Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Enterprise Resource Planning, BELINDA AMANDA PUTRI 20222419 - Coggle…
Enterprise Resource Planning
Definisi ERP
sistem terintegrasi yang digunakan untuk mengelola dan mengoordinasikan seluruh sumber daya, proses, dan informasi dalam perusahaan agar lebih efisien dan terkontrol
ERP Core Applications
aplikasi inti (core applications)
Online Transaction Processing (OLTP)
karena berhubungan langsung dengan pemrosesan transaksi secara real-time.
aplikasi analisis bisnis (business analysis applications).
selalu berfungsi bersama dengan sistem
data warehouse.
Data di dalamnya biasanya diambil secara berkala dari basis data operasional atau dari layanan informasi publik.
fungsi-fungsi utama ERP
Penjualan dan Distribusi
menangani entri pesanan dan penjadwalan pengiriman.
Perencanaan Bisnis (Business Planning)
penentuan rute kerja (routing) yang menjelaskan urutan dan tahapan proses produksi.
Pengendalian Lantai Produksi (Shop Floor Control)
penjadwalan produksi secara detail, penugasan pekerjaan (dispatching), dan perhitungan biaya produksi (job costing
Logistik
manajemen persediaan, pergudangan, serta pengiriman barang.
Pemrosesan Analitik Daring (Online Analytical Processing – OLAP)
Fungsi
Decision support (dukungan keputusan),
Modeling (pemodelan),
Information retrieval (pengambilan informasi),
Ad hoc reporting/analysis (pembuatan laporan atau analisis sementara), dan
What-if analysis (analisis simulasi skenario).
Data warehousing
sistem penyimpanan data besar (ratusan GB – TB)
Proses Utama Data Warehousing
Ekstraksi (Extracting)
Mengambil data dari sistem ERP, sistem lama (legacy), arsip, atau sumber eksternal
Konversi & Standarisasi (Converting & Standardizing)
Menyeragamkan format dan struktur data
Pemrosesan & Pemuatan (Loading)
Memasukkan data ke arsip pusat (data warehouse)
Akses & Analisis Data
Menggunakan Data Mining dan OLAP
Menggunakan Data Mining dan OLAP
Menemukan pola, tren, dan hubungan tersembunyi
Data Mining
Proses seleksi, eksplorasi, dan pemodelan data besar menggunakan AI dan Algoritma statistik
Tahapan Proses Pembangunan Data Warehouse
Pembersihan Data yang tidak valid
Ekstraksi Data
Teknik: Changed Data Capture (CDC) → hanya ambil data yang berubah
. Transformasi Data
Pemodelan Data
tabel pesanan, pelanggan, produk digabung jadi Sales Order Table
Memuat Data ke Data Warehouse
Keputusan yang Didukung oleh Data Warehouse
Laporan rutin otomatis
Analisis mendalam: drill-down, what-if analysis
Konfigurasi Server (Server Configurations)
(Two-Tier Model)
server menangani fungsi aplikasi sekaligus basis data.
Komputer klien bertugas menampilkan data kepada pengguna dan mengirimkan masukan pengguna kembali ke server.
(Three-Tier Model)
fungsi aplikasi dan basis data dipisahkan.
Klien pertama kali berkomunikasi dengan application server, Kemudian application server meneruskan permintaan tersebut ke database server.
OLTP Versus OLAP Servers
OLTP mendukung tugas-tugas operasional penting melalui transaksi sederhana pada basis data operasional.
OLAP mendukung tugas-tugas manajerial penting melalui analisis kompleks terhadap data yang disimpan di data warehouse
Fungsi Utama
Consolidation
Menggabungkan data ke tingkat yang lebih tinggi. misal data kantor cabang digabung jadi data wilayah
Drill-down
Penulusuran mendalam. contoh : misalnya total retur penjualan ditelusuri hingga produk dan alasan pengembalian
Slicing and dicing
penjualan per wilayah, per produk, atau berdasarkan waktu untuk melihat tren dan pola.
Konfigurasi Basis Data
Perusahaan menyesuaikan proses bisnis agar cocok dengan ERP,
Bolt-On Software
Menyediakan fitur khusus dari pihak ketiga
Gunakan bolt-on yang direkomendasikan vendor ERP utama
Kemitraan resmi = integrasi lebih aman
Risiko Implementasi ERP
Pendekatan Implementasi
Big Bang:
cepat tapi berisiko tinggi (gangguan, adaptasi sulit)
Phased-In:
bertahap, risiko kecil tapi lama
Penolakan terhadap Perubahan
Karyawan sulit beradaptasi
Kurang pelatihan dan kesiapan teknologi
Pemilihan Sistem Tidak Tepat
ERP tidak sesuai proses bisnis, Biaya penyesuaian tinggi, Operasi terganggu
Operasi terganggu
Tidak ada ERP yang cocok untuk semua
(Pilih sesuai kebutuhan organisasi)
Skalabilitas Sistem
Sistem harus bisa tumbuh seiring kebutuhan. Dimensi: ukuran, kecepatan, beban kerja, biaya
Konsultan Tidak Tepat
Kurang ahli / tidak sesuai janji, Perlu seleksi dan kontrak jelas
Biaya Tinggi
Gangguan Operasional
1 more item...
-Pelatihan, integrasi, dan konversi data mahal
-Risiko pembengkakan biaya
Implikasi terhadap Pengendalian Internal dan Audit
ERP mengubah cara organisasi memproses data & mengendalikan risiko
Berdampak pada seluruh komponen pengendalian internal
Lingkungan Pengendalian
Diperlukan Etika dan akuntabilitas, pelatihan karyawan dan budaya disiplin & integritas
Penilaian Risiko
Auditor menilai
Auditor menilai:
Kesalahan input
Kehilangan data / sistem gagal
Akses tidak sah
Kegagalan konversi data
Tujuan Audit ERP
Transaksi diproses benar, lengkap, sah
Akses data & program terkendali
Sistem dikonfigurasi sesuai kebijakan
Laporan akurat & andal
Patuhi aturan & standar akuntansi
Aktivitas Pengendalian
Validasi data, pembatasan akses, pemisahan tugas dan audit trail elektronik
Informasi & Komunikasi
Laporan standar & dashboard KPI, komonikasi dua arah, dan pelaporan kesalahan
Pemantauan
Audit sistem berkala, pemeriksaan log &transaksi, continuous auditing, pengujian kontrol saat upgrade sistem
Audit dalam Lingkungan ERP
Tantangan
Ketergantungan antar modul
Audit berbasis sistem
Audit data elektronik
Risiko kegagalan sistem
BELINDA AMANDA PUTRI
20222419
https://coggle.it/diagram/aQ88A4MU2FNARlnL/t/enterprise-resource-planning/UhF4tWBMSzOpl3i9sHh-R9NaReZaqUvJtOTsM2pRduM