Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
sejarah islam masuk ke Indonesia - Coggle Diagram
sejarah islam masuk ke Indonesia
*Teori masuknya islam kedalam indonesia
Teori arab
Waktu: Abad ke-7 dan 8 Masehi (awal Hijriah).
Tokoh Pendukung: Sir Thomas Arnold, Prof. Hamka.
Bukti:
Pedagang Arab dominan dalam perdagangan Barat-Timur.
Kesamaan Mazhab Syafi'i.
Gelar Raja Samudra Pasai adalah Al Malik (bukan Syah/Khan).
Adanya perkampungan Arab-Islam di pesisir Sumatera Barat sejak 625 Masehi (Badru’s).
Makam Fatimah binti Maimun di Gresik (wafat 1082 M).
Teori India
Waktu: Abad ke-13 Masehi.
Tokoh Pendukung: Pijnappel, Snouck Hurgronje, J. P. Moquette.
Bukti:
Batu nisan Malikus Saleh (Raja Samudra Pasai) bertuliskan angka tahun 1297 M dan memiliki kesamaan dengan nisan di Gujarat, India.
Batu nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik juga memiliki kemiripan dengan nisan di Kambei, Gujarat.
Teori Persia
Waktu: Abad ke-13 Masehi.
Tokoh Pendukung: Husein Jayadiningrat.
Bukti (Persamaan Kebudayaan):
Peringatan 10 Muharram (Asyura) atas wafatnya cucu Rasulullah Husein.
Di Sumatera Barat disebut Upacara Tabut (keranda).
Di Jawa ditandai dengan pembuatan Bubur Suro.
Kesamaan konsep sufisme antara Syekh Siti Jenar dan Al-Hallaj (Sufi Persia).
Penggunaan istilah Persia untuk tanda bunyi (harakat) huruf Arab.
Teori Cina
Waktu: Jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia, Islam sudah ada di Cina abad ke-7 Masehi.
Tokoh Pendukung: Sumanto Al Qurtubi.
Bukti:
Hubungan perdagangan dan pembauran etnis Cina dengan lokal sejak masa Hindu-Buddha.
Adanya pemukiman Muslim di pesisir Cina bagian selatan (masa Dinasti Tang).
Raja Islam pertama di Jawa, Raden Fatah (Demak), disebut merupakan keturunan Cina (Champa).
Kondisi Indonsia masyarakat sebelum dan sesudah masuknya islam
Aspek
Keyakinan/Agama Menganut Animisme (roh leluhur), Dinamisme (benda magis), dan Hindu-Buddha (pemujaan dewa-dewa dan arca). Menganut ajaran Tauhid (mengesakan Allah), meninggalkan kemusyrikan (pemujaan benda/dewa).
Sosial Budaya Terdapat sistem kasta dalam agama Hindu, yang membedakan harkat dan martabat manusia. Islam diterima karena tidak membedakan harkat, derajat, dan martabat manusia. Masyarakat semakin terikat secara horizontal.
PolitikBerdiri dan berpusat pada Kerajaan Hindu-Buddha (misalnya Majapahit, Sriwijaya) yang dominan. Munculnya Kerajaan-Kerajaan Islam (Samudra Pasai, Demak, Mataram Islam) yang perlahan menggantikan dan menyebarkan kekuasaan Islam.
Ayat Al-Qur'an yang Mendasari Penyebaran Islam
Surat An-Nahl Ayat 125
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
Artinya: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."
Ayat ini mendasari strategi dakwah yang diterapkan di Nusantara, yaitu melalui hikmah (kebijaksanaan, damai, menyesuaikan adat) dan pengajaran yang baik (seperti melalui kesenian, pendidikan, dan keteladanan), sesuai dengan kesimpulan dalam video