oleh
Makanan
Alkohol
Kafein
Cokelat
Monosodium glutamat
Sakarin/aspartam
Lingkungan
Cahaya terlalu terang
Terlalu berisik
Bau tajam
Asap tobacco
Perubahan cuaca
Fisiologis
Jam tidur tidak normal (berlebih/kekurangan)
Kelelahan/stres
Menstruasi/menopause
Aktivitas seksual
Jam makan tidak teratur
Aktivitas fisik terlalu berat
Migrain
vasodilatasi pembuluh darah intrakranial ekstraserebral
saraf perivaskular trigeminal melepas neuropeptida
memicu inflamasi
Transmisi nyeri bagian sentral mengaktivasi brainstem nuclei lainnya
memicu gejala mual, muntah, dll
terbagi menjadi 3 fase
Fase 1 (Premonitory)
saraf aferen (sensorik) membawa sinyal parasimpatis ke SSN
mengaktivasi neuron postganglion parasimpatis di SPG & diproyeksi ke meninges
Aktivitas parasimpatik naik = aktivasi nosiseptor meninges & trigeminavaskuler
Vasodilatasi pembuluh darah intrakranial & pelepasan lokal molekul inflamasi di meninges
dilanjutkan dengan
1 more item...
Tension Type Headache
Input nosiseptif dari jaringan myofascial pericranial
Terjadi plastic changes → tanduk dorsal tulang belakang dan nukleus trigeminal
Input nosiseptif meningkat
Eksitasi neuron supraspinal dan transmisi nosiseptif dalam tanduk dorsal tulang belakang dan nukleus trigeminal
Terjadi perubahan neuroplastik sentral → meningkatkan dorongan ke neuron motorik
Peningkatan aktivitas otot dan kekerasan otot
disebabkan oleh
Kontraksi otot perikranial berlebih
pelepasan substansi P
nyeri & pengencangan otot
tarikan pada dural
jembatan modular
sakit kepala
Kurang tidur
kelelahan meningkat
peningkatan simpatis
sakit kepala
Disfungsi kortikal otak
disfungsi Nukleus trigeminal caudalis
pemblokiran nukleus trigeminal caudalis berkurang
sakit kepala
Cluster
Aferen nyeri dari sistem trigeminovaskular melintasi divisi mata saraf trigeminal
Mengambil sinyal dari pembuluh tengkorak dan duramater (garis ungu)
Input ini sinapsis di TCC & memproyeksikan ke struktur otak yang lebih tinggi
Aktivasi sistem trigeminovaskular dengan stimulasi struktur dural menyebabkan aktivasi neuron di SSN
Refleks parasimpatis ini melalui aliran keluar dari SSN dan disampaikan melalui SPG
Aktivasi saraf trigeminal dan otonom
Hipotalamus secara fungsional terhubung ke sistem trigeminal ipsilateral dan area otak lainnya dari matriks nyeri
PENGGOLONGAN OBAT & PARAMETER KEAMANAN OBAT
Cluster
Abortif
Triptan
Alkaloid ergot dan derivat
Agonis pada reseptor 5-HT1
vasokontriksi pada pembuluh perifer & kranial
contoh
Ergotamine Tartrat
Dosis awal: 1-2 tab, Max. 4 tab dalam 24 jam
Max. 8 tab/minggu
Oksigen
kecepatan minimal 12 – 15 L/menit
Profilaksis
Verapamil
Dosis awal 80 mg/oral 3x satu hari selama 2 pekan. Kemudian dosis dinaikkan 80 mg setiap 2 pekan. Max 320 mg tiga kali satu hari, 960 mg/hari
Gol. C
Lithium
Meningkatkan pelepasan norepinefrin
600-1.200 mg/hari, dengan dosis awal 300 mg dua kali sehari.
