Thomas Aquinas berusaha menyatukan iman Kristen dengan filsafat Aristoteles. Ia menekankan teosentrisme, bahwa Allah adalah realitas tertinggi, imanen sekaligus transenden. Dalam Summa Theologiae, ia membahas metafisika, etika, politik, dan teologi, serta memperkenalkan lima jalan (quinque viae) untuk membuktikan keberadaan Allah, misalnya melalui gerak, sebab-akibat, dan tujuan.
Contoh: Jika kita melihat sebuah bola bergerak di lantai, bola itu tidak bisa bergerak sendiri, pasti ada yang mendorongnya. Dari rangkaian sebab-akibat ini, Aquinas menyimpulkan bahwa harus ada “Penggerak Pertama” yang tidak digerakkan oleh apa pun, yaitu Allah.