Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sarana Pewarisan Budaya Clairene/07 & Jennifer/16 - Coggle Diagram
Sarana Pewarisan Budaya Clairene/07 & Jennifer/16
Sekolah
Budaya 5S
Dipertahankan
Menjaga keharmonisan hubungan antara guru dan murid serta antar sesama siswa.
Selalu melakukan 5S terhadap guru maupun sesama teman saat bertemu.
Ditinggalkan
budaya "ospek" fisik atau mental yang tidak mendidik dan menggantinya dengan kolaborasi antar angkatan.
Menghapus praktik senioritas yang menindas agar tidak ada lagi rasa takut atau intimidasi di antara kakak kelas dan adik kelas.
Metode Belajar & Teknologi
Dipertahankan
Literasi kristis, membiasakan siswa menyaring informasi di era hoaks, bukan sekadar menghafal teks dari buku.
Pertinggi minat literasi agar tidak salah dalam menangkap informasi, dan tidak menjadi hoaks.
Ditinggalkan
Hafalan kaku, mengharuskan murid untuk menghafalkan materi sesuai dengan kalimat yang diberikan.
Hafalan kaku, mengharuskan murid untuk menghafalkan materi sesuai dengan kalimat yang diberikan.
Identitas dan Seragam
Dipertahankan
Seragam untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi sehingga semua siswa merasa di posisi yang sama.
terus menyamakan seragam antarsiswa agar tidak ada perbedaan diantara satu dengan lainnya walau berbeda ras, agama, golongan, dll.
Ditinggalkan
Aturan yang terlalu mengekang seperti larangan yang tidak relevan dengan prestasi akademik (misalnya aturan rambut bagi laki-laki atau batasan gaya belajar yang terlalu kaku).
memperingan aturan yang ada selama tidak mempengaruhi proses belajar mengajar, dan masih tetap rapi layaknya seorang pelajar.
Media Massa
POV Trend
Dipertahankan
yang menggambarkan situasi nyata yang dialami banyak orang
Terus membuat konten yang jujur dan apa adanya karena cerita yang relatable dengan kehidupan banyak orang dapat menciptakan koneksi emosional yang sehat di media sosial
Ditinggalkan
POV yang merendahkan orang lain
Berhenti menggunakan format POV untuk menghina atau merendahkan martabat orang lain hanya demi mendapatkan engagement atau terlihat lebih baik dari orang lain.
Fashion Trend
Dipertahankan
gaya yang mencerminkan kepribadian sendiri daripada mengikuti setiap micro-trend (seperti Mob Wife atau Coquette) yang biasanya hanya bertahan hitungan minggu.
selalu gunakan style / pakaian yang sesuai dengan pribadi kita tanpa mengikuti orang lain hanya supaya terlihat keren.
Ditinggalkan
Merasa harus punya semua barang yang viral
beli barang yang penting saja dan yang berguna untuk diri kita, jangan FOMO.
Standart Tiktok
Dipertahankan
Standar di mana komunitas mendukung isu-isu kesehatan mental, inklusivitas, dan keberagaman tubuh (body positivity).
Dukung terus kreator yang mempromosikan body positivity dan kesehatan mental agar media sosial menjadi ruang yang aman, inklusif, dan memberdayakan bagi semua orang.
Ditinggalkan
Tekanan bahwa di umur 20-an kamu harus sudah punya segalanya (rumah, mobil, tabungan miliaran).
Jangan jadikan pencapaian materi orang lain sebagai ukuran kesuksesan mutlak, karena setiap orang memiliki garis waktu (timeline) hidup yang berbeda-beda.
Masyarakat
Solidaritas Sosial
Dipertahankan
Menjaga tradisi bekerja sama untuk kepentingan umum (seperti kerja bakti atau membantu tetangga yang berduka) tanpa mengharap imbalan materi.
Jadikan aksi kerja bakti dan kepedulian terhadap tetangga yang berduka sebagai fondasi kekuatan komunitas yang tulus tanpa motif materi.
Ditinggalkan
Meninggalkan kebiasaan "tidak mau tahu" urusan lingkungan sekitar, terutama di daerah perkotaan yang sering membuat hubungan antar tetangga menjadi renggang.
