Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KEJANG - Coggle Diagram
KEJANG
-
Dengue Encephalitis
Karakteristik
Kejang umum / multipel, dapat disertai penurunan kesadaran
Demam tinggi, sakit kepala, muntah
Perubahan perilaku, disorientasi, letargi
Tanda infeksi dengue sistemik: ruam, nyeri otot, perdarahan
-
Definisi : Gangguan sistem saraf pusat akibat infeksi virus dengue yang secara langsung menyerang jaringan otak (ensefalitis) atau akibat efek sekunder dari gangguan sistemik berat (ensefalopati).
-
Penegakan Diagnosis
Anamnesis: riwayat demam dengue sebelumnya, kejang / penurunan kesadaran
Pemeriksaan Fisik: GCS menurun, tanda meningismus mungkin ada, ruam, hepatomegali
Lab umum: trombositopenia, hemokonsentrasi, SGOT/SGPT ↑
-
CSF: limfositosis ringan, protein ↑, glukosa normal
CT/MRI otak: edema serebral, lesi hipodens difus (kadang normal)
Red Flag: kejang berulang, GCS <11, tanda syok, perdarahan intracerebral
Tatalaksana
Simptomatik & Suportif
-
Koreksi hipoglikemia, diselektrolit
-
Oksigenasi, posisi kepala 30° (menurunkan tekanan intrakranial)
Antipiretik (parasetamol), hindari NSAID
-
Edukasi dan Pencegahan
-
Pencegahan gigitan nyamuk (kelambu, repelan)
Edukasi tanda bahaya: kejang, mengantuk terus, perdarahan, muntah berulang, sesak
-
Prognosis
Ensefalitis ringan: ad bonam
Ensefalitis berat / ensefalopati dengue: dubia ad malam, mortalitas tinggi bila terjadi syok atau perdarahan otak
Tifoid Encephalitis
Karakteristik
Kejang umum atau fokal, dapat disertai penurunan kesadaran
Demam lama (≥1 minggu), fluktuatif, bisa tinggi atau sedang
Nyeri kepala, malaise, mual, muntah
Gangguan perilaku: mengigau, apatis, disorientasi
Tanda tifoid klasik: lidah kotor, bradikardi relatif, hepatosplenomegali, meteorismus
Definisi : Gangguan kesadaran dan kejang akibat infeksi Salmonella typhi yang menimbulkan efek toksik pada sistem saraf pusat tanpa bukti infeksi langsung ke jaringan otak.
Merupakan komplikasi berat demam tifoid.
Penegakan Diagnosis
Anamnesis
demam >7 hari, gejala tifoid disertai kejang atau penurunan kesadaran
PF : delirium, tremor, flapping, bradikardi relatif, hepatosplenomegali
-
-
-
Tatalaksana
-
-
-
Cairan: seimbang, hindari overload (karena risiko edema otak)
-
-
Edukasi dan pencegahan
Makan dan minum higienis, hindari makanan mentah
-
Kenali tanda bahaya: kejang, delirium, kesadaran menurun, distensi abdomen
Prognosis
Ensefalitis ringan: ad bonam
Bila terjadi syok septik, ensefalopati berat, atau gangguan elektrolit → dubia ad malam
Patogenesis
Delirium
-
Aktivasi sitokin proinflamasi (IL-1, TNF, IFN) → mengganggu fungsi neuron & neurotransmitter.
Hasilnya: gangguan kesadaran, bingung, orientasi menurun → delirium.
Tremor
-
Kerusakan atau iritasi cerebellum / basal ganglia akibat toksin atau infeksi → muncul tremor / gemetar halus.
-
-
Encephalitis Zika
Karakteristik
Kejang umum atau fokal, bisa disertai penurunan kesadaran
-
Ruam makulopapular, nyeri sendi, konjungtivitis nonpurulen
Pada neonatus: mikrosefali, kejang sejak lahir, retardasi perkembangan
-
Definisi : Gangguan sistem saraf pusat akibat infeksi virus Zika (Flavivirus) yang dapat menyerang neuron secara langsung, menyebabkan inflamasi otak (ensefalitis), kejang, dan gangguan kesadaran.
Penegakan Diagnosis
Anamnesis : riwayat gigitan nyamuk, perjalanan ke daerah endemis, gejala ruam & konjungtivitis
PF : ruam makulopapular, konjungtivitis, nyeri sendi, kejang, penurunan kesadaran
Lab
-
-
CSF: limfositosis ringan, protein sedikit meningkat
-
-
Edukasi dan Pencegahan
Pencegahan gigitan nyamuk: repelan, kelambu, 3M
-
Edukasi komplikasi neurologis pascainfeksi: kejang berulang, gangguan perkembangan
-
Prognosis
Dewasa: umumnya baik, ensefalitis ringan → ad bonam
Bayi dengan infeksi kongenital: dubia ad malam (kerusakan otak permanen, kejang kronik, retardasi perkembangan)
Patogenesis
Ruam Makulopapular
-
Aktivasi imun lokal → inflamasi ringan kapiler dermis → muncul ruam makulopapular merah muda, biasanya non-pruritik.
-
Artralgia
-
Virus bisa menyebabkan inflamasi ringan pada sendi → nyeri sendi ringan sampai sedang, khas Zika.
Kejang
-
Aktivitas listrik neuron terganggu → kejang, lebih sering terjadi pada anak-anak atau kasus berat.