Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Asal Usul Bangsa Indonesia - Coggle Diagram
Asal Usul Bangsa Indonesia
Siapakah nenek moyang Bangsa Indonesia?
Teori
Teori Yunan
Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Tiongkok Selatan. Manusia dari Yunan bermigrasi ke selatan, termasuk Nusantara, karena terdesak oleh bangsa lain atau bencana alam. Gelombang migrasi ini terbagi menjadi:
Menurut Teori Yunan, nenek moyang bangsa Indonesia bermigrasi dari Tiongkok Selatan (Yunan) ke Nusantara dalam beberapa gelombang, utamanya melalui jalur sungai dan laut, terjadi sekitar 3000–500 SM (masa Neolitikum) karena terdesak bangsa lain dan bencana alam.
Teori Out of Afrika
Teori ini mengungkapkan bahwa asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Anggapan ini berdasarkan pada kajian ilmu genetika lewat penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki-laki.
Menurut teori Out of Africa, manusia modern (Homo sapiens) bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 50.000 hingga 70.000 tahun yang lalu. Mereka menyebar melintasi Asia hingga mencapai Indonesia dan Australia, didorong oleh perubahan iklim (zaman glasial) yang membuat permukaan laut lebih rendah, memungkinkan migrasi darat dan pesisir.
Teori Nusantara
Teori ini menyebutkan bahwa bangsa Indonesia berasal dari wilayah Indonesia itu sendiri, yakni tidak melalui proses migrasi dari daerah manapun. Teori Nusantara ini didukung oleh para ahli, antara lain Gorys Keraf, J. Crawford, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Muhammad Yamin.
Menurut Teori ini, nenek moyang banga Indonesia berasal dari Nusantara atau Indonesia itu sendiri
Bagaimanakah Kepulauan Indonesia terbentuk?
Faktor-faktor
Endogen
Gerakan dari dalam bumi yang menyebabkan patahan, lipatan, dan pergeseran kerak bumi.
Eksogen
Proses luar bumi seperti pelapukan, erosi, dan sedimentasi yang mengubah topografi permukaan pulau.
pergerakan Lempeng Tekntonik
Tumbukan antara lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik menyebabkan pengangkatan kerak bumi yang membentuk pulau-pulau besar dan rangkaian pegunungan.
Proses pementukan
Lava yang keluar ke permukaan bumi mendingin dan membeku, lalu membentuk batuan beku dan daratan.
Gerak lempeng meliputi subduksi, obduksi, kolisi, dan divergensi.
Pada akhir masa Mesozoikum, lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik bergerak sangat aktif.
Pergerakan tersebut memecah daratan menjadi pulau-pulau.
Pecahan Benua Eurasia membentuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Pecahan Benua Australia membentuk Timor, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Maluku.
Sekitar 5 juta tahun lalu (Kala Pliosen) terjadi pengangkatan daratan dan aktivitas vulkanik kuat.
Akibatnya, Indonesia memiliki banyak gunung api, pegunungan, dan keanekaragaman flora serta fauna yang tinggi.