Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Penggunaan Hemodialisis Dalam Jangka Panjang - Coggle Diagram
Penggunaan Hemodialisis Dalam Jangka Panjang
Pro
Kesehatan
Menjaga Keseimbangan Homeostasis (Ilah ngantuk)
Terapi Paling Aksesibel Dibanding Transplantasi (Ilah boyokken)
Kemajuan Teknologi Membuatnya Semakin Aman (Ilah lapar)
Lingkungan
Memberi Kesempatan Pasien Tetap Produktif (Ilah kehujanan)
Mendorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan (Ilah mencuci)
Menumbuhkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat (Ilah Kesel)
Ekonomi
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Kesehatan (Nisa)
Efisiensi Dibandingkan Penanganan Tanpa Terapi (Nisa)
Fisiologi
Hemodialisis menggantikan fungsi penyaringan ginjal yang gagal (Aliyatul)
Menjaga keseimbangan cairan tubuh (fluid balance) (Aliyatul)
Mencegah asidosis metabolik (Aliyatul)
Psikologis
Memberi rasa aman dan harapan hidup
Meningkatkan kontrol diri
Mendukung motivasi untuk bertahan hidup
Membangun dukungan sosial
Kontra
Kesehatan
(Adhelia)
Hemodialisis jangka panjang menyebabkan infeksi
Dialisis membuat tekanan darah turun mendadak
Dapat memperburuk anemia
dialisis jangka panjang dapat membuat lelah
dialisis dapat menimbulkan masalah gangguan jantung dan keseimbangan elektrolit
Ekonomi (inas)
Biaya per sesi tinggi karena mahal
Beban finansial jangka panjang
Pengeluaran tambahan
Produktivitas kerja menurun
Biaya transportasi dan pendamping saat perjalanan
Psikologis (Shev)
Hemodialisis menimbulkan stres emosional akibat ketergantungan seumur hidup.
Prosedur jangka panjang dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.
Hemodialisis membatasi aktivitas sosial sehingga memicu rasa kesepian.
Fisiologi (Farida)
Tubuh lebih rentan terhadap infeksi lokal maupun sistemik karena barier fisik dan imunitas terganggu berulang kali.
Menciptakan kondisi di mana tubuh kesulitan mempertahankan produksi sel darah merah.
Menurunkan volume darah secara singkat.
Menarik cairan secara cepat (ultrafiltrasi).
Sel-sel tubuh sulit mempertahankan metabolisme optimal sehingga menyebabkan keletihan kronis.
Lingkungan (Aul)
Limbah media berbahaya (Tabung, filter, set infus → limbah B3)
Konsumsi air sangat tinggi (Satu sesi dialisis butuh ratusan liter air)
Listrik besar (Mesin dialisis membutuhkan energi tinggi)