Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Tawakkal : - Coggle Diagram
Tawakkal :
Perintah Allah
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
- Surah al-Ṭalāq, ayat 2–3, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya.”
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ... وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
- Surah al-Anfāl, ayat 2, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah, gementar hati mereka... dan mereka hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”
-
- Surah al-Mā’idah, ayat 23, “Dan kepada Allah jualah hendaknya kamu bertawakal, jika benar kamu orang-orang yang beriman.”
-
- Surah al-Aḥzāb, ayat 3, “Dan bertawakallah kepada Allah; cukuplah Allah sebagai Pelindung dan Pengurus urusanmu.”
-
- Surah Āli ‘Imrān, ayat 173: "dan mereka berkata: Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik tempat bergantung
-
- Surah al-Taghābun, ayat 13, “Allah, tiada Tuhan melainkan Dia; dan kepada Allah hendaklah orang-orang yang beriman bertawakal.”
-
- Surah Āli ‘Imrān, ayat 159: “Apabila engkau telah berazam (memutuskan sesuatu), maka bertawakallah kepada Allah; sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang bertawakal.”
Maqam Tajrīd
Makna asas tajrīd
Perkataan tajrīd (تجريد) berasal daripada kata jarada yang bermaksud menanggalkan atau mengosongkan.
Dalam konteks tasawuf, maqām al-tajrīd bermaksud: Menanggalkan hati dan diri daripada bergantung kepada sebab-sebab duniawi, dan menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah.
Penjelasan Ibn ‘Aṭā’illāh al-Sakandarī (dalam al-Ḥikam) "Tidaklah lebih utama orang yang berada dalam tajrīd berbanding orang yang berada dalam asbāb, dan tidak pula sebaliknya. Akan tetapi yang utama ialah orang yang benar bersama Allah dalam keadaan apa pun dia berada."
Hadis Nabi
-
Dalam satu hadis sahih, diriwayatkan daripada Anas bin Malik RA: Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, adakah aku perlu lepaskan unta dan bertawakal, atau ikat unta itu dan bertawakal?” Nabi ﷺ menjawab: "Ikatlah unta itu, kemudian bertawakallah." — (Riwayat al-Tirmizi, no. 2517)