Kurangi individualisme di perkotaan dengan mulai menyapa tetangga agar tercipta lingkungan yang lebih aman dan suportif.
Tradisi dan adat istiadat
Dipertahankan
Menjalankan upacara adat atau perayaan hari besar yang mengandung nilai moral dan sejarah sebagai identitas bangsa.
Lestarikan upacara adat sebagai sarana edukasi generasi muda agar mereka tetap memiliki jati diri bangsa di tengah gempuran budaya asing.
Ditinggalkan
Meninggalkan kebiasaan adat yang bersifat diskriminatif atau memaksa seseorang berutang besar hanya demi gengsi upacara yang mewah.
Perbarui cara pandang terhadap adat dengan menghapus tekanan finansial yang memberatkan, agar tradisi tetap bisa dijalankan tanpa beban utang.
Keamanan & Ketertiban
Dipertahankan
Mengutamakan diskusi dan diskusi kelompok dalam menyelesaikan konflik antarwarga sebelum membawanya ke ranah hukum atau kekerasan.
Kedepankan ruang bermusyawarah dan mediasi di tingkat RT/RW untuk menyelesaikan kesalahpahaman secara kekeluargaan sebelum menempuh jalur hukum.
Ditinggalkan
Menghapus budaya kekerasan massa atau menghakimi seseorang secara langsung tanpa proses pembuktian yang benar.
Tingkatkan kesadaran hukum masyarakat agar tidak mudah terprovokasi melakukan kekerasan massa yang justru melanggar hak asasi orang lain.
Kelompok Pergaulan
Gaya Komunikasi
Dipertahankan
Menciptakan rasa aman dimana setiap orang bisa menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi (judgement).
Jadilah teman yang suportif agar setiap anak dalam kelompok merasa aman untuk terbuka dan berekspresi tanpa takut mendapatkan penilaian buruk atau judgement dari teman sendiri.
Bisa mengerti bahwa setiap orang memiliki batasan waktu dan energi, menghormati privasi serta waktu istirahat teman akan membuat hubungan pertemanan menjadi lebih sehat dan tahan lama.
Ditinggalkan
Memaksakan teman dalam circle untuk menggunakan gaya bahasa yang sama (toxic, bahasa daerah lain).
Hargai keunikan cara bicara setiap teman dan jangan memaksakan standar bahasa tertentu, karena memaksa orang lain berubah hanya agar terlihat 'seragam' dapat merusak kenyamanan dalam berteman
Berhenti mengukur loyalitas teman melalui tindakan negatif atau berisiko, karena teman sejati seharusnya saling menjaga dan mengajak pada kebaikan, bukan saling menjerumuskan.
Seminggu sekali ke cafe
Dipertahankan
Menjadikan momen nongkrong sebagai waktu untuk bertukar pikiran secara berkualitas, bukan sekadar duduk bersama tapi sibuk dengan HP masing-masing.
Manfaatkan waktu berkumpul untuk membangun koneksi nyata melalui obrolan yang berkualitas (deep talk) dan simpanlah ponsel sejenak agar kehadiran fisik kita benar-benar bermakna bagi orang lain.
Ditinggalkan
Menghindari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain atau berdiam diri berjam-jam tanpa tujuan yang jelas yang akhirnya membuang produktivitas.
Arahkan topik pembicaraan ke hal-hal yang positif atau produktif, dan hindari kebiasaan menggosip (ghibah) agar waktu luang kita tidak terbuang sia-sia dan tidak menyakiti pihak lain.
Batasan Pribadi
Dipertahankan
Menghormati waktu istirahat teman dan tidak memaksakan mereka untuk selalu "standby" atau ikut setiap kegiatan.
Bisa mengerti bahwa setiap orang memiliki batasan waktu dan energi, menghormati privasi serta waktu istirahat teman akan membuat hubungan pertemanan menjadi lebih sehat dan tahan lama.
Ditinggalkan
budaya memaksa teman untuk melakukan hal negatif (seperti bolos, merokok, atau perilaku berisiko) demi membuktikan loyalitas.
Berhenti mengukur loyalitas teman melalui tindakan negatif atau berisiko, karena teman sejati seharusnya saling menjaga dan mengajak pada kebaikan, bukan saling menjerumuskan.