Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Bab 7 – Traditional Media Channels (Saluran Media Tradisional), Screenshot…
Bab 7 – Traditional Media Channels (Saluran Media Tradisional)
7.1 Strategi Media (The Media Strategy)
Strategi media adalah proses menganalisis dan memilih media yang digunakan untuk kampanye periklanan dan pemasaran.
7.2 Perencanaan Media (Media Planning)
Perencanaan media merupakan tahap penting dalam proses komunikasi pemasaran terpadu (IMC). Tujuannya adalah
menentukan kombinasi media terbaik
yang dapat menjangkau target audiens dengan efisiensi biaya tertinggi dan efek komunikasi maksimal.
Langkah-langkah Target Audience
1. Menganalisis Target Audience
usia, jenis kelamin, gaya hidup, lokasi, kebiasaan konsumsi media, dan perilaku pembelian.
2. Menentukan Tujuan Media
Tujuan media harus sejalan dengan tujuan komunikasi pemasaran dan kampanye iklan.
Contohnya: meningkatkan awareness sebesar 30% dalam 6 bulan atau menjangkau 70% target audiens minimal tiga kali dalam satu siklus kampanye.
3. Menentukan Media Mix (Kombinasi Media)
Gabungan dari berbagai saluran seperti televisi, radio, media cetak, billboard, dan media digital.
Tujuannya adalah
memperluas jangkauan (reach) dan frekuensi tanpa menimbulkan kelebihan biaya.
4. Menetapkan Jadwal Penayangan (Media Scheduling)
Tiga Pendekatan Utama:
Continuity
- iklan tayang secara terus-menerus sepanjang tahun (contoh: pasta gigi, sabun).
Flighting
→ iklan ditayangkan hanya pada periode tertentu, lalu berhenti sementara (contoh: iklan liburan).
Pulsating
→ kombinasi dari keduanya, dengan intensitas tinggi pada waktu tertentu.
5. Menentukan Anggaran dan Alokasi Media
Anggaran media ditentukan berdasarkan biaya iklan di tiap kanal serta potensi efektivitasnya.
Konsep Kunci dalam Media Planning
1. Reach (Jangkauan)
Persentase audiens target yang terekspos terhadap iklan minimal sekali selama periode tertentu.
2. Frequency (Frekuensi)
Rata-rata berapa kali target audiens melihat atau mendengar pesan iklan dalam periode tersebut.
3. Opportunities to see
OTS menggambarkan jumlah peluang audiens untuk melihat pesan iklan. Jika satu orang terekspos dua kali terhadap iklan, maka OTS = 2.
4. Gross Rating Points (GRPs)
Ukuran kuantitatif dari dampak. Rumus:
GRP = Reach (%) × Frequency
5. Cost per Thousand (CPM)
CPM digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan untuk menjangkau seribu orang atau rumah tangga dari audiens target.
Rumus:
CPM = (Biaya Iklan ÷ Total Audiens) × 1.000.
6. Cost per Rating Point (CPRP)
CPRP mengukur biaya yang dikeluarkan untuk mencapai satu poin rating dalam media tertentu.
Rumus:
CPRP = Total Biaya Kampanye ÷ Rating Acara.
7. Ratings (Peringkat)
Rating adalah persentase dari total audiens potensial yang menonton atau mendengarkan suatu tertentu.
8. Continuity (Keteraturan Penayangan)
Continuity menunjukkan pola dan tingkat keteraturan penayangan iklan selama periode kampanye.
9. Gross Impressions (Jumlah Tayangan Keseluruhan)
Gross Impressions merupakan total seluruh paparan iklan yang diterima audiens, termasuk pengulangan paparan dari individu yang sama.
7.3 Saluran Media Tradisional (Traditional Media Channels)
1. Television Advertising (Iklan Televisi)
Televisi dianggap sebagai media massa paling kuat karena kemampuannya menggabungkan unsur audio, visual, dan gerak untuk menciptakan dampak emosional yang tinggi.
Keunggulan Iklan Televisi:
Daya tarrik visual dan emosional yang kuat
Menjangkau audiens yang luas dengan cepat
Cocok untuk membangun citra merek dan meningkatkan brand awareness.
