Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Hubungan Thwarted Belongingness dengan Kecenderungan Self Disclosure…
Hubungan Thwarted Belongingness dengan Kecenderungan Self Disclosure Terkait Pikiran Bunuh Diri kepada Chat GPT pada Dewasa Awal
HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
- Var. Independent/bebas (mempengaruhi) >> Thwarted Belongingness (X)
- Var. Dependent/terikat(dipengaruhi) >> Self Disclosure kepada Chat GPT (Y)
Fokus Utama
Melihat ada tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut, apakah berhubungan secara positif atau negatif
-
Arah Penelitian
- Bagaimana Thwarted Belongingness memengaruhi kecenderungan self disclosure kepada Chat GPT
- Bukan untuk melihat "Kenapa seseorang ingin bunuh diri?"
- Tapi "Ketika seseorang punya Thwarted Belongingness, kenapa dia lebih memilih curhat ke Chat GPT daripada manusia?
- Apakah ada hubungan yang signifikan antara keduanya?
-
-
-
LANDASAN TEORI
-
Self Disclosure terhadap Chat Gpt >>
perilaku komunikasi yang dilakukan individu secara sengaja menjadikan dirinya diketahui oleh pihak lain (Membuka Diri)
TEORI UTAMA VARIABEL Y >> SELF DISCLOSURESidney Jourard: Dianggap sebagai pionir utama. Pada tahun 1958-1959, ia mengembangkan teori ini melalui artikel dan bukunya The Transparent Self (1964).
Singkatnya cara untuk melegakan batin untuk meningkatkan Well-BeingDIMENSI/INDIKATOR YANG DIBAHAS
- frekuensi mengungkapkan diri
- kedalaman emosi
- kepercayaan terhadap AI
- kenyamanan bercerita
TEORI UTAMA VARIABEL X >> Thwarted Belongingness
bukan teori asli atau teori yang berdiri sendiri tapi konsep teori yang berkembang dari model utama teori bunuh diri para tokoh.
TEORI ITS
Berdasarkan Interpersonal Theory of Suicide (ITS) Joiner (2005) ide bunuh diri muncul ketika tidak terpenuhinya dua kebutuhan interpersonal yaitu thwarted belongingness dan perceived burdensomeness.
-
-
-