Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Bakteri Patogen pada Kulit & Mata, Zea Apsari Argiyanti (2406500123)…
Bakteri Patogen pada Kulit & Mata
Pseudomonas aeruginosa
Morfologi
Batang Gram negatif, motil (memiliki flagel), obligat aerob. Menghasilkan pigmen khas seperti piosianin (biru kehijauan)
Flora oportunistik yang adaptif di lingkungan lembap rumah sakit
Penyakit Mata
Pseudomonas Keratitis (Infeksi Kornea Mata)
Kondisi ini sering terjadi pada pengguna lensa kontak yang kebersihannya kurang baik. Menyebabkan nyeri hebat, mata merah, ulserasi kornea, dan dapat menyebabkan kebutaan permanen jika terlambat diobati
Penyakit Kulit
Dermatitis & Folikulitis (Hot-Tub Folliculitis)
Terjadi akibat paparan air terkontaminasi (misalnya kolam renang/spa), berupa pustula di sekitar folikel rambut
Infeksi pada Luka Bakar
Luka tampak hijau kebiruan dan berbau manis, yang dapat berkembang menjadi bakteremia atau sepsis
Staphylococcus epidermidis (S. epidermidis)
Morfologi dan Fisiologi
Kokus Gram positif, tersusun tidak beraturan seperti buah anggur, dan berwarna putih hingga kuning pucat. Bakteri ini Koagulase negatif
Merupakan flora normal tubuh, terutama di kulit
Patogenesis
Bertindak sebagai patogen oportunistik, terutama ketika menembus penghalang epitel atau pada pasien dengan alat medis implan atau imunitas lemah
Faktor Virulensi Utama
Pembentukan Biofilm, yaitu lapisan lengket berisi koloni bakteri yang melindungi bakteri dari sistem imun dan antibiotik
Penyakit Kulit
infeksi kulit ringan disertai pembentukan abses
Staphylococcus aureus (S. aureus)
Morfologi dan Fisiologi
Berbentuk kokus (bulat) Gram positif yang tersusun berkelompok menyerupai buah anggur, dan menghasilkan warna kuning keemasan. Bakteri ini fakultatif anaerob (dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen)
Habitat dan Transmisi
Infeksi umumnya terjadi melalui kontak langsung (kulit ke kulit, terutama bila ada luka) atau kontak tidak langsung (melalui benda terkontaminasi seperti handuk atau alat medis)
Terdapat pada hidung, mulut, kulit, dan mata
Faktor Virulensi
Menghasilkan toksin eksfoliatin yang menyebabkan kerusakan jaringan
Bersifat koagulase positif (menggumpalkan plasma)
Memiliki Protein A dan polisakarida A yang menghambat fagositosis
Penyakit Kulit
Impetigo
Infeksi kulit yang ditandai dengan bintil berisi nanah atau lepuhan yang pecah meninggalkan koreng kekuningan, sering menyerang bayi atau anak kecil
Furuncle (Bisul) dan Folikulitis
Infeksi superfisial pada folikel rambut (folikulitis) atau infeksi yang terjadi lebih dalam pada folikel rambut (furunkel).
Streptococcus pyogenes (S. pyogenes)
Morfologi
Kokus Gram positif berbentuk rantai (8 kokus atau lebih), anaerob fakultatif. Kultur pada agar darah menghasilkan hemolisis β (zona bening jernih)
Reservoir satu-satunya adalah manusia
Penyakit Kulit
Erisipelas
Menyerang lapisan atas dermis dan limfatik superfisial. Ditandai dengan ruam merah, edema, nyeri, batas lesi tegas, dan berpotensi menjadi sepsis
Selulitis
Infeksi akut pada dermis yang lebih dalam dan jaringan subkutan, menyebabkan kemerahan, bengkak, licin, dan nyeri yang terasa panas
Propionibacterium acnes (P. acnes)
Morfologi dan Fisiologi
Gram positif berbentuk batang pendek (kokobasilus kecil), anaerob fakultatif. Merupakan flora normal kulit, terutama di wajah, punggung, dan dada
Patogenesis
Bakteri ini memecah sebum (minyak kulit) menggunakan enzim lipase, menghasilkan asam lemak bebas yang mengiritasi folikel rambut dan memicu inflamasi
Bentuk Klinis
Komedo (tertutup/terbuka), inflamasi (papul/pustul), hingga nodular/cystic acne
Chlamydia trachomatis
Morfologi
Bakteri Gram negatif, intraseluler obligat (hanya dapat bereproduksi di dalam sel inang)
Penyakit Mata
Trakoma
Ditandai folikel limfoid dan inflamasi konjungtiva. Menimbulkan jaringan parut di kelopak mata yang menyebabkan abrasi kronis pada kornea, berpotensi menimbulkan kebutaan pada usia dewasa
Konjungtivitis Inklusi (Swimming Pool Conjunctivitis)
Konjungtivitis jinak pada bayi baru lahir atau orang dewasa. Bayi tertular dari ibu saat lahir, sementara dewasa sering terinfeksi dari kolam renang tercemar infeksi urogenital
Pencegahan
Menjaga kebersihan perorangan, memperbaiki sanitasi, dan memberikan perak nitrat (AgNO₃) atau tetrasiklin topikal pada bayi
Zea Apsari Argiyanti (2406500123) Mikrobiologi B