Kortikosteroid
Migrain
Antiemetik (Terapi tambahan)
Analgesik, NSAID
menghambat COX di SSP (bukan di perifer)
contoh
acetaminophen
Migrain akut: 1000 mg secara oral setiap 4-6 jam sekali. Max 4 g/hari
Efek samping
biasa
Dermatologis: pruritus
Gastrointestinal: konstipasi, mual, muntah
Neurologis: Sakit kepala, insomnia
Psychiatric: agitasi
Respiratori: atelektasis
serius
Dermatologis: generalized exanthematous pustulosis, akut, stevens-Johnson syndrome, toxicepidermal necrolysis
Hati: gagal hati
Respiratori: pneumonitis
aspirin
1000 mg secara oral, max 1 g/hari
Efek samping
Gagal hati kongestif, Ulkus, Hemoragik, Tinitus, Bronkospasma, Angioedema, Reye’s sindrome
C pada trimester 1 dan 2, D pada trimester 3
ibuprofen
400 mg oral 1x/hari selama 10 hari
Biasa
hipertensi, ruam, hipernatremia, hipoalbuminemia
Serius
serangan jantung, congestive heart failure, eritema
lini pertama migrain ringan-sedang
Triptan
vasokontriksi kranial dan menghambat pelepasan neuropeptida proinflamasi lewat agonis reseptor 5-HT1B
contoh
sumatriptan
dosis awal: 50-100 mg
jika dosis pertamam efektif & sakit kepala berulang
dosis diulang min. 2 jam
Max. 300 mg dalam 24 jam
Alkaloid ergot dan derivat
Opioid
aktivasi reseptor opioid/reseptor μ (mu)
contoh
tramadol
Oral: 1-2 tablet, setiap 4-6 jam; maksimal 8 tab
Kortikosteroid
Beta adrenergik antagonis
Beta blockers menghambat pengikatan norepinefrin dan epinefrin dengan reseptor
penurunan cAMP
vasodilatasi tidak terjadi
penurunan sensitisasi nosiseptor sakit kepala
contoh
propanolol
IR
Initial 80 mg secara oral setiap hari dalam dosis terbagi -> 160–240 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
ER
Antidepresan Trisiklik
Menekan Cortical Spreading Depression (CSD)
10–25 mg sebaiknya di sore hari.
Antikonvulsan
Calcium Channel Blocker
Menghambat calcium channel
menghambat masuknya ion kalsium transmembran ke otot polos dan arteri
Tension Type Headache
Abortif
Analgesik
NSAID
Profilaksis
Antagonis Beta adrenergik
Antidepressants
Antikonvulsan
Berikatan dengan voltage-gated calcium channel
berkurangnya pelepasan neurotransmiter glutamat dan substansi P
contoh
topiramate
25 mg setiap malam selama 1 minggu
Terapi Tambahan
Antiansietas
Berikatan dengan reseptor benzodiazepin stereospesifik pada neuron asam gamma-aminobutirat (GABA) postsinaptik
Antiemetik
antagonis reseptor
5HT3
D2
TATALAKSANA
UMUM
Migrain
AKUT
Lini Pertama
Asetaminofen
1000 mg setiap 4-6 jam sprn
NSAID
Aspirin
500-1000 mg setiap 4-6 jam
Dosis maksimum: 4 g/hari
Ibuprofen
200-800 mg setiap 6 jam
Hindari dosis > 2,4 g/hari
Naproxensodium
550-825 mg sekali onset, dapat diulang 220 mg dalam 3-4 jam. Hindari dosis > 1,375 g/hari
efek samping
2 more items...
C
Diklofenak
50-100 mg sekali onset, dapat diulang 50 mg dalam 8 jam. Hindari dosis > 150 mg/hari
Agonis Serotonin
Sumatriptan
Injeksi: 6 mg SC sekali onset
C
2 more items...
Zolmitriptan
Tablet oral: 2,5 atau 5 mg sekali onset
Rizatriptan
5 atau 10 mg
Lini Kedua
Dihidroergotamin
injeksi
0,25-1 mg IM, IV, SC
Nasal Spray
spray (0,5 mg), ulangi setiap 15 menit
Antiemetik
diberikan lebih dahulu
Metoklopramid: 10 mg IV
umum
Retensi cairan tubuh, muntah, asthenia, sakit kepala
Serius
Sindrom ganas neuroleptik, dyskinesia tardive
Proklorperazin: 10 mg IV atau IM, 25 mg rektal
Ergotamin Tartrat
Oral 1 mg +
kafein 100 mg
Suppositoria 2
mg + kafein 100 mg
Efek samping
Mual, muntah, sakit perut, kesemutan pada jari
gol. X
PROFILAKSIS
pasien perlu memenuhi kriteria berikut
predictable pattern
NSAID/triptan
jika tidak efektif
healthy/comorbid hipertensi / angina
antagonis beta adrenergik
jika tidak efektif
Komorbid depresi/insomnia
trisiklik antidepresan
jika tidak efektif
seizure/bipolar
antikonvulsan
jika tidak efektif
antagonis beta adrenergik
1 more item...