Kelemahan Iklan Televisi
Biaya produksi dan penayangan tinggi.
Waktu tayang terbatas.
Penonton dapat menghindari iklan dengan berpindah saluran (zapping).
Perkembangan Terkini:
:check:Adanya cable TV, satellite TV, dan streaming services (seperti Netflix, YouTube, dan Hulu) mengubah cara konsumen menonton televisi.
:check:Pengiklan kini mulai menerapkan pendekatan cross-platform advertising untuk menggabungkan siaran TV tradisional dengan kampanye digital.
2. Radio Advertising (Iklan Radio)
Radio tetap relevan karena sifatnya yang mobile dan personal.
Keunggulan Iklan Radio
Biaya relatif rendah.
Fleksibel dalam penjadwalan.
Dapat menargetkan pasar lokal secara efektif.
Kelemahan Iklan Radio
Hanya bersifat audio tanpa visual
Pesan Mudah dilupakan
Perhatian pendengar dengan terpecah saat melakukan aktivitas lain.
3. Print Media (Media Cetak)
bisa berbentuk Newspaper (Surat Kabar) dan juga Magazine (Majalah)
Newspapers (Surat Kabar)
:check:Dikenal memiliki jangkauan geografis yang luas dan kredibilitas tinggi.
:check:Cocok untuk iklan lokal, ritel, atau promosi jangka pendek.
:warning:Namun, minat baca menurun di kalangan muda, sehingga efektivitasnya berkurang.
Magazines (Majalah)
:check:Dapat menargetkan segmen pasar tertentu berdasarkan minat (gaya hidup, olahraga, mode, bisnis).
:check:Memberikan kualitas cetak yang tinggi dan umur baca lebih lama.
:warning: Kekurangannya adalah waktu penerbitan yang lambat dan biaya yang relatif mahal untuk iklan berwarna penuh.
4. Outdoor Advertising (Iklan Luar Ruangan)
Termasuk papan reklame (billboards), spanduk, dan media transit seperti bus, kereta, atau kendaraan umum.
Keunggulan :check:
Paparan tinggi dan frekuensi tinggi di area strategis.
Biaya relatif rendah dibandingkan TV atau majalah.
Meningkatkan top-of-mind awareness.
Kelemahan :warning:
Informasi yang disampaikan harus singkat.
Tidak cocok untuk pesan yang kompleks.
Sulit mengukur efektivitas secara langsung.
7.4 Efek Sinergi Media (Media Multiplier Effect)
Efek sinergi media (Media Multiplier Effect) adalah konsep yang menjelaskan bahwa
penggunaan beberapa jenis media secara bersamaan menghasilkan dampak yang lebih besar
dibandingkan jika masing-masing media digunakan secara terpisah.
1. Definisi dan prinsip dasar
Efek sinergi media terjadi ketika
paparan berulang dari media yang berbeda
(misalnya televisi, media cetak, dan digital)
saling memperkuat persepsi dan respons audiens
terhadap pesan iklan.
Hal ini dikenal dengan istilah
“1 + 1 > 2 effect”
, yaitu ketika gabungan beberapa media menciptakan efek komunikasi yang lebih kuat daripada hasil masing-masing media jika berdiri sendiri.
2. Contoh Aplikasi dalam Kampanye
Sebagai contoh, kampanye iklan sebuah merek mobil dapat mengombinasikan: Iklan televisi:
Iklan majalah otomotif, Billboard, Media Digital dan Sosial
3. Keuntungan Efek Sinergi Media
:check: Konsistensi Pesan:
Pesan yang sama di berbagai media meningkatkan kepercayaan dan pengenalan merek.
:check: Peningkatan Efektivitas:
Kombinasi media dapat memperkuat pengaruh emosional dan kognitif.
:check: Diversifikasi Audiens:
Mampu menjangkau segmen yang berbeda (misalnya generasi muda di media digital dan orang dewasa di media cetak).
:check: Efisiensi Biaya Relatif:
Meskipun total biaya bisa lebih tinggi, hasil yang diperoleh biasanya sepadan dengan peningkatan efektivitas kampanye.