Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KONSEP TEORI BELAJAR KOGNITIVISTIK - Coggle Diagram
KONSEP TEORI BELAJAR KOGNITIVISTIK
1. Definisi Teori Belajar Kognitivistik
Menekankan proses mental dalam belajar, seperti memahami, mengingat, dan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan lama.
Belajar dipandang sebagai perubahan struktur pengetahuan, bukan sekadar respon stimulus.
Peran Siswa:
Aktif membangun makna.
Peran Guru:
Fasilitator.
Relevan untuk pembelajaran modern yang menekankan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri.
2. Prinsip-Prinsip Utama
Pembelajaran adalah perubahan status pengetahuan.
Pelajar berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
Menekankan pola pikir peserta didik (cara mengingat, mendapatkan kembali, dan menyimpan informasi).
Menekankan pada pengalaman belajar, dilihat sebagai proses aktif di dalam diri peserta didik.
Dapat menerapkan penghargaan dan hukuman.
Hasil pembelajaran bergantung pada apa yang guru berikan dan bagaimana siswa tersebut.
3. Tokoh-Tokoh Utama
A. Jean Piaget (1896-1980)
Perkembangan kognitif berlangsung melalui tahapan yang saling berhubungan, melibatkan berpikir, mengalami, dan interaksi sosial.
Proses Belajar: Asimilasi, Akomodasi, dan Ekuilibrasi.
Tahap Perkembangan Kognitif Anak:
Sensomotorik (0-2 tahun)
Pra Operasional (2-7 tahun)
Operasional Konkret (7-11 tahun)
Operasional Formal (11 tahun ke atas)
B. Lev Vygotsky (1896-1934)
Menekankan peran sosial dan lingkungan dalam perkembangan kognitif.
Konsep Kunci:
Sosiokultural
Zona Perkembangan Proksimal (ZPD)
Scaffolding
Bahasa dan Pemikiran
Tahapan Fungsi Bahasa:
Social Speech (bicara sosial)
Egocentric Speech (berbicara untuk diri sendiri)
Inner Speech (bicara dalam hati)
C. Jerome S. Bruner (1915-2016)
Peserta didik didorong untuk aktif mencari solusi dan menemukan pengetahuan sendiri agar lebih bermakna.
Tiga Proses Kognitif dalam Belajar:
Proses perolehan informasi baru
Proses mentransformasikan informasi yang diterima
Menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan
Tiga Model Penyajian (Teori Belajar Bruner):
Tahap Enaktif
Tahap Ikonik
Tahap Simbolik
D. David Ausubel (1918-2008)
Teori belajar kognitif harus bersifat bermakna.
Pembelajaran bermakna lebih menekankan pada pemahaman isi mata pelajaran daripada sekadar hafalan.
Tahapan Belajar:
Informasi dikomunikasikan dalam bentuk belajar penerimaan atau belajar penemuan.
Siswa menghubungkan informasi baru pada pengetahuan yang telah dimilikinya (terjadi belajar bermakna).
4. Penerapan dalam Pendidikan
Masalah Nyata: Guru memberi masalah nyata untuk dianalisis (Contoh: analisis dampak urbanisasi di IPS).
Alat Bantu Visual/Digital: Menggunakan mind mapping, bagan, atau media digital (Contoh: Peta konsep teks eksposisi).
Scaffolding (Bimbingan Bertahap): Guru memberi bantuan lalu menguranginya saat siswa sudah mandiri (Contoh: Guru mendampingi soal matematika sulit, lalu siswa mencoba sendiri).
Sesuai Tahap Perkembangan: Materi disesuaikan dengan perkembangan berpikir (Contoh: Pecahan dengan potongan kue untuk SD).
Mengaitkan dengan Pengalaman: Hubungkan materi baru dengan pengalaman sehari-hari (Contoh: Gravitasi dikaitkan dengan apel jatuh dari pohon).