Contoh: Ada seorang penunggang kuda yang sebenarnya berada di atas danau yang membeku, tapi karena ia tidak tahu hal itu, ia memersepsikan tempat itu sebagai dataran bersalju biasa. Akibatnya, perilakunya (menunggang kuda dengan tenang) terjadi dalam lingkungan yang ia bayangkan, yaitu dataran bersalju, bukan lingkungan fisik sebenarnya, yaitu danau beku.