Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
intervensi untuk meningkatkan sosialisasi lansia (terapi aktivitas…
intervensi untuk meningkatkan sosialisasi lansia (terapi aktivitas kelompok)
Issue Terkini
Pertumbuhan populasi lansia & beban ganda
Isolasi Sosial, kesepian, perubahan struktur keluarga
Keterbatasan akses layanan dan fasilitas
Variasi Kondisi fisik dan kognitif yang luas
Motivasi dan anstisipasi
Sumber daya manusia dan kompetensi profesional
Sustainibilitas dan keberlanjutan program
Pemanfaatan teknologi dan inovasi
Perbedaan budaya dan konteks lokal
Terapi Aktivitas
TAK Stimulasi
TAK Stimulasi
TAK Sosialisasi
TAK Ekspresif
TAK Rekreasional
TAK Psikoedukasi / Edukasi
TAK Spiritual / Religius
Tantangan Terapi dalam Pelaksanaan Kelompok Lansia
Frekuensi dan durasi terapi
Evaluasi dan pengukuran hasil
Penyesuaian aktivitas
Pendanaan & logistik
Pengaturan kelompok
Koordinasi multi sektor
Faktor Risiko / Penyebab
Kesepian (Loneliness)
Mengapa Faktor-Faktor Ini Menyebabkan Kebutuhan Terapi Kelompok Aktivitas
Terapi kelompok aktivitas dapat mengurangi kesepian dan isolasi sosial dengan meningkatkan interaksi antar sesama lansia.
Juga membantu memberikan dukungan sosial (social support) dan memperkuat jaringan sosial yang mungkin berkurang pada lansia yang tinggal sendiri atau memiliki sedikit saudara/teman.
Aktivitas fisik dalam kelompok bisa membantu memperbaiki mobilitas dan menjaga fungsi tubuh, penting bagi lansia dengan penyakit kronis dan perfungsi fisik yang menurun.
Faktor psikologis seperti depresi, kepuasan hidup rendah, dan kualitas tidur buruk bisa diintervensi dengan terapi kelompok yang melibatkan aspek psikoedukasi, relaksasi, kegiatan sosial yang rekreatif, dll.
Dukungan sosial yang rendah / Sosial isolation
Gangguan kesehatan kronis (Multimorbiditas, penyakit tidak menular)
Usia dan status demografis
Kualitas tidur buruk
Kepuasan hidup rendah / kepuasan dengan hidup
Peristiwa kehidupan negatif & aktivitas fisik rendah
Kelenturan sosial (Social frailty)
Metode terapi aktivitas kelompok
Stimulasi Kognitif
Sosialisasi
Rekreasiona
Psikoedukasi
Spiritual / Religius
Terapeutik Fisik
Prinsip pelaksanaan TAK (terapi aktivitas kelompok) lansia
Disesuaikan dengan kondisi fisik dan mental lansia.
Dilakukan berkelompok (5–10 orang idealnya).
Suasana dibuat hangat, menyenangkan, dan aman.
Durasi singkat, 30–60 menit, tidak terlalu lama.
Fasilitator (perawat/pendamping) aktif memotivasi dan memberi dukungan.
Hambatan Terapi Aktivitas Kelompok Lansia
Hambatan Kognitif dan Mental
Hambatan Fisik
Hambatan Sosial dan Lingkungan
Hambatan Bahasa atau Budaya
Latar Belakang & Bukti Ilmiah
Lansia meningkat: 10,48% penduduk Indonesia (2022)
Bukti Penelitian
Nuryanti et al., 2023: TAK harga diri & partisipasi sosial
Kim et al., 2024: Meta-analisis TAK fungsi fisik & psikososial
Li et al., 2024: TAK berbasis VR aktivitas & interaksi sosial
Ketidakaktifan fisik: 19–25% (usia 60–69 th), 42–59% (usia ≥80 th)
Depresi lansia: rata-rata ±13,5%
Risiko: penurunan fungsi kognitif & sosial, penurunan harga diri