Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Glikogenesis & Keseimbangan Tubuh - Coggle Diagram
Glikogenesis & Keseimbangan Tubuh
Memahami dan menjelaskan glikogenesis
Definisi glikogenesis
Pembentukan glikogen dari glukosa setelah makan.
Distimulasi oleh insulin dari pankreas.
(Rinowati et al., 2021)
Reaksi awal glikogenesis
Glukosa → Glukosa-6-fosfat (oleh heksokinase/glukokinase).
Butuh energi dari ATP + fosfat.
(Larasati et al., 2023)
Tahapan glikogenesis (fosfat tinggi ATP dan UTP)
Glukosa-6-fosfat → Glukosa-1-fosfat → UDP-glukosa → Glikogen.
Enzim: fosfoglukomutase, UDP-glukosa pirofosforilase, glikogen sintase, branching enzyme.
(Larasati et al., 2023)
Fungsi glikogenesis
Simpan energi, jaga kadar glukosa darah.
(Larasati et al., 2023)
Penyimpanan glikogen
Di hati & otot, sumber energi saat glikolisis.
(Szymańska et al., 2019)
Dampak jika glikogenesis terganggu
Penyakit genetik (autosomal resesif).
Gejala: hipoglikemia, hepatomegali, pertumbuhan lambat.
Tipe I–IX tergantung enzim rusak.
(Szymańska et al., 2019)
Memahami dan menjelaskan enzim pada glikogenesis
Enzim glikogen sintase
Menyusun rantai glukosa panjang (α-1,4).
(Adeva-Andany et al., 2016)
Enzim percabangan
Membentuk cabang (ikatan α-1,6) → struktur stabil dan mudah diuraikan.
(Adeva-Andany et al., 2016)
Memahami dan menjelaskan keseimbangan energi
Definisi keseimbangan energi
Keseimbangan antara asupan & pengeluaran energi.
.
Kelebihan → lemak | kekurangan → pecah glikogen
(Penggalih et al., 2024)
Sumber pembentuk energi
Glikogen otot & hati, trigliserida lemak.
(Penggalih et al., 2024)
Fungsi keseimbangan energi
Menjaga metabolisme, hormon, dan performa tubuh.
Kekurangan energi → gangguan hormon reproduksi.
(Penggalih et al., 2024)
Proses keseimbangan energi (penggunaan energi tubuh)
Energi dari makanan = energi aktivitas.
Kelebihan → naik BB | kekurangan → turun BB
(Susanti & Dewi, 2016)
Memahami dan menjelaskan pandangan islam
ikhtiar
Usaha sungguh-sungguh sebelum menyerahkan hasil ke Allah.
Dalam konteks glikogenesis: jaga gizi, aktivitas, dan istirahat.
(Kasori & Fityatul, 2025)
sabar
Menahan diri, tetap berproses tanpa keluh kesah.
Terima perbedaan metabolisme tubuh.
(Munafiah, 2020)
tawakal
Berserah diri setelah usaha maksimal.
Menenangkan hati, cegah stres, jaga keseimbangan hormon.
(Munafiah, 2020)