Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KONSEP TEORI BELAJAR SOSIAL - Coggle Diagram
KONSEP TEORI BELAJAR SOSIAL
1. Pengertian
Menurut Albert Bandura, teori belajar sosial adalah sebuah pendekatan dalam psikologi yang mengemukakan bahwa individu belajar melalui pematangan dan interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial.
Teori ini berfokus pada bagaimana orang belajar melalui proses pengamatan dan pemodelan perilaku orang lain.
2. Tokoh-tokoh Teori Belajar Sosial
Albert Bandura
Teori Albert Bandura dikembangkan pada tahun 1977. Teori ini menjelaskan bahwa bagaimana individu dalam proses belajar dapat terjadi melalui pengamatan, pemodelan dan perilaku seseorang.
Tahapan Proses Modelling:
Proses Perhatian
Proses Mengingat
Proses Pembentukan Prilaku
Proses Penguatan
Jenis-jenis Permodelan:
Peniruan Langsung
Peniruan Tidak Langsung
Peniruan Gabungan
Peniruan Sesaat
Peniruan Berkelanjutan
Julian B. Rotter
Konsep teori Locus of control pertama kali diperkenalkan oleh Julian B. Rotter pada tahun 1996. Locus of control adalah cara pandang seseorang terhadap bagaimana ia mengendalikan peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Teori ini menjelaskan bahwa usaha manusia dan lingkungan menentukan hasil yang ingin seseorang capai.
Jenis-Jenis Locus of Control:
Locus of Control Internal
Locus of Control Eksternal
3. Ide Pembentuk Konsep Teori Belajar Sosial
Peniruan (imitasi dan modeling):
Individu cenderung meniru perilaku yang ditampilkan oleh model setelah mengamati.
Penguatan Vikarius
: Belajar dari konsekuensi yang diterima oleh orang lain, bukan hanya dari pengalaman sendiri.
Peran Kognisi:
Manusia berpikir, mengantisipasi, dan membuat keputusan tentang perilaku mana yang akan ditiru.
4. Hukum-Hukum Teori Belajar Sosial
Observasi dan Imitasi:
Belajar dengan mengamati dan meniru perilaku orang lain (model).
Motivasi dan Penguatan:
Perilaku yang mendapat penghargaan lebih mungkin ditiru, sedangkan yang dihukum cenderung dihindari
Retensi dan Reproduksi:
Menyimpan informasi perilaku yang diamati dalam ingatan dan mengulanginya dalam tindakan nyata.
Pembelajaran Norma Sosial: Norma dan tekanan sosial membentuk penyesuaian perilaku agar diterima lingkungan.
5. 4 Proses Observasional
Perhatian:
Memberi perhatian terhadap perilaku model untuk belajar.
Retensi:
Informasi dari perilaku model disimpan di memori dalam bentuk gambaran mental atau kode verbal.
Reproduksi:
Kemampuan melakukan perilaku bergantung pada kapasitas fisik dan keterampilan yang dimiliki pengamat.
Motivasi:
Tanpa motivasi, perilaku tidak akan dilakukan meskipun sudah diperhatikan, diingat, dan mampu dilakukan.
6. Penerapan dalam Pendidikan
Model perilaku melalui teladan guru.
Pembelajaran kontekstual dan kooperatif.
Penguatan dan umpan balik.
7. Tantangan dan Saran Implementasi
Tantangan Implementasi
Dari sisi model (panutan):
Inkonsistensi perilaku, persaingan dengan model negatif, dan model yang tidak realistis.
Dari sisi pengamat (pembelajar):
Kegagalan proses kognitif internal dan salah interpretasi konsekuensi.
Dari sisi lingkungan:
Lingkungan yang tidak mendukung, kurangnya kesempatan praktik, dan penguatan yang bertentangan.
Saran Implementasi
Memperkuat Peran Model Positif:
Guru, orang tua, dan tokoh masyarakat menjadi teladan positif melalui konsistensi perilaku.
Mengelola Pengaruh Media Sosial:
Edukasi kritis agar individu mampu memilah perilaku positif.
Menangani Model Negatif:
Menguatkan nilai dan norma positif melalui kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial yang konstruktif.