Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Hepatitis, CASILDA 2406402233, MODUL PENCERNAAN b - Coggle Diagram
Hepatitis
Farmasi Klinis
Algoritma terapi khusus
-
Penderita sirosis
Semua pasien yang telah mengalami sirosis hati harus segera mendapatkan terapi HBV, terlepas dari kadar DNA atau ALT-nya.
-
analog nukleos(t)ida: Lamivudin, Entecavir, Telbivudin, atau Tenofovir.
-
Algoritma terapi umum
lini pertama
Pegylated Interferon (Peg-IFN), Entecavir, dan Tenofovir
viral
-
HBV
diberikan gologan obat
Analog nukleot(s)ida
lini pertama
entecavir oral 0,5 mg/hari (pasien naïf)
tenofovir disoproxil fumarate (TDF), oral 300mg/hari
lini kedua
Lamivudin, Adefovir, Telbivudin
-
-
-
-
Monitoring terapi
HCV kronis
Keberhasilan ditandai dengan Sustained Virologic Response (SVR12), yaitu HCV RNA tidak terdeteksi 12 minggu setelah terapi selesai.
HBV kronis
Keberhasilan ditandai dengan HBV DNA yang tidak terdeteksi atau sangat rendah (supresi replikasi virus) dan normalisasi ALT.
-
target terapi
Target ideal (ideal endpoint) adalah hilangnya HBsAg, dengan atau tanpa serokonversi anti-HBs.
Target memuaskan (satisfactory endpoint) adalah penekanan HBV DNA yang bertahan selama terapi jangka panjang.
Farmakologi
-
Patofisiologi
berdasarkan etiologi
Non viral
Hepatitis Autoimun
Peradangan kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati sendiri (salah mengenali jaringan hati sebagai ancaman).
-
Hepatitis alkoholik
disebabkan oleh
konsumsi alkohol berlebihan dalam waktu lama. Metabolit etanol, asetaldehid, menginduksi peroksidasi lipid, pembentukan produk adisi asetaldehida-protein, dan stres oksidatif, yang menyebabkan kerusakan hepatosit.
Viral
Hepatitis B (HBV)
-
jalur penularan
Parenteral (darah, jarum suntik)
-
-
-
Virus membentuk cccDNA (DNA sirkuler tertutup) yang berfungsi sebagai cetakan dan menjadi penyebab kronisitas.
-
Hepatitis C (HCV)
-
jalur penularan
Parenteral (transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama)
Paling sering menyebabkan infeksi kronis (75–85% kasus) karena respons imun yang lemah dan kemampuan virus bermutasi cepat.
Hepatitis A (HAV)
-
-
Kerusakan hati disebabkan oleh respon imun inang (Limfosit T Sitotoksik) yang menyerang hepatosit terinfeksi.
Umumnya self-limiting (sembuh sendiri), jarang menjadi kronis.
Hepatitis D (HDV)
-
-
Wajib ada infeksi HBV karena HDV memerlukan antigen permukaan HBV (HBsAg) untuk pembentukan virion dan replikasi.
-
-
-
-