Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Perencanaan Sumber Daya Entitas, Nadia ZamZani, 4EB08 - Coggle Diagram
Perencanaan Sumber Daya Entitas
Memahami berbagai aspek konfigurasi ERP , termasuk server, basis data, dan penggunaan perangkat lunak tambahan.
Konfigurasi Sistem ERP
Dua arsitektur dasar
Model tiga tingkat (three-tier model)
Fungsi basis data dan aplikasi dipisahkan.
Model dua tingkat (two-tier model)
Server menangani tugas aplikasi dan basis data.
Model Klien
Topologi jaringan dimana klien mengakses program dan data ERP melalui saru komputer pusat (server).
Perbedaan antara OLTP dan OLAP
OLAP
Mendukung tugas -tugas manajemen kritis melalui penyelidikan analitis hubungan data kompleks
Server OLAP bagi pengguna untuk menganalisis hubungan data kompleks
Server basis data OLAP karena harus efisien dalam menyimpan dan memproses data multidimensi.
OLTP
Basis data operasional dan dioptimalkan untuk menangani aplikasi OLTP.
Berfokus pada keandalan dan kecepatan transaksi, bukan dukungan keputusan.
Mendukung tugas-tugas kritis melalui kueri sederhana dan basis data operasional.
Konfigurasi Basis Data
Setiap tabel dihubungkan dengan berbagai proses bisnis yang dikodekan ke dalam ERP.
Boit - On Softaware
Aplikasi pihak ketiga yang menambah fungsi khusus pada ERP.
Menyadari berbagai pertimbangan penting yang berkaitan dengan implementasi ERP
Pemilihan sistem dan konsultan
Vendor dipilih sesuai kebutuhan bisnis dan konsultan harus terpercaya.
Biaya proyek dan manajemen
Anggaran, jadwal, dan pengawasan proyek harus dikontrol ketat.
Tingkat Kesiapan organisasi dan budaya
Perubahan budaya butuh komunikasi dan pelatihan agar tidak jadi hambatan.
Kelangsungan operasi
Pelatihan pengguna, dan rencana cadangan perlu disiapkan.
Strategi implementasi
Menilai kemampuan organisasi, risiko, dan kesiapan infrastruktur.
Mengenali risiko yang erkait dengan implementasi ERP.
Implementasi Big Bang versus bertahap
Implementasi sistem ERP yang berkaitan dengan perubahan cara organisasi menjalankan bisnisnya daripada teknologi itu sendiri.
Metode Big Data adalah metode yang lebih ambisius dan berisiko di antara kedua metode tersebut.
Memilih Konsultan yang salah
Implementasi ERP melibatkan firma konsultan eksternal, yang mengoordinasikan proyek, membantu organisasi mengindetifikasi kebutuhannya, dan mengembangkan spesifikasi persyaratan untuk ERP.
Memilih ERP yang salah
Kesesuaian Sistem
Masalah Skalabilitas Sistem
Skalabilitas adalah kemmapuan sistem untuk tumbuh secara lancar dan ekonomis dengan peningkatan kebutuhan pengguna.
Penolakan terhadap Perubahan Budaya Bisnis
Untuk berhasil, semua bidang fungsional organisasi harus terlibat dalam menentukan budaya perusahaan dan persyaratan sistem baru.
Ketersediaan dan kemampuan perusahan untuk melakukan perubahan besar implementasi ERP merupakan pertimbangan penting.
Biaya Tinggi dan Kelebihan Biaya
Total biaya kepemilikan (TCO) untuk sistem ERP bervariasi Untuk implementasi sistem berukuran menengah hingga besar.
Memahami fungsi umum dan unsur - unsur utama sistem ERP.
Aplikasi Inti ERP
Aplikasi Inti
Aplikasi secara operasional mendukung aktivitas sehari-hari bisnis.
Aplikasi transaksi online (OLTP)
Aplikasi Bisnis
Sistem ERP
Perangkat lunak multi-modul yang berkembang terutama dari sistem perencanaan sumber daya manufaktur tradisional.
