Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Ulkus peptikum - GERD, terduga GERD, Christina Fabiani - 2406414864 Modul…
Ulkus peptikum - GERD
Ulkus peptik
definisi
luka mukosa saluran pencernaan atas
dapat terjadi pada
lambung
ulkus gaster
usus halus
ulkus duodenum
ketika terjadi peningkatan
disebabkan oleh
ketidakseimbangan
antara
faktor agresif
asam lambung
pepsin
faktor protektif
pertahanan mukosa
terjadi karena
infeksi
Helicobacter pylori
menghasilkan
urease
yang mengakibatkan
netralisasi asam
1 more item...
memecah
urea
1 more item...
toksin
yaitu
CagA
1 more item...
VacA
1 more item...
yang menyebabkan
kerusakan tight junction
1 more item...
konsumsi NSAID jangka panjang
memicu penghambatan
sistemik
menghambat
COX-1
1 more item...
lokal
bersifat
asam
1 more item...
SRMD
yaitu
Stress-Related Mucosal Disease
menyebabkan
peningkatan kortisol
merangsang
produksi berlebihan
1 more item...
terhambatnya sirkulasi darah
akibat
vasokonstriksi
hipotensi
sehingga
sel mukosa kekurangan oksigen
2 more items...
Algoritma Terapi
Umum
penyebab
Konsumsi NSAID
tanpa gejala alarm
tidak dapat dihentikan
turunkan dosis
gejala masih ada
2 more items...
dapat dihentikan
hentikan penggunaan NSAID
dengan gejala alarm/ ulkus terlihat endoskopi
dapat dihentikan
hentikan penggunaan NSAID
gejala masih ada
2 more items...
tidak dapat dihentikan
ganti dengan
COX-2 inhibitor
pengobatan
PPI
1 more item...
H. pylori
pengobatan
sesuai Regimen Eradikasi
Lini pertama
non-resisten
2 more items...
resisten
2 more items...
Lini kedua
Hybrid
14 hari
2 more items...
Levofloxacin Triple
10-14 hari
1 more item...
Lefofloxacin Sequential
10 hari
1 more item...
Last resort
Rifabutin-based triple
1 more item...
Penyebab lain
PPI
obat
Omeprazole
Lansoprazole
Rabeprazole
Pantoprazole
Esomeprazole
Dexlansoprazole
H₂RA
obat
Cimetidine
Famotidine
Nizatidine
Ranitidine
Proteksi Mukosa
obat
Sucralfate
Misoprostol
Khusus
Pediatri
H. pylori
obat
PPI + antibiotik
dosis
sesuai kgBB
selama
14 hari
Supresi asam ringan
obat
H₂RA
Fanotidin
Ranitidine
NSAID
obat
PPI
Omeprazole
Lanzoprazole
Misoprostol
Geriatri
akibat
H. pylori
PPI triple based
Alternatif:
sequential
NSAID
melakukan
stop/reduksi dosis
pengobatan
1 more item...
ganti dengan
COX-2 selektif
Idiopatik
Ibu Hamil
warning signs
ada
lakukan EGD
tidak ada
lini pertama
terapi simtomatik
Antasida
3 more items...
Sukralfat oral
lini kedua
H₂RA
Ranitidin
Famotidin
Nizatidin
jika gagal dan gejala berat
1 more item...
akibat
H. pylori
tunda eradikasi
setelah
melahirkan dan menyusui
1 more item...
Gangguan organ
penyesuaian dosis
Gangguan Hati
PPI
CKD
H₂RA
pemantauan ketat
Antasida
Bismuth subsalicylate
Sucralfat
Monitoring Terapi
H. pylori
Urea Breath Test
dilakukan
setelah 1-2 minggu
stop PPI
setelah 4 minggu
terapi antibiotik
Stool Antigen Test
Endoskopi dan Biopsi
jika
gejala masih persisten
NSAID
Endoskopi
gold standard
melihat penyembuhan ulkus
setelah 6-8 minggu
terapi supresi asam
Hemoglobin/Hematokrit
pasien dengan
riwayat pendarahan saluran cerna atas
Feccal Occult Blood Test
pasien dengan
risiko pendarahan kronis
GERD
yaitu
Gastroesophageal Reflux Disease
definisi
Refluks/aliran balik isi lambung
ke
paru-paru
esofagus
rongga mulut
Monitoring Terapi
Endoskopi
dilakukan jika
GERD berat
Indikasi komplikasi
seperti
Barrett's esophagus
Reflux monitoring
dengan
pH-metri 24 jam
Transnasal Catheter-based
Wireless Telemetry Capsule
disebabkan oleh
Lower Esophageal Sphincter Pressure
karena
penebalan khusus otot polos
pada
mekanisme
TLESRs
yaitu
Relaksasi sementara spontan
dipicu
distensi lambung
akibat
makan besar
minuman berkarbonasi
Peningkatan tekanan intra-abdomen
melebihi
kemampuan LES menahan
akibat
kehamilan
mengejan keras
obesitas
batuk kronis
LES atonik
kehilangan tonus sehingga
LES setengah terbuka
pada pasien
skleroderma
jika tidak ditangani
dapat menyebabkan
Algoritma Terapi
Khusus
Pediatri
lini pertama
PPI
Omeprazol
Lanzoprasol
Esomeprazol
Pantroprazol
gejala ringan-sedang
H₂RA
Ranitidine
Famotidine
Cimetidine
Geriatri
lini pertama
PPI
jika tidak dapat digunakan
H₂RA
jika tidak ada respon
Prokinetik
terapi tambahan/gejala ringan
Antasida
tidak dianjurkan
sebagai monoterapi
Sukralfat
Ibu hamil
Modifikasi pola hidup
gejala tetap ada
Antasida
tidak ada respon
Sucralfat
(1 g , 3 kali sehari)
1 more item...
