Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Wabah KLB, Zoonosis, Kesehatan Pariwisata - Coggle Diagram
Wabah KLB, Zoonosis, Kesehatan Pariwisata
Wabah dan KLB
Definisi wabah
Peningkatan mendadak jumlah kasus penyakit yang melebihi jumlah normal di suatu tempat dan waktu tertentu.
Populasi yang terlokalusasu atau pada seluruh dunia
Disebabkan oleh penyakit menular atau faktor lingkungan seperti air dan makanan tercemar.
Definisi KLB
Peristiwa yang merebak dan dapat berkembang menjadi wabah penyakit.
Wabah: kondisi yang lebih parah dan luas. KLB: peringatan sebelum terjadinya wabah.
Status KLB diatur oleh Permenkes RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
KLB: timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu
Kriteria KLB
Timbulnya penyakit yang sebelumnya tidak ada.
Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus menerus 3 kurun waktu berturut-turut.
Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali atau lebih dibanding periode sebelumnya.
Penderita baru 1 bulan naik 2x / lebih dibanding rerata sebelumnya.
Angka rerata perbulan 1 tahun naik 2 x / lebih dibanding tahun sebelumnya.
CFR naik 50% atau lebih dibanding periode sebelumnya.
PR penderita baru naik 2 kali atau lebih dibanding periode dan tahun sebelumnya.
Penyakit khusus: kolera, DHF/DSS
Penyakit dengan 1 atau lebih penderita: Keracunan makanan, pestisida
Penyelidikan epidemiologi
Menentukan jenis penyakit, cara pencegahan, pemberantasan
Penanggulangan KLB
Menghentikan / membatasi penyebaran penyakit
Penanggulangan KLB
Menghentikan / membatasi penyebaran penyakit
Laporan adanya KLB
Formulir W1 (laporkan jika ada KLB tentang identitas pasien)
Formulir W2 (laporkan mingguan ada/ tdk ada KLB) total 52
Zoonosis
Definisi
Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya (manusia ke hewan).
Contoh
Flu burung, Rabies, Pes, Anthrax, Leptospira, dan lain-lain.
Pengendalian zoonosis
Perpres No. 30 Tahun 2011: Pengendalian zoonosis dilakukan lintas sektor.
Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis: ketua (Menko PMK), wakil (Mendagri, Menkes, Mensos)
Dibentuk juga komisi provinsi/kabupaten/kota melalui peraturan daerah.
Flu burung
Penyebab: Virus influenza tipe A (subtipe H5N1, H7N9, dll).
Kontak langsung dengan unggas sakit/mati, cairan tubuh, kotoran, atau konsumsi daging/telur mentah.
Inkubasi: 3-5 hari
Gejala: demam, batuk, pilek, sesak, nyeri otot, sakit kepala. Berat (muntah, diare, mimisan, infeksi paru, ARDS, gagal organ.)
Dx: Swab hidung/tenggorokan, rontgen dada.
Tx: Isolasi, antivirus (oseltamivir, zanamivir), cairan cukup, istirahat, nutrisi baik.
Pencegahan: Cuci tangan, masak daging matang, hindari unggas liar, vaksin flu tahunan, vaksinasi unggas
Rabies
Penyebab: Virus rabies
Penularan: Gigitan atau jilatan hewan terinfeksi pada kulit luka atau mukosa
Inkubasi: 1-3 bulan
Gx: Demam, sakit kepala, nyeri di lokasi gigitan → diikuti gejala neurologis: gelisah, halusinasi, hidrofobia, aerofobia, kejang, kelumpuhan, koma, dan akhirnya kematian.
Dx: Pemeriksaan antibodi virus rabies, deteksi antigen pada jaringan otak (uji FAT), PCR.
Tx: Suportif; setelah gigitan segera lakukan pencucian luka + pemberian vaksin dan Ig rabies .
Pencegahan: Vaksinasi hewan peliharaan, vaksinasi pra-paparan bagi petugas risiko tinggi, hindari kontak dengan hewan liar, segera beri serum/vaksin bila tergigit.
