Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
SPEECH DISORDER, REFERENSI, 1000313678, Ucapan menjadi tidak jelas, sulit…
SPEECH DISORDER
Articulation Disorder
Etiologi
Perinatal
Genetik
Pemrosesan
pendengaran
Manifestasi Klinis
Kesalahan pengucapan
Substitusi
Omisinya
Distorsi
Kesulitan menyusun kata panjang atau kompleks.
Intelligibility rendah (ucapan sulit dimengerti orang lain)
Kesulitan meningkat saat cemas atau berbicara cepat.
Faktor Risiko
Riwayat keluarga dengan gangguan bicara/bahasa.
Keterlambatan perkembangan umum atau kognitif.
Paparan bahasa kurang di lingkungan rumah.
Kriteria Diagnosis
(PPDGJ-III/DSM-5)
Gangguan kemampuan artikulasi yang nyata → produksi bunyi tidak sesuai dengan usia perkembangan.
Gangguan menyebabkan kesulitan komunikasi sosial / akademik / pekerjaan.
Tidak disebabkan gangguan neurologis, motorik, sensorik, atau intelektual yang berat.
Tatalaksana
Farmakologi
Tidak ada obat spesifik untuk gangguan artikulasi murni.
Non-Farmakologi
Terapi Wicara (Speech Therapy)
Parent-Child Interaction Therapy (PCIT)
Dukungan Pendidikan
Terapi Komplementer
Prognosis
Umumnya baik bila terapi dimulai dini dan dilakukan rutin.
Expressive Speech Disorder
Etiologi
Genetik / neurobiologis
Gangguan neurologis
Deprivasi lingkungan
Faktor psikososial
Faktor Risiko
Riwayat keluarga gangguan bicara atau bahasa.
Jenis kelamin laki-laki (risiko lebih tinggi).
Status sosioekonomi rendah → paparan bahasa terbatas.
Kriteria Diagnosis
(PPDGJ-III/DSM-5)
Kemampuan berbicara ekspresif (vocabulary, struktur kalimat, kemampuan naratif) jauh di bawah usia mentalnya.
Pemahaman bahasa (receptive ability) dalam batas normal.
Gangguan mengganggu prestasi akademik, komunikasi sosial, atau pekerjaan.
Tidak disebabkan oleh retardasi mental, gangguan pendengaran, atau kelainan neurologis umum.
Manifestasi Klinik
Kosa kata terbatas (vocabulary delay).
Kalimat pendek, tidak lengkap, atau urutan kata tidak benar.
Kesulitan menggunakan tata bahasa (grammar errors).
Frustrasi saat mencoba berbicara → tantrum atau menarik diri.
Tatalaksana
Non-Farmakologi
Terapi wicara dan bahasa
Terapi berbasis permainan
Parent training
Farmakologi
Tidak ada obat khusus untuk gangguan ekspresif murni.
Prognosis
Baik bila dideteksi dan diterapi dini (sebelum usia 5 tahun).
Gangguan Bahasa Reseptif
Etiologi
Faktor neurologis
Faktor genetik
Faktor lingkungan
Perinatal
Kriteria Diagnosis
(PPDGJ-III/DSM-5)
Kemampuan memahami bahasa jauh di bawah tingkat usia mental.
Menggunakan ucapan yang juga terbatas, tetapi defisit reseptif lebih berat dari ekspresif
Mengganggu fungsi sosial, akademik, atau komunikasi.
Prognosis
Lebih sulit dibanding gangguan ekspresif, karena pemahaman bahasa merupakan dasar untuk bicara.
REFERENSI
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed., Text Revision). Washington, DC: APA Publishing.
World Health Organization. (2021). ICD-11: International Classification of Diseases 11th Revision. Geneva: WHO.
Paul, R., & Norbury, C. F. (2022). Language Disorders from Infancy through Adolescence: Listening, Speaking, Reading, Writing, and Communicating (6th ed.). Elsevier.
Bishop, D. V. M. (2020). Developmental language disorder: Nature and causes. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 61(3), 219–232.
Kertesz, A. (2021). Aphasia and Associated Disorders: Taxonomy, Localization, and Recovery. Oxford University Press.
Hillis, A. E. (2020). Aphasia: Progress in the last quarter of a century. Neurology, 95(2), 69–80.
Morgan, A. T., & Webster, R. (2021). Aetiology of speech sound disorders in children: Past, present and future. Developmental Medicine & Child Neurology, 63(6), 683–690.
Zengin-Bolatkale, H., et al. (2021). Intervention approaches for speech sound disorders: Evidence-based practice. International Journal of Speech-Language Pathology, 23(7), 688–701.
Leonard, L. B. (2020). Children with Specific Language Impairment. MIT Press.
Peña, E. D., & Bedore, L. M. (2020). Bilingual children with language disorders: Advances in understanding mechanisms and assessment. Language, Speech, and Hearing Services in Schools, 51(4), 921–933.
Afasia
Etiologi
Stroke
Cedera kepala
Tumor otak
Manifestasi Klinis
Pemahaman bahasa terganggu
Salah memilih kata (parafasia)
Tidak dapat mengulang kata/kalimat
Kesulitan berbicara atau menyusun kalimat
Tatalaksana
Obat nootropik atau neuroprotektor
Terapi wicara intensif
Dukungan keluarga
Ucapan menjadi tidak jelas, sulit dimengerti, atau menyimpang dari norma usia & bahasa.
PPDGJ-III mengelompokkannya sebagai gangguan perkembangan bicara dan bahasa (kode F80).
Pemahaman bahasa relatif normal, tetapi kemampuan berbicara jauh di bawah usia mentalnya.
Disebut juga Expressive Language Disorder (DSM-5) atau termasuk dalam Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Ekspresif (PPDGJ-III F80.1).
Gangguan perkembangan bahasa yang ditandai oleh kesulitan memahami kata, kalimat, atau makna percakapan walaupun pendengaran normal.
Gangguan perkembangan bahasa yang ditandai oleh kesulitan mengekspresikan pikiran melalui kata, kalimat, atau struktur gramatikal.
Gangguan kemampuan menghasilkan bunyi bicara karena kesalahan dalam penempatan, cara, atau getaran artikulator (lidah, bibir, palatum, rahang).
Gangguan kemampuan berbahasa akibat kerusakan area otak dominan bahasa (biasanya hemisfer kiri), meliputi produksi, pemahaman, membaca, dan menulis.
SILVY CLARESTA FEBRYANDANI
2208260032
BLOCK PSIKIATRI