Tension-type
headache
Akut
sakit kepala < 2 hari/minggu
analgesik
aspirin
asetaminofen
NSAIDs
Naproxen
Ketoprofen
asam mefenamat
ibuprofen
Kafein
Kombinasi
Acetaminophen 325 mg + Caffeine
40 mg + Butalbital 50 mg
Aspirin 325 mg + Caffeine 40 mg +
Butalbital 50 mg
Aspirin 325 mg + Caffeine 40 mg +
Butalbital 50 mg + Codeine 30 mg
Acetaminophen 325 mg +
Isometheptene 65 mg +
Dichloralphenazone 100 mg
Kronis
Nyeri kepala > 15 hari/bulan selama > 3 bulan
antidepresan
amitripiline
Antiansietas
benzodiazepin
butalbital
Cluster-headache
Akut
Inhalasi oksigen
7 liter/menit selama 15 menit
Dihidroergotamin (DHE)
Intravena 0,5–1,5 mg
intramuscular dan nasal
Sumatriptan
injeksi subkutan 6 mg
nasal spray 20 mg
Zolmitriptan
5 mg atau 10 mg per oral
Supresi Periodik
Prednison
40–75 mg/hari untuk 3 hari
Ergotamine tartrate tab 1 mg
1–2 tab (tab 1 mg) ½–1 jam sebelum
prediksi serangan
Dihidroergotamin
1 mg i.m. 2 kali/hari ½–1 jam
sebelum prediksi serangan
Capsaicin
2 tetes di 2 nostril (i.n.)
Methysergide
1 more item...
Profilaksis
Verapamil
120–160 mg t.i.d-q.i.d
Nimodipin
240 mg/hari
Nifedipin
40-120 mg/hari
tatalaksana
Lini Pertama
Prednisolon
60–80 mg/hari (7-14 hari)
verapamil
240 mg/hari
Lini Kedua
Methysergide
2 mg t.i.d
Lini Ketiga
Lithium atau asam valproat atau keduanya dapat dipakai bersama dengan verapamil
Dihidroergotamin + sedatif
i.v. setiap 8 jam
KHUSUS
PEDIATRI
Migraine
Parasetamol → 15 mg/kg (maks 1 g)
Ibuprofen → 10 mg/kg (maks 400 mg)
Hindari opioid
TTH
berikan analgesik (dosis sama dengan migrain)
akut
hindari opioid
Cluster
analgesik sederhana
oksigen (laju min. 12 L/menit)
IBU HAMIL/MENYUSUI
Migrain
Asetaminofen (lini pertama)
NSAID (awal kehamilan)
Triptan (tidak boleh diberikan pertama kali saat kehamilan)
TTH
Asetaminofen
Ibuprofen
Sumatriptan
Cluster
triptan
inhalasi oksigen
jarang terjadi
GERIATRI
Migrain
Attack
First line
Acetaminofen
Second line
Triptan
Caution
asam asetilsalisilat
NSAID
Preventive
First line
Propanol
Topiramite
sodium valproate
Second line
calcium channel blocker
Caution
Nortriptyline
Amitriptyline
Efek samping
GI: Konstipasi, xerostomia
Metabolisme Endokrin: Peningkatan berat badan
etc.
Gol. C
TTH
Antidepresan trisiklik
Muscle Relaxant
NSAID
Cluster
Verapamil, litium, obat antipileptik
prednisolon
PARAMETER MONITORING
Headache diary
Pemeriksaan tanda vital
pernafasan
cluster
menurun/tidak berubah
migrain & TTH
bervariaasi
denyut nadi
migrain & TTH
cenderung meningkat
cluster
melambat & tidak teratur
suhu tubuh
normal = 36-37,5°C
Hipotermia
hipertemia
tekanan darah
sakit kepala akan terjadi jika mencapai
≥ 180/120 mmHg
Pemeriksaan Lab
funduskopi
palpasi & auskultasi