Pes
Anthrax
Leptospira
Penyebab: Leptospira interrogans (spirochete)
Penularan: Kontak dengan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi (tikus, sapi, anjing, babi)
Inkubasi: 2–26 hari (rata-rata 7–12 hari)
Gejala: Demam tinggi, nyeri kepala hebat, nyeri otot (terutama betis), mata merah, mual, muntah; kasus berat (Weil’s disease) → ikterus, gagal ginjal, perdarahan
Dx: Uji serologi (MAT, ELISA IgM), PCR, kultur darah atau urin
Tx: Antibiotik (penisilin, doksisiklin, eritromisin), cairan & elektrolit, hemodialisis bila gagal ginjal.
Pencegahan: Hindari kontak air banjir/kotor, gunakan pelindung, vaksinasi hewan ternak, menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan
Penyebab: Bacillus anthracis (bakteri Gram-positif, pembentuk spora)
Penularan: Kontak dengan hewan/sisa produk hewan terinfeksi (kulit, daging, wol), inhalasi spora, atau konsumsi daging hewan sakit
Inkubasi: 1–7 hari (kadang hingga 60 hari untuk bentuk inhalasi)
Gejala: Kulit: luka melepuh → ulkus hitam (eschar) tanpa nyeri, inhalasi: demam, batuk, sesak berat, syok, gastrointestinal: nyeri perut, muntah darah, diare berdarah
Dx: Kultur darah atau lesi kulit, PCR, ELISA antibodi
Tx: Antibiotik (penisilin G, siprofloksasin, doksisiklin), terapi suportif, antitoksin bila tersedia.
Pencegahan: Vaksinasi hewan ternak di daerah endemis, hindari kontak dengan hewan mati mendadak, masak daging matang sempurna, gunakan APD saat menangani hewan.
Penyebab: Yersinia pestis (bakteri Gram-negatif)
Penularan: Gigitan kutu tikus terinfeksi, kontak langsung dengan cairan/tikus terinfeksi, atau inhalasi droplet (pes pneumonik)
Inkubasi: 1–7 hari
Gejala: Demam tinggi mendadak, nyeri kepala, pembesaran kelenjar getah bening (bubo), lemas, kadang disertai muntah darah dan sesak napas (bentuk pneumonik)
Dx: Kultur darah atau cairan bubo, pewarnaan Gram/Wayson, PCR
Tx: Antibiotik (streptomisin, gentamisin, doksisiklin, ciprofloxacin)
Pencegahan: Pengendalian tikus & kutu, menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan APD, profilaksis antibiotik pada kontak erat
Kesehatan Pariwisata
Hubungan Kesehatan & Pariwisata
Pengelolaan kesehatan baik → pariwisata tumbuh.
Outbreak penyakit → turisme menurun drastis.
Sanitasi & layanan kesehatan yang buruk = dampak negatif besar.
Gangguan kesehatan saat wisata
Lingkungan (travel sickness, altitude, panas, kelembapan, serangga, binatang, kecelakaan), Makanan/ minuman (diare, hepatitis A.E), Malaria, Dengue, Tb, dll
Definisi
Perjalanan untuk rekreasi/liburan ± ≥80 km dari rumah. Melibatkan transportasi, akomodasi, makanan, keamanan, asuransi, budaya, dll.
Perlindungan Kesehatan Wisatawan
Makanan & minuman aman, tempat wisata aman & nyaman, keamanan sosial & spiritual terjamin, akses layanan kesehatan & evakuasi cepat
Pedoman Kesehatan di Sektor Wisata
Objek wisata (Lingkungan bersih, WC & tempat sampah cukup, P3K, papan peringatan bahaya)
Hotel & restoran (Kebersihan fasilitas, tangani tamu sakit dengan bijak)
Biro perjalanan (Kendaraan bersih, P3K, tempat sampah, dilarang rokok, berpenampilan bersih)
Imunisasi Wisatawan
Routinel (DPT, Polio, Campak, Influenza)
Required (Yellow Fever, Kolera, Meningitis)
Recommended (Hepatitis A/B, Tifoid, Japanese Encephalitis, Rabies)