Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Si Kodok Kata Malem, Baik Budi Penawan Hati - Coggle Diagram
Si Kodok Kata Malem, Baik Budi Penawan Hati
Ekstrinsik
Latar belakang penulis
Latar penulis: Hari Sulastri menyadur cerita karya Muhammad Jaruki yang berasal dari cerita rakyat Karo, Sumatra Utara.
Latar pendidikan: S-1 Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S-2 Universitas Negeri Jakarta.
-
Nilai
Mengajarkan bahwa kesabaran, ketulusan, dan kebaikan hati akan membawa kebahagiaan, sedangkan iri hati dan kejahatan akan membawa penyesalan.
Instrinsik
Latar
-
Waktu
-
Siang dan malam hari (saat bekerja, berdoa, upacara, dan kejadian penting)
-
-
Tema
Kebaikan hati, kesabaran, dan ketulusan akan membawa kebahagiaan serta kemenangan melawan kejahatan dan iri hati.
Tokoh
Protagonist
Si Kodok / Kata Malem (baik hati, sabar, rajin, rendah hati, penyayang.)
Putri Bungsu (bijaksana, lembut, setia, jujur, penyayang.)
Antagonist
Lima Kakak Putri Bungsu (sombong, iri, jahat, kejam, angkuh.)
Orang-orang Kampung (suka mengejek, suka mencibir, tidak peduli.)
Karakter sampingan
Nenek Sakti (bijaksana, pemberi nasihat, penolong.)
Ibu Si Kodok (penuh kasih sayang, lembut, penyabar.)
Penghulu Kampung (bijak, sabar, adil, penyayang keluarga.)
Uak / Tante Putri Bungsu (tegas, adil, peduli keluarga.)
Ibu Pemilik Pondok (Janda Tua) (baik hati, suka menolong.)
Si Bakal (pemberani, cerdas, berbakti kepada orang tua.)
Sudut Pandang Penulis
Cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena penulis menceritakan seluruh kejadian dan perasaan setiap tokoh secara langsung, tanpa ikut menjadi bagian dari cerita.
Alur
-
Orientasi: Mereka pergi ke nenek sakti dan disuruh mengungsi ke hutan selama 17 tahun. Di sana lahirlah anak berwajah kodok bernama Si Kodok.
Komplikasi: Si Kodok tumbuh besar, ingin menikah, tapi diejek orang karena wujudnya. Lima kakak Putri Bungsu menolak, hanya Putri Bungsu yang mau menikah dengannya.
Evaluasi: Setelah menikah, Si Kodok berubah menjadi tampan. Lima kakak Putri Bungsu iri dan menjatuhkan adiknya ke jurang.
Resolusi: Putri Bungsu selamat, melahirkan Si Bakal, lalu bertemu kembali dengan suaminya. Keluarga mereka bersatu kembali.
Koda: Lima kakak Putri Bungsu dihukum, dan keluarga Si Kodok hidup bahagia. Si Kodok kini dikenal sebagai Kata Malem, berarti baik budi penawan hati.