H₂RA + antasida
1 more item...
Penggolongan Obat
PPI
mekanisme
mengikat pompa proton
(H⁺/K⁺-ATPase)
yang akan
menghentikan sekresi asam lambung
efeknya
bertahan 24-48 jam
hingga
1 more item...
Antasida
yaitu
basa lemah yang bereaksi dengan HCl
membentuk
garam
air
mekanisme
reaksi penetralan
sehingga
keasaman lambung berkurang
Antagonis H₂
mekanisme
mengikat reseptor H₂
menghambat
aktivasi adenilat siklase
sehingga
cAMP menurun
yang akan
1 more item...
Proteksi Mukosa
mekanisme
berubah menjadi gel lengket (pH <4)
fungsi
melindungi mukosa dari asam dan pepsin
dengan
menempel pada ulkus ±6 jam
merangsang
prostaglandin &
faktor pertumbuhan epidermal
untuk
mempercepat penyembuhan
Analog Prostaglandin
analog PGE
mengikat reseptor EP3
sehingga
sekresi asam berkurang
merangsang sekresi
prostaglandin
mukus
bikarbonat
Antimikroba
H. Pylori
Bismuth
mekanisme
melapisi ulkus dan erosi
merangsang sekresi
prostaglandin
mukus
bikarbonat
efek antibakteri
Metronidazole
mekanisme
masuk ke sel bakteri anaerob
menghambat
pembentukan asam nukleat
sehingga
bakteri mati
Antibiotik lainnya
kombinasi dengan PPI
mekanisme
membunuh bakteri
menyembuhkan ulkus
menghindari komplikasi
Prokinetik
mekanisme
meningkatkan tonus LES
sehingga
mengurangi refluks
mempercepat pengosongan lambung
sehingga
mengurangi gejala GERD
terduga GERD
hitung
Poin GERD-Q
8-18
GERD (+)
gejala alarm
tidak ada
PPI Test
positif
PPI
failure
1 more item...
negatif
dengan
PPI dosis tunggal
2 more items...
ada
rujuk ke RS
≤ 7
bukan GERD
Umum
Christina Fabiani - 2406414864
Modul Gangguan Pencernaan B
Argyrou, A., Legaki, E., Koutserimpas, C., Gazouli, M., Papaconstantinou, I., Gkiokas, G., & Karamanolis, G. (2018). Risk factors for gastroesophageal reflux disease and analysis of genetic contributors. World Journal of Clinical Cases, 6(8), 176–182.
https://doi.org/10.12998/wjcc.v6.i8.176
Goodman, L. S., Brunton, L. L., Chabner, B., & Knollmann, B. C. (2011). Goodman & Gilman’s pharmacological basis of therapeutics (12th ed.). New York: McGraw-Hill.
Gyawali CP & Fass R. (2018). Management of gastroesophageal reflux disease. Gastroenterology.
Katz PO, Dunbar KB, Schnoll-Sussman FH, et al. (2022). AGA Clinical Practice Update on the Personalized Approach to the Evaluation and Management of GERD. Gastroenterology.
Lanas A & Chan FKL. (2017). Peptic ulcer disease. Lancet.
Martín-de-Argila, C., & Martínez-Jiménez, P. (2013). Epidemiological study on the incidence of gastroesophageal reflux disease symptoms in patients in acute treatment with NSAIDs. Expert Review of Gastroenterology & Hepatology, 7(1), 27–33.
Vakil N et al. (2006). The Montreal definition and classification of gastroesophageal reflux disease: a global evidence-based consensus. Am J Gastroenterol
DiPiro et al. (2017). Pharmacotherapy: A pathophysiologic approach, 11th Edition. New York: McGraw-Hill.
Daftar Pustaka: