Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Struktur Cerita : Sumur Keramat Jati Herang - Coggle Diagram
Struktur Cerita : Sumur Keramat Jati Herang
Struktur Intrinsik
Alur : Maju
Komplikasi : Karena terbuktinya kesaktiaan seorang syekh kesultanan bantenpun ingin mmeinta tolong unutk membangun masjid banten. Syekh madhum setuju dengan hal tersebut ia bersama peekerja lainya bersama membangun masjid banten. Saat mereka membangun ada tantangan yang dilewati yaitu mustaka masjid tidak dapat dicapai oleh tangga karena jurangnya dan tinnginya mustaka tersebut. saat itu kesultanan banten mengatakan bahwa siapapun yang dapat melakukanya akan diberikan hadiah lalu syekh madhum menunjukan kesaktianya dengan terbang keatas meletakan mustaka lalu turun dengan payung. Oleh karena aksi Syekh madhum ia diberikan hadiah mustaka dari kesultanan. Namun oleh karena iri seorang pekerja bernama jaelani mencurinya tetapi berakhir dengan syekh berkelahi mengmabilkanya kembali dan memaafkanya.
Evaluasi : Evaluasi dimulai saat mustaka yang tidak cukup dalam masjid banten diletakan dalam masjid pada akhirnya iapun diangkat sebagai lurah masjid. Saat acara sedang berlangusng anak dia yaitu kosim menginginkan Syekh madhum untuk melakukan upcara sunat karena ia ingin berunjuk dewasa.
Orientasi : Dalam desa tempeuyan adanya sebuah sumur yang dipercayai sakit oleh orang-orang dimana Syekh Madhum akan diuji kesaktianya oleh keluarga muryani dimana mereka ingin mencari jodoh bagi muryani namun tidak ditemukan. Mereka tidak opercaya dan berujung sakit saat mereka ingin menemukan sumur itu tidak ada lalu disitulah terbukti sesaktian dari Syekh Madhum
Resolusi : Syekh madum kembali ke desa tempeuyan karena akan berlangsungnya sunat kosim berjalan dengan lancar dimana ia berhasil disunat namun saat ada perayaan dalam masjid syekh menggunakan gong dengan vibrasi yang ada ia tidak mengetahui bahwa kosim sedang bermain dibawah area gong tersebut. sayangnya kosim
tertimpa gong
saat dicek telah meninggal disitu skyeh madhum dan istrinya sedih oleh karena hilangnya anak sulung mereka.
Abstrak : Suasana sore ini begitu cerah, anak-anak di Kampung
Tampeuyan yang sudah beberapa hari tidak dapat
keluar rumah karena hujan terus-menerus mengguyur
kampung yang subur itu, kini tampak bersenang-senang.
Cuaca cerah seperti ini makin membuat anak-anak
bersemangat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan
untuk bermain di luar rumah sore ini.
Koda : Koda terjadi saat Syekh madhu menyesali perbuatanya ia sedih namun ia harus menerima dan memaafkan atas apa yag telah terjadi muali dari saat tu itu membuat sebuah aturan dan mitos dimana
tidak boleh menggunakan gong dan siapaun yang menggunakan gong atau membuat suara seperti gong akan menerima nasib buruk.
Latar
Tempat : Kampung
Tampeuyan, Sumur Keramat Jati Herang, Masjid Banten, Kampung Parakan
Waktu : Pagi, Siang, Sore, Malam Waktu dalam cerita ini bervariatif.
Suasana : Desa yang Damai dan Subur.
Tema : Perjalanan Syekh Madhum dengan tantangan tantanganya
Sudut Pandang
: Sudut pandang 3 adalah sudut pandang yang digunakan oleh cerita ini dimana pengarang cerita menceritakan kisah tentang syekh madum seiring berjalanya cerita sumur keramat jati serang beserta konflik dan permasalahan yang ada.
Majas : Metafora, Personifikasi
Tokoh
Antagonis : Jaelani
Tokoh tambahan : Kesultanan Banten, Tukang, Nurdin, Kosim, Maryani, Ki Boyot Santri, Nyih
Protagonis : Syekh Mahdum
Amanat : Memaafkan dan nemerima atas apa yang terjadi.
Sturktur Ekstrinsik
Latar belakang pengarang : Widowati Sumarni adalah seorang penyunting dan penyusun program pembinaan tenaga kebahasaan dan kesastraan yang lahir di Jakarta pada tahun 1973 dan bekerja di Kemendikbudristek, Dalam Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Nilai : Nilai yang diangku dalam cerita ini adalah tradisi dan budaya nilai agaa dimana adaya perayaan0peryaan yang mengikuti budaya dan poin-poin/nilai agama islam.
Latar belakang masyarakart : Cerita ini berasal dari kisah rakyat sumur keramat jati herang beserta kesaktian syekh madhum cerita ini diturunkan dimana sekarang dibuat lagi dengan format cerpen.