Tujuan ERP
Mengintegrasikan proses - proses organisasi seperti pemesanan, manufaktur, pengadaan, pembayaran, penggajian, dan sumber daya manusia
Pemrosesan Analitis Online
Alat pendukung keputusan yang menyediakan informasi secara real-time kepada manajemen.
Pemrosesan analitis online (OLAP) mencakup dukungan keputusan, permodelan, pengambilan informasi, dan analisis.
Memaham tujuan data warehousing sebagai alat strategis dan mengenali masalah yang terkait desain, pemeliharaan, dan pengoperasian data warehouse.
Tahapan proses gudang
Mengekstrak data dari basis data operasional
Membersihkan data yang diekstraksi
Modeling data untuk data warehouse
Memuat data ke dalam basis data - data gudang
Mengubah data ke dalam model data gudang
Modeling Data untuk Data Warehouse
Normalisasi data dalam basis data operasional yang diperlukan untuk mencerminkan interaksi dinamis antar entitas secara efisien dan akurat.
Data Warehaouse terdiri dari data yang tidak dinormalisasi.
Penyimpanan Data
Data Warehouse
Basis data relasional dan multidimensi yang dapat mengonsumsi ratusan gigabyte atau terabyte ruang penyimpanan disk.
Data Mining
Proses pemilihan, eksplorasi, dan permodelan sejumlah besar data untuk mengungkap hubungan dan pola global yang terdapat dalam basis data besar namun tersembunyi di antara sembunyi sejumlah besar fakta.
Mengektrak Data dari Basis Data Operasional
Ekstraksi data adalah proses pengumpulan data dari basis data operasional, file datar, arsip, dan sumber data eksternal.
Ekstraksi Snapshot versus Data yang Stabil
Data transaksi yang disimpan dalam basis data operasional melewati beberapa tahap dengan berlangsung nya peristiwa ekonomi.
Pembersihan Data yang diambil
Pembersihan data melibatkan penyaringan atau perbaikan data yang tidak valid sebelum disimpan di gudang data.
Mengubah Data ke dalam Model Gudang Data
Data warehouse terdiri dari data detai dan data ringkasan. Untuk data dapat diubah menjadi tampilan ringkasan sebulum dimuat ke dalam warehouse.
Keputusan yang Didukung oleh Data Warehouse
Membuat data warehouse sesederhana dan ramah pengguna, data warehouse menjadi dapat diakses banyak oleh banyak pengguna akhir.
Memuat Data Ke dalam Database Data Warehouse
Integrasi Sitem Warisan
Efisiensi Internal
Konsolidasi Data Global
Memahami berbagai implikasi pengendalian internal dan audit dalam ERP
Pengawasan
Pengawasan harus memiliki banyak waktu untuk mengelola produksi, dan melalui pemantauan yang ditingkatkan, dan memperluas jangkauan kendali.
Catatan Akuntansi
Kemampuan ERP untuk mengotomatisasi dan memperbaiki proses pelaporan keuangan.
Pemisahan Tugas
Keputusan operasional dalam organisasi berbasis ERP didelegasikan ke tingkat yang sedekat mungkin dengan sumber peristiwa.
Contoh : supervisor di toko dapat memesan persediaan dari berbagai pemasok dan petugas penerimaan mecatat persediaan secara real time.
Otoritasi Transaksi
ERP memudahkan integrasi tetapi menimbulkan risiko otorisasi karena banyak transaksi otomatis.
Tantangan bagi auditor dalam memverifikasi otorisasi transaksi adalah memperoleh pemahaman mendalam tentang konfigurasi sistem ERP.
Verifikasi Independen
Pengecekan ulang data untuk memastikan data benar dan akurat.
Kontrol Akses
Model Kontrol Akses Tradisonal
Izin akses diberikan satu per satu kepada setiap individu, sehingga tidak efisien dan sulit dikelola.
Kontrol Akses Berbasis Peran (RBAC)
Izin akses diberikan berdasarkan peran (role), jadi lebih mudah dan aman karena pengguna otomatis mendapat akses sesuai tugasnya.
Nadia ZamZani
21222355
4EB08